E=wMC2 | Marketing Becomes Horizontal
Random header image... Refresh for more!

Best Business Book 2018: My Picks

Akhir Desember menjadi kebiasaan saya mengelurkan buku-buku bisnis yang menggelitik keingintahuan dan menginspirasi saya. Karena itu saya telusur kembali buku-buku yang diterbitkan di sepanjang tahun 2018, saya takar-takar isi dan insights yang diberikannya, dan keluarlah short-list The Best Business Book 2018 sebagai berikut:

#1. Factfulness: Ten Reasons We’re Wrong About the World — and Why Things Are Better Than You Think, Hans Rosling, Ola & Anna Rosling Rönnlund.

Factfulness

Ketika ditanya tren global (misalnya: berapa jumlah penduduk yang ada di bawah garis kemiskinan atau kenapa jumlah penduduk dunia bertambah) secara sistematis kita selalu keliru. Buku ini memberikan penjelasan baru yang insightful dan radikal mengenai kenapa itu terjadi. Buku ini menawarkan 10 insting yang mendistorsi pikiran jernih kita. “The problem is that we don’t know what we don’t know, and even our guesses are informed by unconscious and predictable biases,” tulis buku ini.

#2. New Power: How Power Works in Our Hyperconnected World — and How to Make It Work for You, Jeremy Heimans, Henry Timms.

New Power

Kekuatan Lama (Old Power) dimonopoli oleh segelintir orang, sulit diakses, dan dikendalikan oleh elit tertentu (leader-driven). Kekuatan Baru (New Power) sebaliknya bersifat terbuka, partisipatori, dan peer-driven. Kekuatan Lama berbicara pertumbuhan 10% (inkremental); Kekuatan Baru 10X (eksponensial). Jika berhasil menciptakan dan mendayagunakan Kekuatan Baru maka Anda akan mencapai kegemilangan, sebaliknya jika masih terbelenggu Kekuatan Lama Anda akan punah ditelan jaman.

Baca juga: Best Business Book 2017

#3. Measure What Matters: How Google, Bono, and the Gates Foundation Rock the World with OKRs, John Doerr

Measure What Matters

Venture capitalist legendaris John Doerr menumpahkan pengalamannya selama 4 dekade mendampingi dan membesarkan raksasa teknologi Silicon Valley. Kuncinya adalah sistem penetapan tujuan (goal-setting sustem) yang disebutnya Objectives and Key Results (OKRs) yang telah terbukti membawa raksasa seperti Intel, Google, hingga Gates Foundation mencapai ledakan pertumbuhan. Buku legendaris dari tangan dingin venture capitalist legendaris.

#4. Rebel Talent: Why It Pays to Break the Rules at Work and in Life, Francesca Gino

Rebel Talent

Pemberontak (rebel) selalu memiliki reputasi buruk. Mereka sering dicap sebagai troublemakers, waton beda, complicated, tidak konvensional, dobrak sana dobrak sini, tak pernah mau kompromi, dan seringkali pencipta keonaran. Namun di tengah beragam kenyentrikan tersebut, merekalah pengubah dunia. They are masters of innovation and reinvention. Tulis buku ini: “In the era of turbulence, the future belongs to the rebel.”

#5. Leap: How to Thrive in a World Where Everything Can Be Copied, Howard Yu

Leap

Kini tak ada lagi kemewahan perusahaan bisa mendominasi industri dalam waktu lama karena copycat bertebaran di mana-mana menetralisir competitive edge setiap pemimpin pasar. Untuk bisa lolos dari jebakan komoditisasi dan copycat, perusahaan harus melakukan lompatan melewati beragam disiplin pengetahuan (knowledge discipline).

Baca juga: Best Business Book 2017

#6. Subscribed: Why the Subscription Model Will Be Your Company’s Future – and What to Do About It, Tien Tzuo, Gabe Weisert

Subscribed

Perusahaan seperti Amazon, Netflix, Spotify, atau Salesforce mencapai pertumbuhan eksponensial karena menggunakan model bisnis berlangganan (subscribtion model). Buku ini mengajak Anda menggapai sukses di era ekonomi baru yang disebut: “Subscription Economy”.

#7. The Culture Code: The Secrets of Highly Successful Groups, Daniel Coyle

Culture Code

Kunci sukses membangun budaya perusahaan menurut buku ini terletak pada grup. Buku ini mengidentifikasi tiga kemampuan yang menimbulkan kohesi dan kooperasi di dalam grup: Build Safety, Share Vulnerability, Establish Purpose.
#8. The Motivation Myth: How High Achievers Really Set Themselves Up to Win, Jeff Haden

Motivation Myth

Buku ini menyangkal asumsi bahwa sukses adalah buah dari mukjizat motivasi seperti diyakini Tony Robbins atau buku The Secret. Motivasi seperti digaungkan para motivator adalah mitos belaka. Motivasi bukanlah apa yang kita butuhkan di awal setiap perubahan besar yang ingin kita lakukan. Simpul buku ini: “Motivation is a result of process, not a cause.”

#9. 21 Lessons for the 21st Century, Yuval Noah Harari

21 Lessons of 21st Century

Dalam Sapien Yuval Harari mengeksplorasi masa lalu. Dalam Homo Deus ia menelusuri masa depan. Dan melalui buku ini ia mengungkap persoalan-persoalan kekinian peradaban manusia, tentu dari perspektif sejarah yang menjadi domain keahliannya. Mencerahkan.

Baca juga: Best Business Book 2015

#10. The CEO Next Door: The 4 Behaviors that Transform Ordinary People into World-Class Leaders, Elena Botelho, Kim Powell, Tahl Raz

CEO Next Door

Berdasarkan riset yang amat massif, buku ini menemukan empat karakteristik dari seorang pemimpin hebat yaitu: Cepat memutuskan (“decide: speed over precision”), mengorkestrasi stakeholders (“engage for impact”), memberikan hasil (“relentless reliability”), dan adaptif (“adapt boldly”).

Butuh perjuangan luar biasa untuk mengerucutkan buku-buku terbaik tahun ini menjadi hanya 10 buku. Saya menyadari ke-10 buku tersebut terpilih tak lepas dari faktor subyektivitas dan area yang menjadi minat baca saya. Karena itu ada baiknya saya tampilkan juga long-list buku terbaik tahun ini.

Berikut ini daftarnya:
#11. When, Daniel Pink
#12. Bad Blood, John Carreyrou
#13. Gigged, Sarah Kessler
#14. Enlightenment, Steven Pinker
#15. Reinventing Capitalism in the Age of Big Data, Viktor Mayer-Schönberger, Thomas Ramge
#16. Skin in the Game, Nassim Nicholas Taleb
#17. Thinking in Bets, Annie Duke
#18. Fusion, Denise Lee Yohn
#19. Great at Work, Morten Hansen
#20. Lost and Founder, Rand Fishkin
#21. Powerful, Patty McCord
#22. Crushing It!, Gary Vaynerchuk

0 comments

There are no comments yet...

Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment