E=wMC2 | Marketing Becomes Horizontal
Random header image... Refresh for more!

Best Business Book 2013: My Picks

Kita sudah berada di penghujung tahun 2013, menjemput tahun 2014. Untuk refleksi memasuki tahun yang baru, ada baiknya kita melihat kembali buku-buku bagus di tahun 2013 yang harus kita baca dan ambil manfaatnya. Berikut ini adalah buku-buku pilihan saya di tahun 2013, semoga bisa menjadi inspirasi Anda di tahun yang baru.

1. Big Data: A Revolution That Will Transform How We Live, Work, and Think
by Viktor Mayer-Schönberger and Kenneth Cukier
(Houghton Mifflin Harcourt, 2013)

Ketika data demikian melimpah ruah dalam format digital (ada di Google, Facebook, Twitter, blog, di jagad internet) dan kita bisa mengambilnya dengan mudah, maka kini kita bicara “populasi” tidak lagi “sampling”; kita bicara “korelasi” (correlation) tidak lagi mencari tahu “sebab-musabab” (causality); kita bicara “what” tidak lagi “why” dalam melakukan riset konsumen. Sebuah landmark book yang akan merevolusi dunia pemasaran dan bisnis. Kalau Anda marketer, Anda harus membaca buku ini kalau tidak mau kehilangan pekerjaan, karena mungkin profesi Anda tergantikan oleh mesin. Must-read!!!

2. The Everything Store: Jeff Bezos and the Age of Amazon
By Brad Stone
(Little, Brown and Company, 2013)

Cerita di balik perjalanan bisnis Jeff Bezos, sosok brilian yang merevolusi dunia ritel seiring munculnya tsunami digital dua dekade terkhir. Dengan kepemimpinan bisnis yang visioner Bezos mampu membawa Amazon menjadi peritel yang tumbuh paling cepat dalam sejarah umat manusia. Amazon yang selama Natal 2013 mampu menjual 426 item tiap detiknya ini ditakuti pesaing karena telah menjadi “vacum cleaner” yang menyedot bisnis ritel apapun yang ada di muka bumi. Kisah heroik Bezos dalam buku ini tak kalah menarik dibanding si flamboyan Steve Jobs.

3. Lean In: Women, Work, and the Will to Lead
By Sheryl Sandberg and Nell Scovell
(Knopf, 2013)

Bacaan wajib untuk para working women. Ketika kini wanita mulai memainkan peran siknifikan dalam dunia pendidikan, karir, sosial, bahkan politik dan pemerintahan, tetap saja suara mereka terdiskriminasi. Sandberg yang merupakan salah satu eksekutif puncak di Facebook ini mengurai akar masalahnya, dan kemudian memberikan solusi cespleng untuk mewujudkan kepemimpinan wanita yang lebih baik. Menggunakan hard data, studi literatur mendalam, serta bumbu anekdot menggelitik membuat buku ini tetap renyah dibaca.

4. David & Goliath: Underdogs, Misfits and the Art of Battling Giants
By Malcolm Gladwell
(Little, Brown and Company, 2013)

Conventional wisdom yang berlaku selama ini mengatakan bahwa kecil itu hambatan, ketidakmampuan, dan kelemahan. Melalui buku ini Malcolm Gladwell mengajak kita untuk mengubah mindset itu. Kecil (“David”) bisa menjadi sebuah advantage yan luar biasa, begitu pula sebaliknya besar (“Goliath”) justru menjadi disadvantage yang membahayakan. Seperti buku Gladwell sebelum-sebelumnya, buku ini diwarnai contoh-contah kaya di berbagai lapangan seperti sejarah, psikologi, pendidikan, yang diramu dengan gaya storytelling khas Gladwell.

5. Simple: Conquering the Crisis of Complexity
by Alan Siegel and Irene  Etzkorn
(Twelve, 2013)

Simplicity bisa menjadi senjata ampuh yang mendekatkan perusahaan dengan konsumennya, rumah sakit dengan pasiennya, atau pemerintah dan rakyatnya. Dan tak hanya itu simplicity bisa menjadi elemen sustainable result bagi bisnis Anda. Kedua penulis melihat bahwa saat ini kita sedang mengalami crisis of complexity yang akut: di bisnis, di pemerintahan, dan dalam kehidupan kita secara umum. Dalam kondisi seperti simplicity menjadi “currency” yang kian krusial. “Simplicity will be the next big idea in business,” kata mereka.

6. Creative Confidence: Unleashing the Creative Potential Within Us All
by Tom Kelley, David Kelley
(Crown Business, 2013)

Akhirnya buku dari bapak inovasi, disain, dan kreativitas ini keluar. Setelah dalam karya sebelumnya (“The Art of Innovation” dan “The Ten Faces of Innovation”) Tom Kelley (kini bersama saudaranya David) mencoba mengeksplorasi inovasi dan kreativitas dari sisi “how to”-nya, maka kini ia masuk lebih dalam lagi dari aspek kualitas personal si individunya. Mereka berpendapat bahwa inovasi dan kreativitas adalah milik semua orang bukan domain segelintir sosok kreatif saja. Melalui buku ini Kelley bersaudara mencoba mengungkap creative potential yang kita miliki dan kemudian menuntun kita bagaimana mewujudkannya.

7. Give and Take: A Revolutionary Approach to Success
by Adam M. Grant Ph.D.
Viking Adult, 2013)

Selama ini kita selalu melihat bahwa sumber kesuksesan bisnis datang dari kualitas personal si businessman yang cenderung egois (self-centered) seperti: passion, kerja keras, tahan banting, kompetensi, hoki, dsb. Buku ini berpendapat lain. Penulis justru melihat, kesuksesan datang dari bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain. Buku ini menganjurkan bahwa setiap bisnis haruslah fokus untuk ikhlas berkontribusi kepada orang lain tanpa mengharapkan kembalian (return). Pepatah bijak: “the more you give, the more you get” pun kemudian menjadi panglima.

8. Dogfight: How Apple and Google Went to War and Started a Revolution
by Fred Vogelstein.
(Sarah Crichton Books, 2013)

Apple vs Google adalah peperangan paling akbar untuk memperebutkan dominasi kekuasaan bisnis di abad digital ini. Peperangan ini tak hanya menyangkut device yang akan kita pakai, tapi juga konten yang akan mendominasi di dalamnya. Peperangan ini tak hanya memperebutkan dominasi produk/layanan, tapi juga ecosystem yang akan mendikte hidup kita kelak. Penulis menelusuri peperangan tesebut selama satu dekade terakhir dan menarik pelajaran-pelajaran berharga.

9. Playing to Win: How Strategy Really Works Hardcover
by A.G. Lafley, Roger L. Martin
(Harvard Business School Press, 2013)

Inilah strategi yang digunakan Lafley (CEO dari 2000-2009) untuk meroketkan kinerja P&G yang luar biasa: omset naik dua kali, laba naik empat kali, dan nilai pasar menembus $100 miliar. Selama 9 tahun menduduki posisi puncak, Lafley sukses memandu P&G dalam memilih bisnis-bisnis prospektif dan memenangkannya: “where to play and how to win”.

10. Contagious: Why Things Catch On
by Jonah Berger
(Simon & Schuster, 2013)

Ingat, konsumen sudah tak lagi mendengarkan iklan, mereka mendengarkan teman-temannya. Karena itu word of mouth marketing kini begitu hot dan ampuh. Pertanyaannya, bagaimana pesan-pesan produk Anda bisa menjalar dari satu teman ke teman berikutnya secara massif? Buku ini memberikan jawabannya. Melalui riset mendalam, penulis yang merupakan profesor pemasaran dari Wharton, memberikan enam prinsip dasar menjalarkan pesan dari produk Anda.

Selamat tahun baru 2014

Keep reading, keep writing, keep inspiring…

5 comments

1 Wahyu Awaludin { 12.31.13 at 6:09 am }

parah mas. gw baru baca David and Goliath. Yang laennya beloman :(

2 Jurry { 01.02.14 at 9:32 pm }

yang BIG DATA setuju banget sebagai buku 2013 urutan pertama mas..

3 2014: Tahun Si Kecil — yuswohady.com { 01.11.14 at 1:16 am }

[...] punya waktu membaca. Biasanya di awal bulan Desember saya list sejumlah buku yang menurut saya “the best book of the year”. Lalu dilihat mana-mana yang belum terbaca dan kemudian dikebut baca agar sebelum pergantian [...]

4 Fuad { 01.12.14 at 1:21 pm }

Dear yuswohady

can i know where i can get all that book?
or there is e-book avail, because it more practice for me ^_^

thanka a million for sharing :D

5 Best Business Book 2014: My Picks — yuswohady.com { 01.01.15 at 2:10 pm }

[…] See: Best Business Book 2013 […]

Leave a Comment