E=wMC2 | Marketing Becomes Horizontal
Random header image... Refresh for more!

Imlek

Imlek seperti halnya Lebaran dan Natal adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh para marketer. Ya karena ketika datang Imlek “hawanya” adalah belanja, belanja, dan belanja. Belanja apa saja, dari baju, komputer, hingga mobil, tak hanya terbatas barang-barang yang terkait dengan pernik-pernik Imlek. Karena nafsu besar, maka di hari istimewa itu pun konsumen lebih gampang diyakinkan untuk berbelanja membeli produk Anda

Imlek tahun ini lebih seru karena ber-shio naga air. Naga dipercayai sebagai makhluk tertinggi yang menjadi raja semua hewan di alam semesta. Shio naga air melambangkan kekuatan, kebaikan, keberanian, dan pendirian teguh. Yes! Makin seru Imleknya, makin seru belanjanya.

Imlek dimanfaatkan marketer untuk jualan. Beragam upaya mereka lakukan mulai dari memberi diskon gedhe-gedhean, merancang bulan promo, memberi hadiah, menggelar sayembara, mengusung pameran seperti yang terjadi di produk properti dan furnitur. Coba buka surat kabar sekarang, pasti akan Anda temui iklan-iklan jumbo beragam produk yang berlomba-lomba memanfaatkan momen Gong Xi Fa Cai. Di masa Imlek, pokoknya tak ada hari, jam, atau bahkan detik tanpa jualan. Berikut ini tips jualan di Imlek di tahun naga.

Midnite Sale
Sale gedhe-gedhean menjadi alat utama pemasar untuk menggaet pembeli di masa Imlek. Banyak trik yang mereka gunakan untuk merayu pembeli mulai dari “best price”, diskon hingga 70%, midnite sale, obral. Perlu diingat, kini perayaan Imlek bukanlah “milik” masyarakat Tionghoa saja tapi sudah merupakan perayaan semua kalangan masyarakat Indonesia seperti halnya event Lebaran, Natal, dan Tahun Baru. Karena itu Imlek merupakan kesempatan emas dimana konsumen sedang “hot-hot”nya berbelanja.

Celebration
Ingat, spirit Imlek adalah perayaan: celebration. Karena itu seringkali konsumen berbelanja bukan karena mereka butuh produk yang dibeli, tapi lebih karena ingin merayakan Imlek. Consumer want to buy because of the “celebration”. Mereka yang merayakan Imlek misalnya, membabi buta berbelanja di saat Imlek lebih karena ingin menyenangkan segenap handai-taulan dengan angpao dan hadiah yang punya kesan dalam. Sebagai marketer Anda harus jeli melihat “spirit perayaan” ini. Berdasarkan perilaku beli seperti itu coba Anda rancang program-program Imlek promo yang pas.

Be Creative!
Karena kebanyakan orang membeli di hari Imlek dalam rangka memberikan hadiah dan menyenangkan orang lain, harga bukan menjadi pertimbangan utama bagi konsumen. Karena itu, sesungguhnya program diskon bisa dihindari agar profit Anda tak tergerus lebih dalam. Daripada menggelar diskon, akan lebih efektif jika Anda menciptakan program pemberian bonus dan beragam hadiah, pemberian cash back, bonus instan untuk pembelian minimal tertentu, pemberian voucher belanja, atau pemberian point reward. Diskon memang ampuh untuk merayu pembeli, tapi ingat mainkan beragam alat-alat sales promotion secara efektif dan kreatif. Kuncinya: be creative, be innovative…and get out of the crowd

Touch the Heart
Orang selalu menggunakan kesempatan perayaan Imlek untuk menyatukan dan mengakrabkan seluruh anggota keluarga. Dalam tradisi Imlek misalnya, seluruh anggota biasanya berkumpul untuk makan-makan bareng. Karena itu Imlek menjadi sebuah momen yang sangat emosional dan punya makna dalam bagi yang merayakannya. Karena latar belakang itu, program-program promo Anda haruslah dirancang seemosional hingga menyentuh rasa kebersamaan keluarga. Imlek juga diidentikkan dengan spirit harapan yang lebih baik (di tahun depan), kemakmuran, dan kesejahteraan. Karena itu program promosi yang Anda gelar harus menggunakan tema dan spirit kemakmuran dan kesejahteraan. Sentuhlah hati konsumen.

Reach Tionghoa Customers
Segmen pasar Tionghoa adalah segmen pasar yang sangat menggiurkan. Wajar saja karena mereka memiliki tradisi entreprenership dan jiwa dagang yang tinggi sehingga umumnya memiliki dan mengelola bisnis sendiri. Mereka umumnya adalah kaum berduit dengan daya beli tinggi. Tapi ingat, mereka adalah smart customers yang sangat kritis dalam membeli barang. Kenapa? Ya karena umumnya mereka sendiri adalah pedagang lihai. Nggak gampang menaklukkan mereka. Nah, perayaan Imlek adalah momen yang tepat bagi marketer untuk lebih mendekatkan diri dan menaklukkan hati mereka.

Gong XI Fa Cai…

4 comments

1 ahmad turamsili { 01.22.12 at 2:08 am }

Luar biasa! Tulisan hebat!! Matur suwun ilmune ya Mas Siwo.
Sukses!

2 seenlook { 01.27.12 at 4:01 am }

Ya..ya…ya…harus ‘jeli’ melihat moment yg mulai dlirik masyrkat…naga-naganya (gelagat) positif…*amiin*

3 ngupingers { 02.06.12 at 9:39 am }

Maulid nabi juga mengiurkan lho, tapi kelihatannya belum terlalu dieksplore oleh marketer

4 Budi Wiyono { 02.25.12 at 7:10 am }

Mas,
Betul… Di Semarang, cara mencari tempat makan yang dijamin mak nyus adalah bisa dilihat dari pengunjung mayoritas rekan rekan Tionghoa. Mie Jawa, Bakso, Soto, Nasi Goreng Babat, Nasi Gandul, what ever.. Terlihat jika mereka ngantri dengan mobil mobilnya, tidak peduli penjualnya cuma Warung Tenda… pasti ENAK! :)

Leave a Comment