E=wMC2 | Marketing Becomes Horizontal
Random header image... Refresh for more!

CROWD “Marketing Becomes Horizontal” – Manifesto #2: Your Customers Are EVANGELISTS. They Are Your Voluntary Sales Force.

* Ini adalah tulisan berseri saya mengenai E = wMC2 di Majalah Warta Ekonomi bulan Agustus 2008

Ayat-Ayat Cinta memang fenomenal. Film ini hebat karena mencapai rekor jumlah penonton yang tak tertandingi oleh film manapun dalam sejarah perfilman negeri ini. Di Indonesia sebuah film bisa dikatakan box office jika ia bisa mengumpulkan setengah juta penonton. Harap tahu saja, sampai saat ini Ayat-Ayat Cinta sudah ditonton oleh sekitar 7-8 juta penonton. Kenapa film ini menuai sukses luar basa? Jawabannya akan menarik kalau dikaitkan dengan hukum E = wMC2.

Focus on your Evangelists!!!

Focus on your Evangelists!!!

Saya bisa pastikan, Ayat-Ayat Cinta tak akan bisa sefantastis itu tanpa kehadiran social media seperti blog, Friendster, Facebook, Yahoogroups, atau Youtube. Kenapa rupanya? Karena melalui media baru itu buzz dan viral dari film tersebut “merambat” secepat kilat dari satu konsumen ke konsumen berikutnya.

Awalnya seorang cewek ABG nonton begitu trenyuh—sampai menangis—menuliskan kesan di blognya. Tulisan itu dibaca 10 teman satu kelas. Karena penasaran, masing-masing 10 teman tersebut langsung ngacir ke gedung bioskop ikutan nonton. Begitu nonton, kejadian yang sama berulang. Masing-masing 10 orang itupun trenyuh dan menuangkannya ke blog mereka masing-masing. Berikutnya, tulisan di blog itu di baca 10 orang teman yang lain lagi. Demikian seterusnya, viral itu merambat demikian cepat, sehingga dalam waktu singkat prmosi murah dari mulut ke mulut (word of mouth) menyebar begitu cepat bak wabah kolera.

Itu artinya, tanpa sadar Ayat-Ayat Cinta telah menciptakan dan menggerakkan para ”EVANGELIST” untuk mempromosikannya. Customer evangelist tak lain adalah pelanggan yang dengan sukarela ”memberitakan kabar baik” dan mempromosikan produk ke pelanggan yang lain. Mereka memberikan referal dan rekomendasi produk ke pelanggan yang lain. Satu hal perlu Anda ingat: referal dan rekomendasi memiliki kekuatan menjual seribu bahkan sejuta kali lebih hebat dibanding ocehan salesman.

Referral is Your Currency
Inilah kadahsyatan hakiki hukum E = wMC2, yaitu ketika pelanggan bisa Anda dayagunakan menjadi ”jaringan salesman” fanatik yang dengan sukarela menjual dan mempromosikan produk Anda. Ciptakan ”club of evangelist” dan bangunlah kekuatan yang maha dahsyat dengan menjadikan pelanggan sebagai ”salesman” yang jujur, orisinil, natural, dan objektif dalam mempengaruhi konsumen lain.

Jadi dalam hukum E = wMC2 tugas Anda sebagai marketer hanya dua:
Task #1: Build your ”club of evangelists”
Task #2: Drive them to be your voluntary salesmen.

Robert T Kiyosaki pernah mengatakan: ”Janganlah Anda bekerja keras membanting tulang untung mencari uang, tapi uanglah yang harus Anda suruh bekerja keras untuk Anda”. Mengacu ke Kiyosaki, saya pun mengatakan: ”Janganlah Anda bekerja keras membanting tulang untuk mencari pelanggan, tapi PELANGGAN lah yang harus bekerja keras untuk Anda.

Pemasaran yang cerdas bukanlah Anda susah payah menjangkaui 90% konsumen Anda dengan ”ngebom” pakai TVC, iklan di koran-koran besar, atau pasang Billboard di jalan-jalan protokol. Pemasaran yang cerdas adalah bagaimana menemukan 10% saja dari konsumen tersebut kemudian membentuknya menjadi ”club of evangelist”, dan menggerakkan mereka untuk mempengaruhi 90% konsumen yang lain. Inilah pemasaran yang menggunakan hukum E = wMC2.

Dalam E = wMC2, referal dan rekomendasi merupakan penentu kesuksesan Anda.
Referral is a customer gift!!!
Referral is your key competitive advantage!!!
Referral is your currency of success!!!

Seberapa banyak Anda bisa mendorong pelanggan untuk memberikan referal ke pelanggan lain akan menentukan kemampuan Anda bersaing dan sukses di pasar.

C2C Revolution
Kalau Pelanggan mengambil alih peran sebagai salesman, maka pendekatan pemasaran yang Anda lakukan bukan lagi pendekatan pemasaran tradisional. Kalau Anda menggunakan hukum E = wMC2 maka pendekatan pemasaran Anda bergeser dari mass marketing menjadi word-of-mouth marketing; Dari ”vertikal” (yaitu dari ”producer to customers”) menjadi ”horisontal” (yaitu dari ”customer to customer”). Itu sebabnya saya katakan: era E = wMC2 adalah ”era customer to customer (C2C) marketing”. Era E = wMC2 adalah era “C2C revolution”

Dulu kekuatan C2C marketing tak ada artinya karena word-of-mouth dan referal tak bisa bebas menyebar dari satu konsumen ke konsumen lain karena si konsumen harus bertemu secara fisik. Tapi kini, ketika blog, internet messaging (IM), podcast, Friendster, Yahogroups, YouTube, Facebook, dan berbagai bentuk SOCIAL MEDIA begitu dekat dengan keseharian kita, konsumen bisa berinterasi satu sama lain secara intens dengan mudah tanpa harus bertemu secara fisik.

Keberadaan social media inilah yang memungkinkan. word-of-mouth dan referal menjadi kekuatan pemasaran yang tak ada tandingannya. Seperti kasus Ayat-Ayat Cinta di atas, melalui media baru tersebut word-of-mouth dan referal bisa menyebar begitu massif dan menjangkau jutaan konsumen dalam hitungan jam bahkan menit.

Satu hal perlu Anda ingat, di tengah maraknya social media saat ini:
Mass marketing is dying…
Vertical marketing is dying…
C2C marketing is rising!!!

0 comments

There are no comments yet...

Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment