#TwitLeader
#TwitLeader adalah sebutan yang saya berikan untuk para pemimpin di berbagai bidang dan sektor, yang menggunakan Twitter untuk berkontribusi dan membawa kebaikan bagi masyarakat. Mereka bisa CEO, manajer, atau wirausahawan di sektor bisnis. Mereka bisa politisi partai, anggota DPR, pejabat negara, atau akademisi di sektor publik. Mereka juga bisa aktivis LSM, aktivis gerakan sosial, pekerja sosial, seniman, intelektual, wartawan, mahasiswa, atau selebriti di sektor sosial-kemasyarakatan. Yang saya maksud pemimpin di sini tentu saja bukan hanya sebatas pemimpin sebagai “posisi” atau “jabatan“, tapi lebih mendasar lagi, sebagai “kualitas personal”.
Mereka ngetwit dengan semangat keikhlasan untuk membawa perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik. Mereka menjaga karakter dan perilaku agar bisa menjadi role model bagi para followers-nya. Melalui twit mereka berbagi, memberi informasi, dan menginspirasi untuk menebar kebaikan bagi masyarakat yang menjadi followers-nya. Melalui twit-twit nya, mereka mendayagunakan potensi-potensi yang ada di masyarakat untuk menghasilkan inisiatif-inisiatif yang bermanfaat bagi orang banyak. Dengan pengaruhnya yang luar biasa, bahkan mereka bisa memicu gerakan sosial untuk membawa perubahan positif di masyarakat.
Dan yang terpenting dari itu semua: mereka diikuti oleh ribuan, bahkan ratusan ribu followers karena kontribusi yang telah mereka sumbangkan kepada para followers tersebut. Mereka memperoleh trust dan integritas sebagai pemimpin karena pengabdian dan kontribusi ini. Yup, “leadership is about contributions for the followers’ personal growth”. Mereka adalah guru yang luar biasa karena “the best leader is a passionate teacher“. [Read more →]
January 19, 2013 4 Comments
Local Challenger
Hari Jumat lalu (11/1) saya ketemu dan ngobrol gayeng dengan mbak Petty Fatimah, pemimpin redaksi majalah Femina di kantornya di kawasan Kuningan, Jakarta. Banyak hal kita obrolkan, namun yang menarik adalah ngobrolin bagaimana Femina bertransformasi dan membangun strategi untuk merespons dua biggest challenges yang dihadapinya.
Pertama adalah serangan bertubi-tubi dari pesaing global yang sejak beberapa tahun terakhir tiba-tiba begitu agresif menyerbu Tanah Air. Seperti kita tahu, 5-10 tahun terakhir majalah-majalah wanita global seperti koor tiba-tiba berebutan masuk ke Indonesia dengan menawarkan konten bernuansa global woman lifestyle. Kedua, serangan “tsunami digital” yang secara disruptive menyapu seluruh print media tanpa pandang bulu. Terakhir kita mendengar kabar mengejutkan, Newsweek yang sudah beredar 80 tahun akhirnya keok juga. [Read more →]
January 12, 2013 1 Comment
Tiga Sosok #e3000
Consumer 3000 (#c3000) adalah sebutan saya untuk konsumen kelas menengah Indonesia, sementara entrepreneur 3000 (#e3000) adalah sebutan saya untuk wirausahawan kita yang berasal dari kalangan kelas menengah. Kenapa entrepreneur 3000? Ya, karena pertumbuhan kelas menengah yang luar biasa di Indonesia (jumlahnya mencapai 8-9 juta kelas menengah baru per tahun) berpotensi memicu gelombang tumbuhnya wirausaha yang menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi.
Pasalnya, kelas menengah merupakan sumber potensial bagi terbentuknya kelompok wirausahawan (pool of entrepreneurs) yang sangat strategis bagi perekonomian Indonesia. Pertama, karena kelas menengah merupakan kelompok masyarakat yang berpengetahuan (kowledgeable) dan punya potensi inovasi dan kreativitas amat tinggi (Richard Florida menyebutnya “creative class”). Kedua, mereka memiliki kemampuan pemupukan modal yang baik karena memiliki cukup duit menganggur (discretionary income). Ketiga, mereka juga kelompok masyarakat yang paling melek teknologi, terutama ICT (information & telecommunication technology). [Read more →]
January 5, 2013 8 Comments
2012’s Best Book and CD
Dua hal menjadi passion saya: membaca buku dan mendengarkan jazz. Hampir tiap minggu saya mencek buku-buku terbaru di Periplus atau Kinokuniya dan berburu CD di Musik Plus, Duta Suara Sabang atau Aquarius Kebayoran. Buku dan musik membuat hidup saya begitu indah. Untuk menutup tahun 2012 akan awasome jika saya berbagi cerita mengenai buku-buku dan album-album hebat yang saya baca dan dengar di tahun 2012. Berikut ini list-nya: lima untuk buku dan lima untuk album jazz.
Yuswohady’s 2012 Biz Book Picks
1. Thinking, Fast and Slow, by Daniel Kahneman
Mengarungi pemikiran Daniel Kahneman, penerima Nobel bidang ekonomi tahun 2002, dalam buku ini kita diajak menelanjangi kegagalan manusia sebagai pelaku ekonomi dalam berpikir rasional dan obyektif. Begitu banyak bias dan kekeliruan yang kita buat sehingga penilaian (judgement), pilihan (choice) atau keputusan (decision) yang kita ambil menjadi melenceng dari koridor rasionalitas dan obyektivitas. Buku ini adalah sebuah karya masterpiece yang merangkum (dengan sangat padat-presisi, kaya detil, komprehensif, tapi tetap entertaining) keseluruhan pemikiran Kahneman yang membentang selama 40 tahun terakhir. [Read more →]
January 1, 2013 1 Comment
Merayakan Tahun Baru
Dulu waktu saya masih tinggal di kampung, tahun baru adalah hal biasa. Pergantian tahun lewat begitu saja tanpa kembang api memecah-mecah langit, tanpa perayaan glamor di mal-mal, tanpa selebrasi di kafe-kafe atau hotel-hotel berbintang, tanpa konser musik semalaman, tanpa ada “hitung mundur” yang mendebarkan.
Dulu pergantian tahun meluncur mulus dengan kekhusukan, kesederhanaan, dan refleksi penuh makna. Kini tahun baru begitu bersinar, begitu penuh dengan perayaan, begitu penuh dengan glamor dan kehedonisan. Dulu penuh kekhidmatan, kini penuh dengan hingar-bingar. Dulu penuh kepolosan, kini penuh dengan kosmetik.
Wajar saja, karena dulu waktu di kampung saya masih pusing tujuh keliling bergumul dengan urusan perut. Kini, ketika urusan perut sudah terlewati, kebutuhan dan tuntutan kita akan tahun baru menjadi kian sophisticated. Tahun baru yang dulu kita lewati dengan begitu enteng dan sederhana sekarang menjadi begitu kompleks dan neko-neko.
Bagaimana kita semua kini merayakan tahun baru? Saya akan mencoba memberikan laporan pandangan mata langsung dari TeeKaaaPeeee…!!! [Read more →]
December 30, 2012 12 Comments
Authentic vs Gincu
Saya sebut “authentic branding” karena senjatanya adalah authenticity. Saya sebut “gincu branding” karena senjatanya gincu. Authenticity adalah sesuatu yang orisinil, tak dibikin-bikin, penuh kepolosan, penuh kejujuran, penuh keikhlasan, nir-rekayasa. Sementara gincu adalah lambang kepalsuan. Ya, karena dengan gincu wanita yang jelek bisa disulap menjadi cantik. Dengan gincu, yang polos menjadi menor. Dengan gincu keindahan bisa dipalsukan.
Di ranah branding politisi, saya berani berteriak: “Wahai para calon bupati, para calon walikota, para calon gubernur, para calon anggota DPR, juga tentu calon presiden, gunakanlah authentic branding”. Saya juga lantang berkoar: “Wahai para bupati, para gubernur, para anggota DPR, juga presiden, enyahkan jauh-jauh gincu branding. Enyahkan jauh-jauh kepalsuan, kemunafikan, politiking, dan perekayasaan dalam melakukan komunikasi politik dan membangun personal brand.”
Untuk menjelaskan apa itu authentic branding dan gincu branding ada baiknya saya menggunakan contoh-contoh yang gampang dan mudah dicerna. [Read more →]
December 22, 2012 9 Comments
Early AM Market
Saya menyebutnya “early AM market”. Idenya dari judul lagu jazz fusion favorit saya di tahun 1980-an “Early AM Attitude” besutan duo musisi jazz kondang Dave Grusin dan Lee Ritenour. AM sendiri singkatan dari “ante meridiem” yaitu rentang waktu antara jam 12 malam hingga jam 12 siang. Jadi “early AM” adalah rentang waktu di sekitar pukul 12 tengah malam hingga 3 dini hari.
Saya menamainya “early AM market” untuk menyebut peluang pasar luar biasa yang muncul di rentang waktu tengah malam hingga dini hari. Peluang pasar ini mendadak-sontak marak luar biasa tiga tahun terakhir seiring dengan tumbuh pesatnya konsumen kelas menengah (“Consumer 3000”) di Indonesia. Maraknya pasar baru inilah yang membuat pemain seperti 7-Eleven (“Sevel”) mencapai sukses luar biasa, layanan Indomaret 24 jam begitu mencorong, atau McCafe begitu digandrungi anak muda. [Read more →]
December 15, 2012 4 Comments
2013: The Creative Year
Tahun 2013 berbagai kondisi ekonomi, bisnis, dan politik di dalam negari maupun global tidak begitu bersahabat. Di tingkat global krisis di Eropa dan krisis fiskal Amerika Serikat berujung pada bayang-bayang resesi ekonomi dunia yang masih terus mengintai. Sementara di dalam negeri, beberapa perkembangan negatif dari demo buruh hingga acang-ancang pemilu merupakan mendung yang menggayuti dunia usaha kita.
Namun di tengah perkembangan yang suram tersebut, jangan lupa Indonesia kini sedang di masa-masa awal transformasi struktural jangka panjang yang menjadi driver positif bagi menggeliatnya perekonomian nasional di tahun 2013 dan tahun-tahun berikutnya. Salah satunya adalah pertumbuhan konsumen kelas menengah yang menjadi pilar kekuatan pasar domestik. [Read more →]
December 5, 2012 2 Comments
Global Chaser
Hari jumat kemarin (30/11) saya punya kesempatan ngobrol dengan pak Redesmon Munir, Overseas Marketing Manager, Pertamina Pelumas di gedung Oil Center, Jl. Thamrin. Banyak hal kita obrolkan, tapi yang paling seru adalah cerita bagaimana Pertamina Pelumas masuk pasar luar negeri. Surprise juga, ternyata kini produk Pertamina Pelumas seperti Fastron, Mesran, atau Prima XP sudah merambah 23 negara dari Australia hingga Afrika Selatan; dari Pakistan hingga Swiss.
Ujar pak Redes, kiprah ekspansi Pertamina Pelumas ke pasar global bisa dibilang belum lama, sekitar 5 tahun terakhir. Awalnnya, Pertamina Pelumas menggandeng SK Lubricants dari Korsel melalui co-branding, ya karena waktu itu awam sama sekali tidak memiliki pengalaman dan jaringan di pasar luar negeri. Namun setelah menggali pelajaran dari si mitra selama sekitar 2 tahun akhirnya ia mulai pede untuk memasarkan produknya ke negara-negara sasaran lain. Fastron misalnya, kini sudah ada di beberapa supermarket di Jepang atau ada di bengkel-bengkel tertentu di Australia. [Read more →]
December 1, 2012 1 Comment
Siapa Kelas Menengah?
Di Indonesia saat ini kita sedang dilanda uforia mengenai kelas menengah. Banyak kalangan (presiden, menteri, politisi, pakar, mahasiswa) bicara mengenai kelas menengah Indonesia yang tumbuh luar biasa. Kemajuan apapun sekarang dikaitkan dengan kelas menengah: Starbucks dan 7-Eleven boom dikaitkan dengan kelas menengah; Indonesia menjadi negara terbesar ketujuh di dunia pada tahun 2030 dikaitkan dengan kelas menengah; jalanan macet dikaitkan dengan kelas menengah; termasuk narkoba dan korupsi marak dikaitkan dengan tumbuhnya kelas menengah. [Read more →]
November 26, 2012 1 Comment








