Indonesia Middle-Class Consumer Forum 2013
Center for Middle-Class Consumer Studies (CMCS) yang didukung oleh Inventure dan majalah SWA akan menggelar event: Indonesia Middle-Class Consumer Forum (IMC Forum) 2013: New Consumers, Big Opportunities, di Hotel Gran Melia Jl. Rasuna Said, Jakarta, Rabu, 27 Februari, 2013, pk.13-17. Seminar ini akan ditutup dengan penyerahan penghargaan: Indonesia Middle-Class Brand Champion 2013 kepada merek-merek di 54 kategori produk dari bank hingga FMCG, dari gadget sampai penerbangan.
Dalam forum ini juga akan dipresentasikan executive summary dari: Indonesia Middle-Class Consumer Report 2013, sebuah laporan hasil survei konsumen kelas menengah yang dilakukan di 9 kota utama Indonesia. Laporan berjudul: Uncovering the Aspirations, Values, and Behaviors ini merupakan hasil survei paling mendalam dan paling komprehensif mengenai konsumen kelas menengah di Indonesia.
February 22, 2013 1 Comment
Ikutan Seminar Kelas Menengah Yuk…
Center for Middle-Class Consumer Studies (CMCS) yang didukung oleh Inventure dan majalah SWA akan menggelar event: Indonesia Middle-Class Consumer Forum (IMC Forum) 2013: New Consumers, Big Opportunities, di Hotel Gran Melia Jl. Rasuna Said, Jakarta, Rabu, 27 Februari, 2013, pk.13-17. Seminar ini akan ditutup dengan penyerahan penghargaan: Indonesia Middle-Class Brand Champion 2013 kepada merek-merek di 54 kategori produk dari bank hingga FMCG, dari gadget sampai penerbangan.
Dalam forum ini juga akan dipresentasikan executive summary dari: Indonesia Middle-Class Consumer Report 2013, sebuah laporan hasil survei konsumen kelas menengah yang dilakukan di 9 kota utama Indonesia. Laporan berjudul: Uncovering the Aspirations, Values, and Behaviors ini merupakan hasil survei paling mendalam dan paling komprehensif mengenai konsumen kelas menengah di Indonesia.
Temen-temen, karena rupanya banyak banget temen-temen yang berminat, saya punya 5 tiket lagi untuk mengikuti event luar biasa ini. Temen-temen yang berminat ikutan, silahkan mention via Twitter saya @yuswohady atau respon melalui blog saya ini. Cepetan ya… soalnya event-nya tinggal besok.
CU @ Grand Melia…
February 22, 2013 12 Comments
Kultwit #Obsat: “Digital Tsunami”
Temen-temen, untuk “pemanasan” Obrolan Langsat #Obsat nanti malam (18/2) mengenai “Digital Tsunami: The Media Company Challenges“, ada baiknya saya kultwit materi yang mau kita obrolkan, agar kita punya gambaran mengenai apa yang mau kita obrolkan dan nggak nglantur ke sana kemari. Berikut kultwitnya, monggo disarap:
1.Revolusi teknologi digital (saya sebut #tsunamiDigital) telah menggerogoti pilar2 industri media khsususnya cetak
2.Korban terakhir adl Newsweek yg Jan 2013 lalu mghentikan edisi cetak n scr penuh mjd online stlh 80th beroperasi.
3. #TsunamiDigital menuntut media cetak melakukan “creative destruction” utk tetap survive. Change or Die!
4.Media cetak hrs mengubah model bisnis dr “single platform” ke “multi platform” utk bs survive
5. Mindset media cetak hrs berubah dr “menjual berita” mjd “pengelola komunitas konsumen”
6. Mrk hrs bertransformasi dr “media company” mjd “community company”.
6. Slma ini media cetak memiliki advantage krn memiliki basis konsumen/pembaca yang sgt besar
7.Basis pembaca ini yang hrs dikonversi mjd komunitas konsumen yg bs dimonetisasi
8.Media cetak bisa memiliki banyak komunitas (tak cukup hanya 1) mengacu pd common interest yg ada pd pembaca mrk
9.Komunitas pembaca ini hrs difasilitasi agar berkembang sesuai common interest anggota komunitas tsb
10.Jd midset media cetak hrs berubah dr “news producer” mjd “community facilitator”
11.Karena itu “Chief Editor” di media cetak sdh waktunya diubah mjd “Chief Community Officer” (CCO)
12.Seorang CCO tak cukup hy piawai meramu berita tp jg mjd “facilitator” bagi setiap member komunitas
13. CCO hrs seorang connector bagi member, networker bagi partner, listener yg empatik, dan conversation-builder
14. Perubahan ini menuntut media cetak tak sekedar “menjual space iklan” kpd advertiser, tp mjd “konsultan komunikasi”
15.Maksudnya, stlah py komunitas solid, maka mrk hrs bs menemukan ide2 program komunikasi utk ditwrkan ke para advertiser
16.Ide2 program itu ditawarkan kpd advertiser sbg “solusi komunikasi terintegrasi” yg memiliki nilai monetisasi tinggi
17.Jadi pendekatan jualannya berubah dr pasif “menunggu warung” mjd proaktif “jemput bola” ke pr advertiser
18.Klo sdh bgini, maka CRM dan database komunitas mjd “nyawa” bagi media krn menentukan kualitas solusi yg diberikan
19.Transformasi dr “media company” mjd “community company” menuntut prubahan mindset dan paradima
20.Krn itu perubahan terbesar n paling sulit adl perubahan budaya: “culture transformation” dr awak media.
21.Bgmn pengalaman Femina, SWA, Jawa Pos, dan Kompas bertransformasi dari “media company” mjd “community company”?
22.Mari simak Obsat mlm ini brsma Petz09 (Femina), @kemalGani (SWA), @krismoerwanto (Jawa Pos), @etaslim (Kompas), @handoko_h
23.Mlm ini Obrolan Langsat #Obsat akan dimulai pk.19 di Jl.Langsat 3A, ayok dtg
February 18, 2013 1 Comment
Pendekar Bodoh
Hari Jumat (15/2) lalu saya ketemu pak David Marsudi, presiden direktur jaringan restoran D’Cost. Orang satu ini luar biasa nyentrik-nya. Dia misalnya, menyebut dirinya sebagai “pendekar bodoh” (nama perseroan D’Cost adalah PT. Pendekar Bodoh). Kenapa? Karena, menurut dia, menjadi pengusaha itu harus terus-terusan merasa bodoh. “Karena merasa bodoh, maka kemudian kita harus terus belajar. Kalau kita sudah pintar, kita berhenti belajar,” ujarnya.
Pada saat mau ketemu pak David, kebetulan saya melewati meja resepsionis dengan latar belakang logo D’Cost Academy, training center jaringan resto bersemboyan: “Mutu Bintang Lima, Harga Kaki Lima” ini. Yang mengusik saya adalah tagline D’Cost Academy yang bunyinya menggelitik, “Stupid Guys Keep Learning”; orang bodoh selalu belajar. Intinya, tagline itu ingin mengatakan, semua karyawan D’Cost adalah orang bodoh, dan karena itu akan selalu belajar. “Kami adalah orang-orang bodoh berjiwa pendekar,” tukasnya.
Ruarrr biasa!!! Terus terang, setelah hampir dua jam saya ngobrol dengan pak David, saya jadi malu abis karena selama ini saya merasa pinter dan sok keminter. Padahal sesungguhnya nggak ada apa-apanya dibanding pak David… hehehe.
February 16, 2013 18 Comments
Self-Publishing Revolution
Siapapun Anda kini bisa menulis dan menerbitkan buku Anda, dan kemudian mendistribusikannya ke komputer, tablet, atau smarthphone siapapun di seluruh penjuru Dunia. Inilah yang disebut Guy Kawasaki sebagai “self-publishing revolution“. Kata Kaw, “The distribution of books from authors to readers is more direct, immediate, and inexpensive than ever.”
Anda penulis pemula dan naskah Anda ditolak penerbit? Jangan kawatir, Anda harus mengikuti tips-tips jitu dalam ebook “Self-Publishing Revolution” karya Guy Kawasaki berikut yang saya unggah khusus untuk temen-temen para blogger dan writter geeks. Silahkan unduh file pdf-nya di link berikut: Self Publishing Revolution – Change This – Guy Kawasaki
Selamat membaca… Selamat memasuki a wonderful long tail world…
February 14, 2013 4 Comments
Obsat – Digital Tsunami: “The Media Company Challenges”
Berawal dari tulisan “Local Challenger” dan “Chief Community Officer” mengenai strategi multi-platform Femina terpicu diskusi gayeng di ranah Twitter mengenai nasib media (khususnya cetak) di tengah ontran-ontran “tsunami digital”. Kebetulan masih fresh kejadian memilukan awal Januari 2013 lalu ketika Newsweek, raksasa media yang begitu perkasa selama 80 tahun, terpaksa harus menghentikan edisi cetak untuk secara full hanya terbit dalam edisi online. Orang-orang hebat dan otoritas di industri media terlibat dalam diskusi itu seperti @petz09 (Femina), @KemalGani (SWA), @krismoewanto (Jawa Pos), @etaslim (Kompas.com), @bangwinissimo (dulu Yahoo.com), @handoko.h (penulis buku “Brand Gardener”) Diskusi gayeng itu akhirnya berujung pada keinginan kopdar untuk membahas topik ini secara lebih intens.
Keinginan kopdar pun diwujudkan, saya mengontak mereka satu persatu, dan melalui diskusi di Twitter akhirnya disepakati kopdar “Obrolan Langsat” (Obsat), Indonesia Brand Forum (@IDbrandforum), sekaligus kumpul-kumpul komunitas “Lifetime Learner” (@LTlearnerID) dilaksanakan pada: Senin 18 Februari 2013, di Rumah Langsat, Jl. Langsat 1 No 3A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pk 19.00 WIB. Topiknya adalah: “Digital Tsunami: The Media Company Challenges”.
Karena obrolan ini merupakan forum horizontal, maka siapapun nanti diundang untuk berkontribusi membagikan perspektifnya. Namun untuk pancingan para “guru media” akan berbagi pengalaman mengenai strategi yang telah mereka jalankan untuk survive dan sukses di tengah revolusi digital, mereka adalah: Petty Fatimah (Femina), Krismoerwanto (Jawa Pos), Edy Taslim (Kompas.com), Kemal Gani (SWA), Handoko Hendroyono (penulis buku Brand Gardener). Saya Yuswohady, akan memandu obrolan santai tapi bernas ini.
Host dari obrolan ini adalah Rumah Langsat dengan “induk semang”-nya mas @didinu dan @Ndorokakung. Sambil ngobrol ngalor-ngidul kita akan “cakrukan” sambil menikmati sego kucing khas Mbayat, Klaten.
Indonesia Brand Forum blog -> http://www.indonesiabrandforum.com
February 10, 2013 1 Comment
Local Wisdom
Kearifan lokal (local wisdom) rupanya bisa menjadi senjata ampuh merek lokal dalam menghadapi serangan agresif merek global. Resep ampuh inilah yang digunakan Martha Tilaar Group (MTG) untuk menghadapi raksasa kosmetik global sekaligus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Beberapa hari lalu saya ngobrol santai dengan pak Sam Pranata, Direktur Marketing MTG di sebuah kafe di Kuningan. Kata pak Sam, di lingkungan MTG strategi ini biasa disebut “East Meet West”, yaitu mengambil yang terbaik dari dunia Timur yaitu kekayaan hayati dan kearifan lokal; dan mengambil yang terbaik dari dunia Barat yaitu teknologi dan manajemen. [Read more →]
February 9, 2013 1 Comment
The Six Social Media Skills for Leader
Surving, surving… Searching, searching… Googling, Googling… eeh ketemu artikel jempolan. Terbit di McKinsey Quarterly paling gresss (edisi February, 2013), artikel ini menawarkan sebuah model mengenai enam skills yang harus dimiliki oleh setiap leader berkaitan dengan bagaimana si leader menyikapi “mainan baru” bernama: social media.
Melek media sosial (“Social media literacy”) bagi seorang leader, menurut artikel ini, nantinya akan menjadi sumber competitive advantages yang luar biasa. Penasaran? Silahkan klik link berikut, formatnya pdf sehingga enak dibaca dan disimpan. Selamat melumat ilmu yang berguna tiada tara ini… sharing is amazing!!!
The Six Social Media Skills Every Leader Needs
February 4, 2013 No Comments
Every Business Is a Blogging Business
Setiap minggu secara rutin saya membuat 2-3 kolom untuk berbagai media cetak maupun online. Rutinitas ini sudah saya jalani selama 15 tahun terakhir. Dulu, saat saya belum punya blog, aktivitas menulis di media cetak terasa “hambar”. Kenapa? Karena setiap kali selesai menulis dan diserahkan ke redaksi, saya tidak tahu tulisan itu juntrungannya ke mana. [Read more →]
February 2, 2013 14 Comments
Chief Community Officer
Ide tulisan ini datang dari obrolan saya dengan mbak Petty Fatimah dari majalah Femina dan diskusi seru di Twitter mengenai nasib media konvensional (khususnya cetak) di tengah terjangan tsunami digital. Mbak Petty adalah Chief Community Officer (CCO) Femina. Saat pertama mengetahui jabatannya melalui kartu nama yang ia berikan, saya langsung kaget. Saya sudah membaca dan mendengar jabatan itu sejak lama dari majalah-majalah bisnis asing atau dari artikel-artikel di internet mengenai socmed dan community marketing. Tapi itu di Amerika, bukan di sini. Memang jabatan itu kini lagi hot-hot-nya di kalangan corporate America.
Di Indonesia, seumur-umur saya baru melihat title itu ya di kartu nama mbak Petty. Saya pun langsung curiga: “Ini title, title-title-an atau title sungguhan?” Ngobrol cukup lama dengan mbak Petty saya kian tahu bahwa itu title sungguhan. Ya, karena model bisnis Femina sudah berubah sedemikian rupa sehingga title “Pemimpin Redaksi” memang sudah tak relevan lagi disandang oleh pimpinan puncak perusahaan media satu ini. [Read more →]
January 26, 2013 6 Comments












