E=wMC2 | Marketing Becomes Horizontal

Random header image... Refresh for more!

Social Media for Qualitative Research

Saya dapat ini dari Slideshare, menarik sekali mengenai riset kualitatif melalui social media, siapa tahu berguna…  :)

March 29, 2010   6 Comments

Social Media Strategy – An Example

Saya menelusur ke sana-kemari… eee ketemu model berikut, siapa tahu berguna…
View more presentations from sanandreas86.

March 27, 2010   No Comments

Social Networks Around the World: A Survey

Ini adalah hasil survei mengenai profil Social Network di seluruh dunia (InSites Consulting 2010), silahkan cek, very insightful:

March 24, 2010   No Comments

Honda’s Strike Back! Ampuhkah?

Setelah lama ditunggu akhirnya Honda bereaksi. Minggu ini saya kaget melihat iklan Honda di surat kabar yang kini tampil lebih pede dan sedikit high profile dengan mengatakan bahwa Honda adalah: “Pemimpin pasar motor Indonesia tahun 2009 dan selama 36 tahun”. Honda juga mengatakan “Populasi motor paling banyak”; “Jaringan purna jual terbesar dan terpadu”; “500 kali menjuarai MotoGP”; “Rajanya motor irit”. Rupanya Honda mulai “keluar dari sarang” untuk menghadapi gempuran klaim pemimpin pasar yang terus dibangun dan digaungkan Yamaha.

“Serangan balik” Honda semacam ini memang ditunggu-tunggu, karena dengan demikian perang di benak konsumen (consumer’s mind) mengenai klaim pemimpin pasar menjadi lebih berimbang. Tanpa adanya “jawaban” dari Honda semacam ini, maka persepsi yang terbentuk di benak konsumen adalah bahwa memang Yamaha lah si pemimpin pasar. Harus diakui memang Yamaha beberapa tahun terakhir sangat cerdik mengklain diri sebagai pemimpin pasar baru. Setiap prestasi yang ia raih selalu ia kampanyekan ke khalayak untuk memperkokoh persepsi sebagai pemimpin pasar. Dan aksi ini memang efektif. [Read more →]

March 18, 2010   3 Comments

Marketer Harus Belajar dari Einstein

Bip… bip… bip…
Twitter di BB-ku meraung-raung.
Lalu pop-up, muncul tweet dari seorang teman nggak tahu dari belahan bumi mana:  “jhagel: 10 Amazing Life Lessons You Can Learn From Albert Einstein http://j.mp/b4SEtM”. Saya coba telusur link-nya, lalu sejenak kemudian mata saya membelalak: “hebat betul pelajaran-pelajaran hidup yang diwariskan Albert Einstein untuk kita semua”. Saya harus sharing-kan ke banyak orang!

Saya tak menelan mentah-mentah 10 pelajaran itu tapi saya ambil cuma lima, biar gampang dicerna para pembaca (Ingat! Kalau Anda punya 100 item prioritas, maka sesungguhnya Anda TAK punya prioritas!!!). Penginnya tahu semua eh… malah lupa semua, karena kebanyakan. Tak hanya itu, saya coba interpretasi 5 pelajaran berharga dari `Einstein itu secara khusus dalam konteks pemasaran, khusus saya peruntukkan bagi para marketers. Berikut ke-lima pelajaran berharga tersebut.

#1 Be Passionatelly Curious
Kata Einstein: “I have no special talent. I am only passionately curious.”

KEINGINTAHUAN adalah sumber kekuatan paling dasar seorang marketer. Dari sebuah keingintahuan, seorang marketer akan bisa menciptakan breakthrough product sehebat iPad atau kopi Starbuck (hehehe… soalnya artikel ini ditulis pas di warungnya Starbuck). Dari rasa keingintahuan yang menggelora, seorang marketer akan tahu persis apa yang diperlukan oleh konsumennya. Dari rasa keingintahuan, seorang marketer akan tahu betul bagaimana harus melakukan enggagement dan menjadi “curhat center” bagi konsumennya. [Read more →]

March 14, 2010   7 Comments

Serangan “The China Price” dan Empat Pilihan Strategi

Beberapa waktu lalu saya ikut bersama rombongan Martha Tilaar Group (MTG) dan teman-teman media melakukan napak tilas ke Yogya dan Solo dalam rangka ulang tahun 40 raksasa kosmetik tersebut. Menarik sekali ngobrol dengan bu Martha Tilaar mengenai China-ASEAN Fair Trade Agreement (CAFTA) kini sedang luas diperbincangkan. Berbeda dengan kebanyakan produsen nasional yang belakangan ini phobia terhadap kehadiran produk Cina, tak terlihat sedikitpun kekhawatiran bu Martha terhadap produk kosmetik murah dari Cina.

Kenapa? Karena, menurut bu Martha, produk-produk MTG memiliki keunikan yang terwujud dari pemahaman MTG yang dalam terhadap kebutuhan dan perilaku konsumen Indonesia. Bu Martha berkeyakinan, kehadiran MTG selama 40 tahun di pasar Indonesia menjadikannya tahu betul seluk-beluk pasar Indonesia, sehingga ia mampu menciptakan produk-produk yang unik yang sulit ditandingi oleh pemain dari Cina. Produk MTG juga sulit ditandingi produk Cina, karena kosmetik adalah industri yang “menjual mimpi” sehingga relatif tak begitu sensitif terhadap penurunan harga.

MTG adalah sedikit contoh produsen nasional yang mampu membangun keunggulan bersaing dengan membangun kompetensi berbasis kelokalan. Bagaimana seharusnya pemain-pemain kita memanfaatkan kompetensi berbasis kelokalan seperti MTG untuk menjadi pemenang melawan serangan produk murah Cina?

Empat Strategi Menghadapi Serangan “The China Price”


[Read more →]

March 9, 2010   15 Comments

Bagaimana Twitter MENJUAL Java Jazz

Malam ini suntuk nyelesaiin buku, 3 hari karantina ngejar deadline.
Ujungnya… “miss Java Jazz tahun ini deh…” :(

Tiba-tiba dilayar BB, bip…bip…bip
Tweet mas Roni (Badroni Yuzirman) nongol…

<Tweeps yg mau nonton @JavaJazz2010 besok, be prepared deh, rame banget, macet, mbl susah msk. Sy td turun di jln, supir parkir entah di mana>

“Ah, mas Roni iseng…”
Lima menit kemudian… bip…bip…bip…

<RT @kompasdotcom: presents LIVE STREAMING Java Jazz 2010 at http://bit.ly/c0uPpr http://bit.ly/bZnTAn>

“Ah… tahun lalu sudah nonton!!!”
Tiga menit kemudian… bip… bip… bip…

<#nowwatching Super Group Java Jazz w/ @indralesmana. Memang super!!!!
Gilang Ramadhan, amazing! Dave Weckl-nya Indonesia>

“Juancuk!!!… Indra Lesmana man!!!”
“Gilang man!!!”
“Dave Weckl-nya Indonesia man!!!”
Semenit  kemudian… bip… bip…bip…

<#nowplaying Bulan Di Atas Asia, hits dr Java Jazz @indralesmana>

“Juancuk lagi!!!… Bulan Di Atas Asia man!!!”

“Juancuk!!! Juancuk!!! Juancuk!!!”
“SUMPAH SETENGAH MATI TIGA KALI!!!”
“Besok saya HARUS nonton Indra!!!”

***

Itulah hebatnya Twitter menjual Java Jazz!
Saya jadi korban tak berdaya!
Persis dibilang di buku CROWD saya:
“Customer is your TRULLY SALESMAN”
Hehehe…
Tx mas Roni

March 5, 2010   2 Comments

Belajar dari “Toyota Recall”

Beberapa minggu terakhir ini adalah cobaan paling berat bagi Toyota selama perjalanan bisnisnya hingga saat ini. Pemanggilan (recall) produk-produk Toyota karena cacat pedal gas di pasar paling kritikal yaitu pasar Amerika, menjadikan reputasi (brand reputation) produsen mobil terbesar di dunia ini di ujung tanduk.  Betapa tidak, selama puluhan tahun, dengan berpegangan pada filosofi The Toyota Way, Toyota berhasil membangun reputasi “kualitas paripurna” di kalangan konsumennya. Dan reputasi itulah yang kemudian mampu menjungkalkan GM dari posisi pemimpin pasar tahun 2008.

Namun noda setitik rusak susu sebelanga. Toyota tersandung masalah yang sangat krusial karena langsung menohok ke “jantung” keunggulan bersaing yang merupakan sumber utama reputasi mereknya: quality excellence, kaizen, lean manufacturing, just in time production, zero defect. Resep-resep bisnis ampuh khas Toyota yang dibawa oleh The Toyota Way pun kemudian diragukan. Merek Toyota sebagai “symbol of quality” kemudian nyaris pupus. Maka pertanyaan eksistensial pun kemudian mengemuka: “If the Toyota brand no longer stands for quality, what does it stand for?” [Read more →]

March 5, 2010   1 Comment

BB x FB = gHmM*

*) GhMm = great Horizontal mobile Marketing

Nggak ngerti rumus di atas? BB adalah “Blackberry”; FB adalah “Facebook”; dan gHmM sudah saya tulis di situ, adalah “great Horizontal mobile Marketing”. Tentu saja “BB” di sini representasi dari mobile device secara umum termasuk iPhone, netbook, iPad, dsb. Begitu juga FB merepresentasi social media tools secara umum termasuk Twitter, Windows Live, YouTube, dsb. Apa maksudnya rumus itu?

Lebih setahun yang lalu saat saya menulis “CROWD: Marketing Becomes Horizontal”, [yes... buku pertama di Indonesia yang membahas social media], anggapan saya adalah bahwa facebookan (waktu itu Twitter masih embrio) alias ber-social networking masih dilakukan di warnet atau dengan laptop dan netbook. Namun kini, dalam kurun waktu sekitar setahun, gelombang “Blackberry Revolution” (sebut juga “Smartphone Revolution”) terjadi. Saya nggak tahu, karena BB-nya yang murah atau orang Indonesia nya yang kaya-kaya, tiba-tiba semua orang pakai BB untuk facebookan.

Dampaknya apa? Great! Sejak itu internet “dipindahkan” ke smartpone di genggaman kita. Ketika Facebook, Twitter, Google, YouTube, Wikipedia dan apapun konten internet bisa dipindahkan ke smartphone kita maka mobile marketing memasuki sebuah era yang tak terbayangkan dalam sejarah umat manusia. Karena itu tak salah kalau Telkom sangat berani mereposisi dirinya dengan ungkapan tagline yang challenging: “The World in Your Hand”. Kini semua serba mobile: “everything goes mobile. If you don’t follow through, you’ll die”. Karena itu pula tak berlebihan jika saya katakan bahwa, “the future of marketing is MOBILE MARKETING[Read more →]

February 28, 2010   6 Comments

DESTRUCTION Is Your Job #1

Destruction is cool!
Easier to KILL an organization than change it substansially.
Learn to swallow it: DESTRUCTION IS JOB #1
(before the competition does it to you).

Ini adalah kata-kata nyentrik dan profokatif dari Tom Peters. Pakar satu ini memang “gendheng” tapi oke. Pemikiran-pemikiran manajemennya selalu revolusioner, breakthrough, menjangkau jauh ke depan. Ia punya mata elang yang mampu secara tajam melihat masa depan, melihat fenomena yang secuil pun kita belum pernah memikirkannya. Karena tak paham, yang bisa kita lakukan kemudian cuma satu: “mengumpat” dengan mengatakan “dia memang gendheng”. Itulah Tom Peters.

Yang sering kita dengar tentu adalah Chief Executive Officer, Chief Financial Officer, Chief Operating Officer, atau Chief Marketing Officer. Eh… kini ada binatang baru lagi namanya “Chief Destruction Officer”. Dari arti harafiahnya saja sangat aneh dan “nggak nyambung”. Destruction artinya “perusakan” atau “penghancuran”. Jadi, kalau CEO bertugas mengelola seluruh strategi dan operasi perusahaan; CFO mengelola keuangan perusahaan; CMO merancang dan mengeksekusi strategi pemasaran; lha si CDO ini tugasnya “menghancurkan” perusahaan. Memang GENDHENG!!! [Read more →]

February 28, 2010   No Comments