Category — My Presentation
Principal-Channel Alignment Spectrum
Model berikut ini merupakan hasil dari tiga hari ”strategic brainstorming” bersama teman-teman di MarkPlus Inc. di Putri Duyung Ancol pada tahun 2005. Model tersebut menggambarkan bagaimana produsen (principal) bekerjasama dengan channel partner-nya (distributor, dealer dan retailer) di sepanjang rantai nilai (value chain). Seperti terlihat pada model, ada tiga level kerjasama: Channel Cooperating (“transactional relationship”), Value-Chain Interfacing (“operational integration”), dan Joint Strategic Planning (“strategic partnership”).
Pada level Channel Cooperating orientasi kerjasama antara principal dan channel partner masih bersifat transaksional (transactional relationship) Di sini hubungan keduanya bersifat oportunistik di mana diferensiasi produk, bauran pemasaran (marketing mix: product, price, place, promotion), dan keselarasan pendekatan penjualan (selling) menjadi pertimbangan utama mereka dalam bertransaksi. Dalam model ini ketiga elemen itu disingkat menjadi DMS. Karena hubungan kerjasama bersifat transaksional, maka di sini belum terjadi integrasi apapun antara principal dengan channel partner. [Read more →]
October 4, 2008 3 Comments
Marketing Plan Model
* Berikut ini adalah Marketing Plan process flow yang saya pakai di dalam training-training saya di MarkPlus Institute of Marketing. Silahkan download melalui www.slideshare.com.
September 25, 2008 No Comments
Entrepreneurial Leader Model
Dari pengalaman memfasilitasi berbagai workshop di berbagai perusahaan, saya mencoba menyusun sebuah model sederhana mengenai kualitas seorang entrepreneurial leader. Dalam model tersebut saya melihat bahwa seorang entrepreneurial leader harus memiliki 4 kapasitas, yaitu: Dari pengalaman memfasilitasi berbagai workshop di berbagai perusahaan, saya mencoba menyusun sebuah model sederhana mengenai kualitas seorang entrepreneurial leader. Dalam model tersebut saya melihat bahwa seorang entrepreneurial leader harus memiliki 4 kapasitas, yaitu: “Opportunity-Seeker”, “Risk-Taker”, “Resource-Allocator”, dan “Innovator”. Berikut ini model ringkasnya.
September 22, 2008 No Comments
Lebaran Marketing that Sells
September 15, 2008 1 Comment
Matriks E = wMC2
Dalam perjalanan Bandung-Jakarta, di dalam mobil saya mencoba coret-coret untuk membikin sebuah matriks untuk menggambarkan posisi brand-brand top dunia dalam hal kemampuan mereka menjalankan strategi E = wMC2. Matriks tersebut saya beri nama: Matriks E = wMC2.
Hasilnya adalah seperti terlihat pada gambar berikut. Saya bagi matriks ini menjadi dua sumbu. Sumbu vertikal menjelaskan kemampuan brand dalam membangun komunitas pelanggan (semakin ke atas “high communitized”; semakin ke bawah “low communitized”). Sementara sumbu horisontal menjelaskan kemampuan brand dalam menciptakan evangelist/ambassador di kalangan pelanggan (semakin ke kanan “high evangelized”; semakin ke kiri “low evangelized”).
Dari matriks tersebut saya menemukan kesimpulan bahwa semakin brand-brand tersebut menuju ke posisi kanan-atas dari matriks, maka semakin brand tersebut menggunakan pendekatan “horizontal” marketing (“many-to-many”). Sebaliknya semakin brand-brand tersebut berada di posisi kiri-bawah, maka semakin pula brand tersebut menggunakan pendekatan “vertical” marketing (“one-to-many”).
September 11, 2008 No Comments
“Low Budget High Impact” Marketing
September 1, 2008 No Comments
E = wMC2 The 11 Manifesto – pdf Presentation
August 19, 2008 No Comments








