E=wMC2 | Marketing Becomes Horizontal
Random header image... Refresh for more!

Category — My Articles

Twitter, Love & Happiness

Tulisan ini merupakan tulisan penutup dari keseluruhan 10 minggu saya menulis seri tulisan Twitter Marketing Is LOVE Marketing. Komplit sudah saya menulis pengantar dan 8 prinsip bagaimana menebar cinta di jagad Twitter. Tesis utama saya adalah, jika kita mempraktekkan ke-8 prinsip Twitter marketing tersebut, maka kita akan mampu menciptakan emotional connection yang sangat dalam dengan stakeholders kita di Twitter (followers, consumers, influencers, partners, communities, dll.) yang membuat mereka tak hanya membeli merek kita, tapi juga loyal, dan menjadi pembela yang tulus (authentic evangelist) bagi merek di kala senang maupun susah.

Dengan adanya emotional connection ini, maka hubungan antara merek dan konsumen bukanlah semata hubungan transaksional (jual-beli) tetapi sebuah hubungan cinta (love relationship) yang pekat diwarnai saling pengertian, saling percaya, saling memberi dan berbagi, dan saling mengasihi. Di era media sosial, kesemuanya ini merupakan ekuitas paling berharga bagi sebuah merek, tak hanya sebatas merek Anda diketahui (brand awareness) atau memiliki citra (brand image) positif di mata konsumen. Media sosial seperti Twitter memberi peluang luar biasa bagi merek untuk membangun love relationship yang sangat dalam, otentik, dan abadi. Wow… alangkah indahnya.

Love and Happiness
Dengan prinsip-prinsip cinta saya punya mimpi lebih jauh lagi untuk membahwa kebahagian kepada setiap insan di Twitterland. Ya karena saya percaya cinta adalah “akar” dari kebahagian. “Love leads to happiness!!!” Ketika hubungan kita Twitterland dilandasi prinsip-prinsip saling memberi (giving) tidak selfish; mau saling mendengarkan (listening); intensif ngobrol dan bercurhat-curhatan (conversation); tulus berbagi (sharing) dengan sesama; atau selalu peduli (caring) kepada orang lain tak hanya dirinya sendiri; maka kita akan mendapatkan berkah kebahagiaan luar biasa. [Read more →]

June 4, 2011   No Comments

Love Is Friendship

Ini adalah minggu kesembilan saya menulis seri tulisan Twitter Marketing Is LOVE Marketing, sebuah konsep mengenai pemasaran melalui Twitter. Melalui konsep ini saya ingin mangatakan bahwa strategi pemasaran Anda di Twitter akan sukses kalau Anda terus MENEBAR CINTA kepada konsumen di Twitter. Seperti telah saya uraikan sebelumnya, konsep ini mengandung 8 prinsip cinta yaitu: memberi (giving), ngobrol (conversation), mendengar (listening), berbagi (sharing), peduli (caring), empati (empathy), kepercayaan (trust), pertemanan (friendship). Hari ini giliran saya mengulas prinsip yang kedelapan atau yang terakhir yaitu: “Love Is Friendship”.

Di akhir seri tulisan Twitter Marketing is LOVE Marketing selama 9 minggu ini saya ingin mengatakan bahwa, ketika Anda sudah menjalankan 8 prinsip yang ada di dalam konsep ini dalam kurun waktu yang lama, maka tanpa disadari Anda sudah menjalin relationship yang intim dengan para followers Anda. Ketika kita terus bermesra-mesraan dengan setiap followers dan konsumen kita di jagad Twitter, maka dari situ akan terjalin dan terpupuk pertemanan (friendship) dengan mereka.

Tujuan akhir dari Twitter marketing adalah terciptanya pertemanan yang intim dengan followers dan konsumen Anda di jagad Twitter. Ingat: the ultimate goal of Twitter marketing is to build friendship with your followers (and customers). Ketika mereka menjadi teman, maka mereka tak hanya membeli dan loyal kepada produk Anda; lebih jauh lagi mereka akan ngomong positif dan merekomendasikan produk Anda kepada konsumen lain. [Read more →]

May 28, 2011   4 Comments

Love Is Trust

Ini adalah minggu kedelapan saya menulis seri tulisan Twitter Marketing Is LOVE Marketing, sebuah konsep mengenai pemasaran melalui Twitter. Melalui konsep ini saya ingin mangatakan bahwa strategi pemasaran Anda di Twitter akan sukses kalau Anda terus MENEBAR CINTA kepada konsumen di Twitter. Seperti telah saya uraikan sebelumnya, konsep ini mengandung 8 prinsip cinta yaitu: memberi (giving), ngobrol (conversation), mendengar (listening), berbagi (sharing), peduli (caring), empati (empathy), kepercayaan (trust), pertemanan (friendship). Hari ini giliran saya mengulas prinsip yang ketujuh yaitu: “Love Is Trust”.

Ketika Anda mempreaktekan prinsip-prinsip yang ada di dalam Twitter Marketing is LOVE Marketing: Anda selalu memberi (giving) kepada follower dan teman; Anda selalu mendengarkan (listening) dan selalu mengajak mereka bercurhat-curhatan (conversation); setiap saat Anda berbagi (sharing) dengan mereka (berbagi ilmu, berbagi kebaikan, berbagi kebahagiaan); Anda peduli (caring) dengan keluh-kesah followers dan teman di Twitter; maka secara tak disadari Anda membangun TRUST dengan mereka. Singkatnya, jika Anda terus menebar cinta kepada stakeholders Anda di Twitter  maka sesungguhnya Anda sedang membangun sebuah kerajaan indah bernama: TRUST. [Read more →]

May 21, 2011   3 Comments

Love Is Empathy

Twitter: @yuswohady

Ini adalah minggu ketujuh saya menulis seri tulisan Twitter Marketing Is LOVE Marketing, sebuah konsep mengenai pemasaran melalui Twitter. Melalui konsep ini saya ingin mangatakan bahwa strategi pemasaran Anda di Twitter akan sukses kalau Anda terus MENEBAR CINTA kepada konsumen di Twitter. Seperti telah saya uraikan sebelumnya, konsep ini mengandung 8 prinsip cinta yaitu: memberi (giving), ngobrol (conversation), mendengar (listening), berbagi (sharing), peduli (caring), empati (empathy), kepercayaan (trust), pertemanan (friendship). Hari ini giliran saya mengulas prinsip yang keenam yaitu: “Love Is Empathy”.

Definisi paling gampang dari empati (dari kata jerman: “Einfühlungsvermögen”) adalah kemampuan kita dalam berbagi dan merasakan perasaan (sedih, gembira, atau bimbang) yang dialami oleh orang lain. Ketika Anda mencintai orang lain maka pasti Anda akan empati kepadanya. Ketika orang yang Anda cintai merasakan kesedihan Anda akan ikutan sedih; ketika ia riang-gembira maka Anda serta-merta ikutan senang-gembira; begitupun kalau orang yang Anda cintai itu galau, maka Andapun akan kesetrum ikut-ikutan gundah gulana. [Read more →]

May 14, 2011   1 Comment

Love Is Caring

Ini adalah minggu keenam saya menulis seri tulisan Twitter Marketing Is LOVE Marketing, sebuah konsep mengenai pemasaran melalui Twitter. Melalui konsep ini saya ingin mangatakan bahwa strategi pemasaran Anda di Twitter akan sukses kalau Anda terus MENEBAR CINTA kepada konsumen di Twitter. Seperti telah saya uraikan sebelumnya, konsep ini mengandung 8 prinsip cinta yaitu: memberi (giving), ngobrol (conversation), mendengar (listening), berbagi (sharing), peduli (caring), empati (empathy), kepercayaan (trust), pertemanan (friendship). Hari ini giliran saya mengulas prinsip yang kelima yaitu: “Love Is Caring”.

Hakikat cinta adalah peduli, caring. Ketika Anda tidak care kepada istri-suami, pacar, anak, kerabat, atau siapapun yang Anda cintai, maka sesungguhnya Anda tidak mencintai mereka. Begitupun jika Anda tidak care dengan followers dan konsumen Anda di Twitter maka sesungguhnya Anda tidak mencintai mereka.

Banyak kalangan yang mengatakan Twitter marketing dikatakan sukses jika kita punya puluhan ribu, ratusan ribu, bahkan jutaan followers. Saya bilang salah besar. Tak ada gunanya kita punya ratusan ribu followers jika kita tak tahu siapa mereka, kita tak pernah curhat-curhatan dengan mereka, dan kita tak pernah mendengarkan mereka. Tak ada gunanya kita punya jutaan followers jika tak pernah sedikitpun kita care kepada mereka, dan tak pernah kita melayani mereka. [Read more →]

May 7, 2011   5 Comments

Love Is Sharing

Twitter: @yuswohady

Ini adalah minggu kelima saya menulis seri tulisan Twitter Marketing Is LOVE Marketing, sebuah konsep mengenai pemasaran melalui Twitter. Melalui konsep ini saya ingin mangatakan bahwa strategi pemasaran Anda di Twitter akan sukses kalau Anda terus menebar cinta kepada konsumen di Twitter. Seperti telah saya uraikan sebelumnya, konsep ini mengandung 8 prinsip cinta yaitu: memberi (giving), ngobrol (conversation), mendengar (listening), berbagi (sharing), peduli (caring), empati (empathy), kepercayaan (trust), pertemanan (friendship). Hari ini giliran saya mengulas prinsip yang keempat yaitu: “Love Is Sharing”.

Ketika kita punya sesuatu, dan sesuatu itu kita kangkangi, kita monopoli, dan tak sudi berbagi, maka itu sesungguhnya adalah puncak dari keegoisan kita. Cinta tak pernah egois. Cinta tak pernah mementingkan diri sendiri. Cinta yang tulus selalu fokus pada siapapun yang kita cintai: apakah pacar, istri/suami, anak-anak kita, juga tentu Tuhan. Cinta adalah memberi. Cinta adalah berbagi. Mother Teresa menjadi ikon cinta-kasih, karena ia mendedikasikan dirinya untuk orang lain. Mother Teresa menebar cinta dengan “membagikan” hidupnya untuk kaum papa. [Read more →]

April 30, 2011   1 Comment

Love Is Listening

Twitter: @yuswohady

Ini adalah minggu keempat saya menulis seri tulisan Twitter Marketing Is LOVE Marketing, sebuah konsep mengenai pemasaran melalui Twitter. Melalui konsep ini saya ingin mangatakan bahwa strategi pemasaran Anda di Twitter akan sukses kalau Anda terus menebar cinta kepada konsumen Anda di Twitter. Seperti telah saya uraikan sebelumnya, konsep ini mengandung 8 prinsip cinta yaitu: memberi (giving), ngobrol (conversation), mendengar (listening), berbagi (sharing), peduli (caring), empati (empathy), kepercayaan (trust), pertemanan (friendship). Hari ini giliran saya mengulas prinsip yang kedua yaitu: “Love Is Listening”.

Perbedaan utama media horisontal seperti Twitter dengan media vertikal seperti TV, radio, atau majalah adalah bahwa media baru ini dapat mendengar (listening). Televisi dan radio adalah “kotak bebal” yang tidak bisa mendengar. Televisi, radio, koran, bahkan billboard di pinggir-pinggir jalan adalah media yang piawai dalam ngomong, tapi tak memiliki kemampuan sedikitpun untuk mendengar.

Apa jadinya Anda jika bisanya cuma ngomong doang tanpa bisa dan tanpa pernah mau mendengarkan? Anda akan menjadi “vampire” yang tak punya emosi, tak pernah bisa mengerti, dan tak mampu berempati. Kalau sudah begitu maka kita menjadi mahluk yang tak punya “hati”. Kita akan kehilangan harta karun paling berharga: sisi kemanusiaan kita. [Read more →]

April 26, 2011   1 Comment

Dunia Narsis Briptu Norman

Sebelum klip Chaiya-Chaiya itu nongkrong di YouTube, Briptu Norman adalah polisi biasa yang tidak kita kenal. Tapi begitu klip diunggah, dan kemudian ditayangkan oleh salah satu stasiun TV nasional, maka sejak itu “BOOOOM!!!”… sang Briptu menjadi idola kita semua.

Mendadak sontak koran-koran, tabloid-tabloid gosip, infotainment-infotainment, kepolisian tempat sang Briptu bekerja, acara-acara talk show telivisi, perusahaan-perusahaan rekaman, seperti kesurupan ikutan “numpang beken” sang Briptu. Semua berlomba agar kebagian rezeki “tenar semalam” sang Briptu. Maka cerita selanjutnya bisa ditebak: eksploitasi membabi-buta pun tak terelakkan lagi.

Kini, dengan adanya media baru HORISONTAL macam YouTube siapapun orang (dari murid SMP, ibu rumah tangga, guru SD inpres, hingga jendral bintang lima) bisa mengungkapkan kekesalan, kemarahan, rasa sedih, senang, atau takjub dengan begitu gampangnya.

Tinggal tulis lalu taruh di blog; tinggal potret lalu taruh di situs Flickr; tinggal rekam suaranya lalu taruh pakai podcast; tinggal rekam gambarnya pakai smartphone lalu taruh di YouTube… seperti Briptu Norman. Begitu ditaruh… “BOOOOM!!!” serta-merta jutaan pasang mata dari seluruh penjuru dunia melihatnya.

Selamat datang di era yang kian memanjakan kebebasan berekspresi individu!!! Selamat datang di jaman di mana siapapun kita bisa dan boleh tampil!!! Selamat datang di dunia yang kian narsis!!! Welcome to the NARCISSISTIC world!!! [Read more →]

April 21, 2011   2 Comments

Twitter Marketing Is Love Marketing

Sudah sekitar tiga tahun terakhir ini saya ngetwit. Yup… tweeting with deep passion. Kapanpun, dimanapun saya ngetwit. Pas lagi baca ngetwit, pas lagi nulis ngetwit, pas lagi nonton Glee ngetwit, pas lagi meeting ngetwit (huzzz.. kebiasaan buruk baru saya, karena tak menghargai rekan meeting), pas nglembur kerjaan sampai Subuh masih juga ngetwit, nyetir curi-curi ngetwit. Bahkan seringkali saya mimpi pun lagi ngetwit. Nggak takut “Twitter addict”? Emang gua pikirin!!!

Menikmati, menyelami, menghayati twit demi twit saya selama tiga tahun terakhir, akhirnya saya menemukan “roh” dan “hakikat” kenapa saya begitu passionate untuk ngetwit. Saya mulai menemukan “reason for being” kenapa saya ngetwit. Saya mulai menemukan “fundamental purpose” kenapa saya ngetwit. Saya menemukan “ultimate answer” kenapa saya ngetwit. Apa itu? Satu kata: CINTA.

Selama tiga tahun terakhir juga saya serius mempelajari dan menekuni Twitter untuk bisa diterapkan dan dimanfaatkan di dunia marketing. Saya bereksplorasi dan bereksperimen bagaimana Twitter bisa membantu marketer membangun relationship dan keintiman dengan konsumen. Saya bereksperimen bagaimana Twitter bisa membantu brand curhat dan dicurhati oleh konsumennya “around the clock” 24-7. Apa jawaban paripurna yang saya peroleh? Sama. Satu kata: CINTA.

Karena itu saya sampai pada kesimpulan final bahwa: “Twitter Marketing Is Love Marketing”. Bagaimana Anda bisa meyakinkan komunitas konsumen di Twitter untuk membeli produk Anda. Bagaimana Anda bisa menjadikan komunitas konsumen di Twitter sebagai passionate evangelist Anda? Bagaimana brand Anda bisa punya hubungan emosional (bahkan spiritual) dengan dengan komunitas konsumen di Twitter?  Jawabnya cuma satu: yaitu jika Anda selalu (24-7) menebar CINTA di jagad Twitter.

Bagaimana Anda bisa menebar CINTA di Twitterland? Saya punya 8 prinsip bagaimana menjalankan love marketing di Twiterland. Mari kita simak satu persatu. [Read more →]

March 26, 2011   9 Comments

Horizontal Mobile Marketing

Hampir tiga tahun lalu saat saya menulis “CROWD: Marketing Becomes Horizontal”, (yes… buku pertama di Indonesia yang membahas social media], anggapan saya adalah bahwa facebookan (waktu itu Twitter masih embrio) alias ber-social networking masih dilakukan di warnet atau dengan laptop dan netbook. Namun kini, dalam kurun waktu sekitar setahun, gelombang “Blackberry revolution” (“smartphone revolution”) terjadi. Ini kemudian disusul tahun lalu dengan gelombang revolusi baru yang tak kalah hebat yaitu: “iPad revolution” (yup… “tablet revolution”)

Dampaknya apa? Great! Sejak itu internet seperti “dipindahkan” ke smartpone dan tablet di genggaman kita. Ketika social media content seperti Facebook, Twitter, YouTube, atau Groupon bisa dipindahkan ke smartphone/tablet maka mobile marketing memasuki sebuah era yang tak terbayangkan dalam sejarah umat manusia. Saya menyebutnya horizontal mobile marketing atau untuk pendeknya sebut saja: H-mm. Karena itu tak salah kalau Telkom begitu berani mereposisi dirinya untuk “go mobile” dengan tagline-nya yang challenging: “The World in Your Hand”. Kini semua serba mobile: “everything goes mobile. If you don’t follow through, you’ll die”. [Read more →]

March 13, 2011   1 Comment