<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>yuswohady.com &#187; Internet Marketing</title>
	<atom:link href="http://www.yuswohady.com/category/internet-marketing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.yuswohady.com</link>
	<description>E=wMC2 &#124; Marketing Becomes Horizontal</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 13:07:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Horizontal Mobile Marketing</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2011/03/13/horizontal-mobile-marketing/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2011/03/13/horizontal-mobile-marketing/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Mar 2011 01:20:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[EwMC2]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Mobile Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Sindo]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=850</guid>
		<description><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2011%252F03%252F13%252Fhorizontal-mobile-marketing%252F&title=Horizontal+Mobile+Marketing&desc=Hampir+tiga+tahun+lalu+saat+saya+menulis+%E2%80%9CCROWD%3A+Marketing+Becomes+Horizontal%E2%80%9D%2C+%28yes...+buku+pertama+di+Indonesia+yang+membahas+social+media%5D%2C+anggapan+saya+adalah+bahwa+facebookan+%28waktu+itu+Twit&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div>Hampir tiga tahun lalu saat saya menulis “CROWD: Marketing Becomes Horizontal”, (yes&#8230; buku pertama di Indonesia yang membahas social media], anggapan saya adalah bahwa facebookan (waktu itu Twitter masih embrio) alias ber-social networking masih dilakukan di warnet atau dengan laptop dan netbook. Namun kini, dalam kurun waktu sekitar setahun, gelombang “Blackberry revolution” (“smartphone revolution”) terjadi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2011%252F03%252F13%252Fhorizontal-mobile-marketing%252F&title=Horizontal+Mobile+Marketing&desc=Hampir+tiga+tahun+lalu+saat+saya+menulis+%E2%80%9CCROWD%3A+Marketing+Becomes+Horizontal%E2%80%9D%2C+%28yes...+buku+pertama+di+Indonesia+yang+membahas+social+media%5D%2C+anggapan+saya+adalah+bahwa+facebookan+%28waktu+itu+Twit&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div><p>Hampir tiga tahun lalu saat saya menulis “<strong>CROWD: Marketing Becomes Horizontal</strong>”, (yes&#8230; buku pertama di Indonesia yang membahas social media], anggapan saya adalah bahwa facebookan (waktu itu Twitter masih embrio) alias ber-social networking masih dilakukan di warnet atau dengan laptop dan netbook. Namun kini, dalam kurun waktu sekitar setahun, gelombang “<strong>Blackberry revolution</strong>” (“smartphone revolution”) terjadi. Ini kemudian disusul tahun lalu dengan gelombang revolusi baru yang tak kalah hebat yaitu: “<strong>iPad revolution</strong>” (yup&#8230; “tablet revolution”)</p>
<p>Dampaknya apa? Great! Sejak itu internet seperti “dipindahkan” ke smartpone dan tablet di genggaman kita. Ketika social media content seperti Facebook, Twitter, YouTube, atau Groupon bisa dipindahkan ke smartphone/tablet maka mobile marketing memasuki sebuah era yang tak terbayangkan dalam sejarah umat manusia. Saya menyebutnya <strong>horizontal mobile marketing</strong> atau untuk pendeknya sebut saja: <strong>H-mm</strong>. Karena itu tak salah kalau Telkom begitu berani mereposisi dirinya untuk “go mobile” dengan tagline-nya yang challenging: “<strong>The World in Your Hand</strong>”. Kini semua serba mobile: “everything goes mobile. If you don’t follow through, you’ll die”.<span id="more-850"></span></p>
<p>H-mm memilki paradigma dan pola yang sama sekali berbeda dengan pendekatan mobile marketing konvensional. Kalau mobile marketing konvensional bersifat <strong>broadcast-based</strong>, maka H-mm menggunakan pendekatan yang <strong>conversation-based</strong>. Jadi jangan bayangkan horizontal mobile marketing adalah sebatas memasang banner merek kita di layar HP konsumen. Dalam H-mm, smartphone/tablet bukanlah menjadi channel untuk membroadcast pesan-pesan pemasaran, tapi menjadi enabler bagi terwujudnya koneksi antara satu konsumen dengan konsumen lainnya.</p>
<p>H-mm adalah mobile marketing yang mengandalkan <strong>engagement </strong>dengan komunitas konsumen. Ia bersifat “<strong>permission-based</strong>” artinya pesan merek tak sembarangan nongol di layar smartphone/tablet, tapi atas ijin empunya. Dan tak hanya itu, horizontal mobile marketing juga menggunakan pendekatan komunikasi yang bersifat “<strong>many-to-many</strong>” (bukan <strong>one-to-many</strong>) dan menggunakan “<strong>social platform</strong> atau <strong>community platform</strong>”.</p>
<p>Lalu apa isu-isu yang harus Anda tangkap sebagai marketers untuk bisa survive dalam rule of the game baru yang dibawa pendekatan pemasaran baru ini? Berikut adalah beberapa imperatif  yang patut menjadi perhatian setiap marketer.</p>
<p><strong>#1 Get Permission: Don’t Interupt! </strong></p>
<p>Mobile marketing<strong> </strong>adalah bentuk pemasaran yang nyrempet-nyrempet area sensitif konsumen. Ya, karena telepon genggam merupakan salah satu barang paling pribadi yang dipagari kebebasan dan privasi penggunanya. Anda akan marah kalau istri atau suami Anda ngecek SMS Anda malam-malam kan? Begitu Anda menyampaikan pesan merek yang tak berkenan dan melanggar privasi pelanggan, maka sesungguhnya merek Anda sudah habis di mata pelanggan tersebut. Itu sebabnya SMS penawaran KTA atau KPR adalah SMS yang paling kita benci. Permission adalah tiket pelanggan untuk berpartisipasi dalam kampanye merek Anda. Rule #1: “<strong>Don’t interupt customers</strong>”</p>
<p><strong>#2 Mobile CRM: The Next Great Thing! </strong></p>
<p>Setiap ponsel memiliki nomor yang unik, alamat yang tertentu, usia dan jenis kelamin tertentu, bahkan kebiasaan-kebiasaan penggunannya yang tertentu pula. Data pelanggan yang sangat presisi itu bisa bisa dijadikan aset berharga Anda. Data yang sangat akurat ini akan memudahkan Anda untuk mengidentifikasi dan merumuskan segmen pelanggan Anda yang memungkinkan Anda melayani mereka secara lebih baik dan customized. Tak seperti pendekatan pemasaran tradisional yang menggunakan pendekatan “<strong>tell-and-sell</strong>”, horizontal mobile marketing menggunakan pendekatan “<strong>listen-and-learn</strong>”.</p>
<p><strong>#3 Engagement Is Trully Killer App: The A3 Cubed. </strong></p>
<p>Ketika horizontal mobile marketing menggunakan community atau social platform, maka kata kuncinya terletak pada customer participation &amp; engagement, dimana konsumen memegang kendali hubungan sepenuhnya. Artinya, pelanggan menjadi pemain utama dan merek berfungsi sebagai “facilitator” dan “connector”. Hubungan merek dengan pelanggan tidak lagi bersifat one-way dan broadcast-based tapi harus two-way, dan memfasilitasi adanya conversation di antara pelanggan sehingga tercipta sebuah komunitas pelanggan yang solid.  Engagement di dalam H-mm memiliki dimensi baru yang sangat powerful karena engagement itu dilakukan dalam format “<strong>A3 Cubed”: Anytime, Anywhere, Any device</strong>. Dengan kata lain, “Brand interact with customers whenever they want, wherever thay happen to be, and on whatever device they have.”</p>
<p><strong>#4 Boost Immediacy! Personalized Experience! </strong></p>
<p>Dimensi lain yang sangat powerful dari H-mm adalah personalization. Ya, karena melalui personal media seperti ponsel si marketer bisa masuk dan nyebur dalam ranah personal si pelanggan. Karena karakteristik ini, tak berlebihan jika saya sebut bahwa mobile marketing war is “<strong>personalization war</strong>”. Di samping itu mobile device adalah channel yang memiliki keunggulan karena memungkinkan si pelanggan mendapatkan apa yang mereka inginkan saat itu juga (<strong>immedicacy value: “have-it-right-now; have-it-right-here”</strong>). Ketika Anda bisa memainkan immediacy dan personalization ini secara cantik, maka bisa dipastikan Anda akan menjadi pemenang.</p>
<p><strong>#5 Brand Advocacy Is Your Ultimate Growth Driver </strong></p>
<p>Dan terakhir, jika mobile marketing Anda menggunakan community platform, maka suskes Anda akan banyak ditentukan oleh seberapa banyak Anda memproduksi brand advocators atau evangelists di dalam komunitas yang Anda bangun. Facebook, Blackberry, iPod/iPad sukses bukan karena iklan TV atau aktivitas below the line. Horizontal brand itu sukses karena para brand advocator (kita-kita) yang ngomong bagus mengnai Facebook , ngomong bagus mengnai Blackberry.</p>
<p>Mari kita songsong era horizontal mobile marketing&#8230;<br />
Tak ada pilihan lain Anda harus menjadi the winner&#8230; jangan sampai menjadi the loser</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2011/03/13/horizontal-mobile-marketing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Social Media Marketing for SME</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2011/02/27/social-media-marketing-for-sme-2/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2011/02/27/social-media-marketing-for-sme-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Feb 2011 02:41:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[EwMC2]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[small business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=843</guid>
		<description><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2011%252F02%252F27%252Fsocial-media-marketing-for-sme-2%252F&title=Social+Media+Marketing+for+SME&desc=Kemarin+hari+Minggu+%2827+Februari+2011%29+saya+mendapatkan+%22banjir%22+permintaan+materi+presentasi+%22Social+Media+Marketing+for+SME%22+dari+temen-temen+Twitter.+Materi+itu+saya+bawakan+dalam+seminar+yang+diad&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div>Kemarin hari Minggu (27 Februari 2011) saya mendapatkan &#8220;banjir&#8221; permintaan materi presentasi &#8220;Social Media Marketing for SME&#8221; dari temen-temen Twitter. Materi itu saya bawakan dalam seminar yang diadakan temen-temen komunitas Akademi Berbagi bekerjasama dengan Detik.com dan Telkom Indonesia. Acaranya sendiri dilakukan di kampus Learning Center Telkom Indonesia di Geger Kalong, Bandung pada hari Sabtu, 26 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2011%252F02%252F27%252Fsocial-media-marketing-for-sme-2%252F&title=Social+Media+Marketing+for+SME&desc=Kemarin+hari+Minggu+%2827+Februari+2011%29+saya+mendapatkan+%22banjir%22+permintaan+materi+presentasi+%22Social+Media+Marketing+for+SME%22+dari+temen-temen+Twitter.+Materi+itu+saya+bawakan+dalam+seminar+yang+diad&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div><p>Kemarin hari Minggu (27 Februari 2011) saya mendapatkan &#8220;banjir&#8221; permintaan materi presentasi &#8220;<strong>Social Media Marketing for SME</strong>&#8221; dari temen-temen Twitter. Materi itu saya bawakan dalam seminar yang diadakan temen-temen komunitas <strong>Akademi Berbagi</strong> bekerjasama dengan<strong> Detik.com</strong> dan <strong>Telkom Indonesia</strong>. Acaranya sendiri dilakukan di kampus Learning Center Telkom Indonesia di Geger Kalong, Bandung pada hari Sabtu, 26 Februari. Temen-temen yang ingin mendapatkan materi presentasi tersebut bisa mendownload-nya di Slideshare melalui link berikut:</p>
<div id="__ss_7080708" style="width: 425px;"><strong style="display: block; margin: 12px 0 4px;"><a title="Social Media Marketing for Small Business" href="http://www.slideshare.net/yuswohady/social-media-marketing-for-small-business-7080708">Social Media Marketing for Small Business</a></strong> <object id="__sse7080708" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="355" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=socialmediaforsme-fortwitterfriends-110227124312-phpapp02&amp;stripped_title=social-media-marketing-for-small-business-7080708&amp;userName=yuswohady" /><param name="name" value="__sse7080708" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed id="__sse7080708" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" src="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=socialmediaforsme-fortwitterfriends-110227124312-phpapp02&amp;stripped_title=social-media-marketing-for-small-business-7080708&amp;userName=yuswohady" name="__sse7080708" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<div style="padding: 5px 0 12px;">View more <a href="http://www.slideshare.net/">presentations</a> from <a href="http://www.slideshare.net/yuswohady">Yuswohady </a></div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2011/02/27/social-media-marketing-for-sme-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Social Media Marketing for SME</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2011/02/26/social-media-marketing-for-sme/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2011/02/26/social-media-marketing-for-sme/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Feb 2011 00:51:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[EwMC2]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Sindo]]></category>
		<category><![CDATA[SME]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=835</guid>
		<description><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2011%252F02%252F26%252Fsocial-media-marketing-for-sme%252F&title=Social+Media+Marketing+for+SME&desc=Twitter%3A+%40yuswohady%0D%0A%0D%0ATulisan+ini+dibikin+dalam+perjalanan+dari+Jakarta+ke+Bandung+kemarin+siang+%2826+Februari+2011%29.+Kebetulan+sorenya+saya+sharing+dengan+teman-teman+pelaku+usaha+kecil-menengah+%28UKM&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div>Twitter: @yuswohady
Tulisan ini dibikin dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandung kemarin siang (26 Februari 2011). Kebetulan sorenya saya sharing dengan teman-teman pelaku usaha kecil-menengah (UKM) dalam sebuah seminar bertajuk, “Social Media Marketing for Small Medium Enterprise (SME)” yang diadakan oleh teman-teman dari komunitas Akademi Berbagi (Akber) bareng Detik.com dan Telkom Indonesia. Untuk mempersiapkan presentasi saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2011%252F02%252F26%252Fsocial-media-marketing-for-sme%252F&title=Social+Media+Marketing+for+SME&desc=Twitter%3A+%40yuswohady%0D%0A%0D%0ATulisan+ini+dibikin+dalam+perjalanan+dari+Jakarta+ke+Bandung+kemarin+siang+%2826+Februari+2011%29.+Kebetulan+sorenya+saya+sharing+dengan+teman-teman+pelaku+usaha+kecil-menengah+%28UKM&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div><p>Twitter: @yuswohady</p>
<p>Tulisan ini dibikin dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandung kemarin siang (26 Februari 2011). Kebetulan sorenya saya sharing dengan teman-teman pelaku usaha kecil-menengah (UKM) dalam sebuah seminar bertajuk, “<strong>Social Media Marketing for Small Medium Enterprise (SME)</strong>” yang diadakan oleh teman-teman dari komunitas <strong>Akademi Berbagi</strong> (Akber) bareng <strong>Detik.com</strong> dan <strong>Telkom Indonesia</strong>. Untuk mempersiapkan presentasi saya melakukan survai kecil mengenai topik ini, maka sekalian saja saya sharing hasil-hasil pikiran saya tersebut dengan para pembaca Sindo.</p>
<p>Terus terang saya bernafsu mengkaji topik ini karena memang media sosial (social media: “socmed”)  memiliki kekuatan super ampuh dalam “<strong>memerdekakan</strong>” UKM. Media sosial telah memicu terjadinya apa yang saya sebut “<strong>democratization of resources</strong>” bagi UKM. Kenapa begitu? Karena kehadiran social media tools seperti blog, Facebook, Twitter, YouTube yang murah (praktis gratis..tis..tis) menjadikan UKM mampu melakukan kegiatan promosi, customer service, riset dan pengembangan produk, atau penjualan dengan sangat murah, tapi dengan hasil yang sangat efektif (“<strong>low budget high impact</strong>”).<span id="more-835"></span></p>
<p>UKM pasti tidak akan mampu membeli slot iklan RCTI yang per 30 detiknya saja mencapai puluhan juta perak. Mereka pasti juga tidak kuat membayar iklan di Kompas yang seperempat halamannya saja bernilai belasan bahkan puluhan juta rupiah. Namun dengan adanya blog, Facebook, atau Twitter, kini mereka mampu menjangkau konsumen seperti yang dijangkau media berbayar (TV, Radio, koran, dsb) dengan biaya yang pratis nol.</p>
<p>Kalau Anda punya warung Padang di ujung gang, maka dengan menggunakan blog, Facebook, Twitter atau Foursquare, Anda bisa menjalankan kampanye promosi, men-service pelanggan, atau meminta masukan-masukan dari pelanggan mengenai menu yang mereka inginkan. Anda bisa membangun komunitas pelanggan dan dengan program-program aktivasi komunitas (<strong>community</strong> <strong>activiation</strong>) Anda bisa membikin mereka loyal, bahkan menjadi pembela (evangelist) warung Anda. Semua bisa Anda lakukan dengan sangat murah tapi efektif. Modalnya cuma satu: kreativitas.</p>
<p>Karena kenyataan ini saya berani mengatakan bahwa “<strong>social media age is small business age</strong>”. Dengan munculnya “democratization of resources” akan muncul usaha-usaha kecil dalam jumlah yang sangat besar. Bahkan saya meyakini, tak lama lagi kita bakal menyongsong era keemasan UKM. Kembali ke persoalan, bagaimana UKM bisa memanfaatkan media sosial untuk mengembangkan bisnisnya?</p>
<p>Saya punya model sederhana yang bisa di kembangkan oleh para pelaku UKM untuk memasarkan produk dan mengembangkan bisnisnya dengan memanfaatkan media sosial. Kuncinya adalah mereka harus membangun komunitas konsumen. Secara berkelanjutan komunitas konsumen ini harus dijaga dan dibina sehingga terwujud <strong>trust </strong>dan <strong>win-win relationship</strong> antara Anda dengan komunitas pelanggan tersebut. Setelah trust dan relationship terbentuk, maka proses jualan Anda pasti akan bisa berlangsung mulus.</p>
<p>Kongkritnya gimana? Untuk bisa mudah menjelaskannya, saya punya sebuah model sederhana seperti terlihat pada bagan. Model tersebut menjelaskan elemen dan langkah yang harus Anda lakukan untuk membangun komunitas konsumen yang solid.</p>
<p><a href="http://www.yuswohady.com/wp-content/uploads/2011/02/Bagan-Socmed-Marketing-Model.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-836" title="Socmed Marketing for SME" src="http://www.yuswohady.com/wp-content/uploads/2011/02/Bagan-Socmed-Marketing-Model-300x205.png" alt="" width="300" height="205" /></a></p>
<p><strong>Step#1: Define Your Target Consumers</strong><br />
Langkah pertama tentu Anda harus tahu siapa konsumen yang akan dibidik. Kalau Anda membuat perangkat lunak aplikasi keuangan untuk bisnis restoran kecil-menengah misalnya, maka target konsumen Anda adalah para pemiliki atau manajer restoran. Atau kalau Anda mengelola lembaga pendidikan pre-school, maka barangkali target konsumen Anda adalah ibu-ibu yang peduli pada pendidikan anak-anaknya sejak dini. Selama Anda tidak memiliki kejelasan mengenai konsumen yang Anda target, maka sesungguhnya bisnis yang Anda tekuni dengan sendirinya tak akan jelas. Target kosumen inilah yang akan menjadi “member” dari komunitas yang Anda bangun. Melalui berbagai program komunitas yang dibangun mereka akan dibentuk menjadi pelanggan loyal, atau bahkan evangelist yang dengan sukarela memberikan referral kepada konsumen lain.</p>
<p><strong>Step #2: Identify Common Interests </strong><br />
Setelah jelas siapa target konsumen bisnis UKM Anda, maka langkah selanjutnya adalah mengetahui apa minat bersama (<strong>common interests</strong>) dan kebutuhan bersama (<strong>common needs</strong>) dari komunitas konsumen Anda. Mengambil contoh bisnis aplikasi keuangan di atas, maka mungkin common interest pelanggan Anda adalah keinginan agar bisnis restorannya maju pesat. Atau kalau bisnis UKM Anda menarget ibu-ibu yang punya anak di usia pre-school, maka mungkin common interest-nya adalah, mereka ingin anak-anaknya pintar cas cis cus berbahasa Inggris, hobi menghitung dan matematika, jago bermain piano atau balet, dan sebagainya.</p>
<p><strong>Step #3: Build Conversation, Activation, Cocreation</strong><br />
Berdasarkan pemahaman terhadap common interest konsumen, maka Anda bisa menyusun program-program conversation, activation, dan cocreation. Program <strong>conversation </strong>adalah upaya Anda untuk berkomunikasi intents dengan konsumen (melalui blog post, tweets, status updates atau notes di Facebook) mengenai beragam topik yang terkait dengan common interest mereka. Program <strong>activation </strong>adalah upaya Anda untuk mengajak konsumen aktif dalam beragam kegiatan yang dilakukan bisnis UKM Anda (kopdar, lomba, gathering, promosi diskon, reward, dsb) baik yang bersifat offline ataupun online. Sementara program <strong>cocreation</strong> adalah upaya Anda untuk mengumpulkan feedback dan usulan dari konsumen mengenai produk baru, customer service, promosi baru, dsb.</p>
<p>Untuk bisa mewujudkan 3 langkah tersebut Anda harus membangun blog yang berfungsi sebagai “<strong>landing page</strong>” dan akun Facebook, Twitter, atau YouTube yang berfungsi sebagai “<strong>social media channel</strong>”. Saya sering menyebut landing page sebagai “<strong>rumah</strong>” bagi anggota komunitas yang Anda kumpulkan. Sementara Facebook, Twitter, YouTube adalah “<strong>jalan</strong>” yang mengarahkan konsumen menuju ke “rumah” tersebut.</p>
<p><a href="http://www.yuswohady.com/wp-content/uploads/2011/02/Socmed-Platform.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-837" title="Social Media Platform" src="http://www.yuswohady.com/wp-content/uploads/2011/02/Socmed-Platform-285x300.png" alt="" width="285" height="300" /></a></p>
<p>Untuk mengumpulkan massa konsumen maka Anda harus rajin “<strong>jalan-jalan</strong>” di Twitter atau Facebook, karena kerumunan konsumen memang ada di situ. Di “jalan” tersebut Anda “menyapa”, “ngobrol”, lalu mengajak mereka “mampir” ke rumah Anda alias blog yang menjadi landing page. Dan jika kerumunan konsumen itu sering-sering diajak mampir ke “rumah” maka dengan sendirinya, blog Anda akan menjadi “rumah” bagi konsumen.</p>
<p>Ketika blog sudah menjadi “rumah” bagi konsumen, maka di situlah <strong>kedekatan</strong>, <strong>pertemanan</strong>, dan <strong>keintiman </strong>pelan-pelan bisa mulai terbangun; sampai pada suatu titik dimana si konsumen telah menjadi <strong>evangelist fanatik </strong>Anda. Di situ pula Anda bisa mulai menyusun program-program penjualan. “<strong>More sales are made with friendship than salesmanship</strong>,” kata <strong>Jeffrey Gitomer</strong> penulis buku fenomenal<strong> Sales Bible</strong>. Artinya, jualan yang paling gampang adalah jualan kepada teman. Ketika Anda dan konsumen telah terjalin pertemanan melalui blog, Facebook, atau Twitter, maka jualan Anda pasti akan sangat gampang.</p>
<p>Tak hanya itu, Anda juga akan punya “<strong>laskar penjualan</strong>” yaitu para evangelist yang siap menebarkan pesan-pesan positif produk kepada konsumen yang lain. Mereka akan menjadi kekuatan ampuh penjualan Anda, karena bisa jadi, <strong>satu evangelist memiliki pengaruh yang lebih powerful dibandingkan 1000 salesmen sekalipun</strong>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2011/02/26/social-media-marketing-for-sme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia Social Media Outlook 2011: &#8220;Five Big Shift in 2011 and Beyond&#8221;</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2010/12/25/indonesia-social-media-outlook-2011-five-big-shift-in-2011-and-beyond/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2010/12/25/indonesia-social-media-outlook-2011-five-big-shift-in-2011-and-beyond/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Dec 2010 09:44:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[EwMC2]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Prediction 2011]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=779</guid>
		<description><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2010%252F12%252F25%252Findonesia-social-media-outlook-2011-five-big-shift-in-2011-and-beyond%252F&title=Indonesia+Social+Media+Outlook+2011%3A+%22Five+Big+Shift+in+2011+and+Beyond%22&desc=Minggu+lalu+saya+sharing+di+teman-teman+FreSh+dalam+sebuah+diskusi+hangat+bertajuk+%E2%80%9CIndonesia+Online+Business+Outlook+2011%E2%80%9D+di+Gedung+Telkom+Jl.+Gatot+Subroto.+Di+situ+saya+sharing+mengenai+Consum&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div>Minggu lalu saya sharing di teman-teman FreSh dalam sebuah diskusi hangat bertajuk “Indonesia Online Business Outlook 2011” di Gedung Telkom Jl. Gatot Subroto. Di situ saya sharing mengenai Consumer 3000 yang saya elaborasi sedikit, implikasinya bagi bisnis online di Indonesia. Saya bilang di situ bahwa salah satu karakteristik penting dari Consumer 3000 adalah bahwa mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2010%252F12%252F25%252Findonesia-social-media-outlook-2011-five-big-shift-in-2011-and-beyond%252F&title=Indonesia+Social+Media+Outlook+2011%3A+%22Five+Big+Shift+in+2011+and+Beyond%22&desc=Minggu+lalu+saya+sharing+di+teman-teman+FreSh+dalam+sebuah+diskusi+hangat+bertajuk+%E2%80%9CIndonesia+Online+Business+Outlook+2011%E2%80%9D+di+Gedung+Telkom+Jl.+Gatot+Subroto.+Di+situ+saya+sharing+mengenai+Consum&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div><p>Minggu lalu saya sharing di teman-teman FreSh dalam sebuah diskusi hangat bertajuk “Indonesia Online Business Outlook 2011” di Gedung Telkom Jl. Gatot Subroto. Di situ saya sharing mengenai<strong> Consumer 3000</strong> yang saya elaborasi sedikit, implikasinya bagi bisnis online di Indonesia. Saya bilang di situ bahwa salah satu karakteristik penting dari Consumer 3000 adalah bahwa mereka semakin <strong>technology savvy</strong> dan “<strong>social media freak</strong>”. Thanks to the internet, dengan munculnya social media tool seperti Twitter dan Facebook yang supermurah, supermudah, dan superpowerful, konsumen kita semakin gampang mengadopsi beragam produk konsumsi berteknologi.</p>
<p>Dalam forum itu saya mengintroduksi munculnya lima pergeseran besar dalam lanskap bisnis online dan social media di Indonesia. Pergeseran ini tak terelakkan lagi merupakan dampak dari “<strong>gempa tektonik</strong>” (yang dikuti “<strong>tsunami</strong>”) perilaku konsumen Indonesia sebagai akibat munculnya Consumer 3000. Berikut ini adalah pergeseran-pergeserannya di tahun 2011.</p>
<p><strong>#1. Social Media Euphoria Is Over. It’ll Become a Basic Needs</strong><br />
Yup!!! selama tiga-empat tahun terakhir blog, Facebook, Twitter telah menjadi hype dan eforia luar biasa di Indonesia. Ia menjadi sebuah gerakan massa. Orang beramai-ramai membuka akun Facebook atau Twitter agar tidak disebut jadul atau gaptek; agar disebut keren dan cool. Bermodal “update status” saja sudah cukup, nggak penting berderet fitur yang lain, yang penting bisa ngomong ke teman-teman bahwa mereka sudah menjadi “Facebook freak” atau “Twitter freak”. Di masa eforia, Facebook dan Twitter menjadi alat ekspresi diri, untuk menunjukkan “siapa aku”.<span id="more-779"></span></p>
<p>Kini masa eforia itu sudah lewat. Punya akun Facebook dan Twitter kini sudah tidak lagi keren atau sesuatu yang wah&#8230; biasa saja.  Lalu apa akibatnya? Facebook dan Twitter tidak lagi alat ekspresi diri, tak lagi alat nampang. Penggunaan Facebook dan Twitter memasuki fase kematangannya, yaitu mengarah ke fungsi (<strong>functionality</strong>) yang sesungguhnya. Konsumen Indonesia mulai menggunakan Facebook dan Twitter untuk berkoneksi dengan orang lain, berdiskusi, saling bertukar informasi, mencari berita terbaru, mendapatkan tips-tips, mencari informasi produk, mendapatkan referal sebelum melakukan pembelian, dan sebagainya. Tinggal tunggu waktu&#8230; <strong>social media will be a basic needs</strong>.</p>
<p><strong>#2. iPad 500 Ribu Perak? Why Not!!!</strong><br />
Dulu kita tak bisa membayangkan ponsel harganya Rp. 200 ribu. Kini semua itu terwujud. Akankah tablet seperti iPad menjadi cuma 500 ribu perak? Tentu saja tidak. Apple tentu saja tak akan melego produk legendarisnya semurah itu. Tapi proses yang dialami ponsel di atas tak akan terelakkan lagi bakal dialami oleh iPad. Merek-merek murah lokal tiruan iPad yang dibikin di Cina bakal membanjiri pasar. Celakanya, merek-merek lokal ini bukanlah produk murahan yang asal dibikin, tapi merupakan produk <strong>value for money</strong> yang memiliki functionality tak kalah dari iPad tapi dengan harga jauh lebih murah. Celakanya lagi, di Indonesia akan ada begitu banyak <strong>smart value consumers</strong> yang akan membeli iPad tiruan ini. Di dalam konsep Consumer 3000, saya menyebut konsumen jenis ini sebagai: “<strong>Nexian Hunter</strong>”.</p>
<p>Kombinasi antara kuatnya permintaan (thanks to economies of scale) dan dorongan kompetisi antar iPad-iPad tiruan ini akan menggerus harga tablet ke titik yang sangat murah (hingga di bawah 1 juta perak, bisa-bisa cuma <strong>500 ribu perak</strong>). Dan kalau hal ini terjadi, maka tablet akan menjadi mass product yang bakal dimiliki oleh semua lapisan masyarakat, tak terbatas hanya kalangan menengah dan atas. Persis seperti yang terjadi pada ponsel sekarang.</p>
<p><strong>#3. Android Explosion</strong><br />
Kalau revolusi tablet terjadi, maka serta-merta revolusi “pasangannya” pun tak terhindarkan. Apa itu? Tak lain adalah revolusi pasar aplikasi (<strong>apps</strong>). Dan revolusi apps tersebut tak lain adalah <strong>revolusi Android</strong>. Kenapa Android? Karena di Android Market nantinya kita akan mendapatkan ribuan bahkan jutaan apps (mulai dari koran, majalah, buku, games, entertainment, radio-TV satelit, video &#8230; apapun) secara gratis. Ingat, gratis adalah sesuatu yang paling disukai konsumen kita (&#8230;yup, kualitas apps adalah masalah ke sekian, yang penting gratis!!!). Dan kalau hal ini yang terjadi, maka benar kata Telkom bahwa “<strong>the world is in your hand</strong>”. Apapun bisa kita dapatkan melalui gadget di tangan kita. Dan gadget di tangan itu tak lain adalah tablet yang di dalamnya berisi jutaan apps yang memudahkan, menghibur, mewarnai, dan memperindah hidup kita. Tinggal tunggu waktu saja&#8230; hidup kita bakal “<strong>dikuasai</strong>” oleh Android.</p>
<p><strong>#4. From “Broadcasting” to “Connecting”</strong><br />
Kalau di tingkat konsumen, social media semakin menjadi basic needs, maka di tingkat produsen para brand manager pun mulai menggunakan social media pada tempatnya, dan menurut fungsi yang sesungguhnya. Tantangan terbesar bagi brand manager dalam mengadopsi social media selama ini adalah merubah <strong>mindset </strong>mereka dari pendekatan vertikal atau “<strong>broadcasting</strong>” menjadi pemasaran horisontal atau “<strong>connecting</strong>”. Karena sudah sekian lama para brand manager ini menggunakan media “broadcasting” seperti TV, radio, dan koran/majalah, maka ketika muncul media baru, social media, mindset mereka tetap tidak berubah. Mereka menggunakan media baru tersebut untuk mem-broadcast pesan-pesan pemasaran ke konsumen.</p>
<p>Kini, setelah 3-4 tahun melalui “<strong>masa pembelajaran</strong>”, para brand manager (early adopter) mulai menyadari dan memahami bagaimana seharusnya menggunakan media baru tersebut. Mereka akan mulai menggunakan blog, Facebook atau Twitter untuk menciptakan connection (melalui conversation dan engagement) dengan konsumennya. Terdapat tren, kini semakin banyak brand yang menciptakan conversation melalui medium <strong>blog </strong>atau<strong> portal komunitas</strong> (lihat misalnya, brand pelumas Evalube dengan portal GilaMotor.com-nya; atau brand kosmetik Caring Colours dengan portal komunitas CaringCareer-nya). Tak hanya itu, mereka juga memanfaatkan Facebook dan Twitter sebagai channel untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Semua dilakukan bukan dengan pendekatan “broadcasting” tapi mulai mengarah ke “connecting”.</p>
<p><strong>#5. The Birth of Millions of Social Media Entrepreneurs</strong><br />
McKinsey&amp;Co. secara umum mendefinisikan kelas menengah (<strong>middle class</strong>) adalah mereka yang memiliki pendapatan “menganggur” (<strong>disposable income</strong>, yaitu pendapatan sisa di luar yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari) mencapai <strong>1/3 </strong>dari keseluruhan pendapatan. Disposable income ini merupakan dana sisa yang siap diinvestasikan ke dalam berbagai bentuk bisnis. Ketika sudah cukup banyak kelas menengah di Indonesia, menyusul tembusnya GDP/kapita $3000, maka disposable income ini akan cukup besar dan siap untuk diinvestasikan ke dalam berbagai bentuk venture, termasuk masuk ke bisnis online berbasis social media.</p>
<p>Nantinya akan banyak profesional dan pekerja kantoran yang sudah cukup disposable income-nya akan nyambi menjadi entrepreneur dengan berinvestasi di bisnis online berbasis social media. Bahkan ketika sudah banyak contoh sukses entrepreneur muda kaya raya di negeri ini karena berbisnis online/social media (lihat sukses <strong>Koprol </strong>dibeli Yahoo!), maka akan semakin banyak orang kantoran ini yang memberanikan diri nyebur menjadi full-time <strong>social media entrepreneur</strong> karena iming-iming kesuksesan.</p>
<p>Kenapa social media entrepreneur? Karena bisnis berbasis social media menuntut investasi yang relatif murah tapi memiliki potensi luar biasa karena merupakan sunrise business sekaligus blue ocean business. Karena murah meriah, kini muncul tren para fresh graduate mulai tak tertarik menjadi pegawai atau profesional; mereka mulai berani mencoba pertaruhan menjadi social media entrepreneur. Karena itu saya memprediksi social media entrepreneur bakal boom dalam beberapa tahun ke depan.</p>
<p><strong>Selamat Datang 2011.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2010/12/25/indonesia-social-media-outlook-2011-five-big-shift-in-2011-and-beyond/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Being Open without Giving Away the Store</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2010/10/26/being-open-without-giving-away-the-store/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2010/10/26/being-open-without-giving-away-the-store/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Oct 2010 22:31:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=724</guid>
		<description><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2010%252F10%252F26%252Fbeing-open-without-giving-away-the-store%252F&title=Being+Open+without+Giving+Away+the+Store&desc=Temen-temen+saya+dapat+artikel+bagus+dari+Charlene+Lie%2C+penulis+Groundswell+dan+Open+Leadership.+Artikel+ini+saya+dapat+dari+Change+This%21+judulnya%3A+%22Being+Open+without+Giving+Away+the+Store%3A+The+Secre&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div>Temen-temen saya dapat artikel bagus dari Charlene Lie, penulis Groundswell dan Open Leadership. Artikel ini saya dapat dari Change This! judulnya: &#8220;Being Open without Giving Away the Store: The Secret Is a Sandbox Covenant&#8221;. Secara umum isinya adalah mengenai bagaimana perusahaan harus &#8220;membuka diri&#8221; di tengah social media environment yang transparan dan serba terbuka kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2010%252F10%252F26%252Fbeing-open-without-giving-away-the-store%252F&title=Being+Open+without+Giving+Away+the+Store&desc=Temen-temen+saya+dapat+artikel+bagus+dari+Charlene+Lie%2C+penulis+Groundswell+dan+Open+Leadership.+Artikel+ini+saya+dapat+dari+Change+This%21+judulnya%3A+%22Being+Open+without+Giving+Away+the+Store%3A+The+Secre&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div><p>Temen-temen saya dapat artikel bagus dari Charlene Lie, penulis Groundswell dan Open Leadership. Artikel ini saya dapat dari Change This! judulnya: &#8220;Being Open without Giving Away the Store: The Secret Is a Sandbox Covenant&#8221;. Secara umum isinya adalah mengenai bagaimana perusahaan harus &#8220;membuka diri&#8221; di tengah social media environment yang transparan dan serba terbuka kepada seluruh stakeholder (customers, employees, parners, etc). Solusi yang diberikan Charlene adalah pendekatan yang ia sebut &#8220;<strong>Sandbox Covenent</strong>&#8221; yang memuat dua elemen dasar yaitu: pertama membuat aturan main dan batas-batas keterbukaan yang ingin dijalankan  (&#8220;<strong>build Sandbox</strong>). Kedua, menciptakan trust (&#8220;<strong>Covenant</strong>&#8220;) di antara seluruh anggota stakeholder.</p>
<p>Temen-Temen yang ingin membacanya berikut ini link-nya, dalam bentuk pdf yang bisa didownload. Mudah-mudahan bisa membikin lebih cerdas&#8230; hehehe <img src='http://www.yuswohady.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://www.yuswohady.com/wp-content/uploads/2010/10/Open-Leadership-The-Secret-is-a-Sanbox-Covenant-by-Charlene-Lie.pdf">Open Leadership &#8211; The Secret is a Sanbox Covenant by Charlene Lie</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2010/10/26/being-open-without-giving-away-the-store/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sukseskah Plasa.com?</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2010/03/30/sukseska-plasa-com/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2010/03/30/sukseska-plasa-com/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Mar 2010 05:39:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[Corporate Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[EwMC2]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[e-commerce indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[plasa.com]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=612</guid>
		<description><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2010%252F03%252F30%252Fsukseska-plasa-com%252F&title=Sukseskah+Plasa.com%3F&desc=Setelah+beberapa+tahun+terakhir+adem-ayem%2C+belantara+e-commerce+di+Indonesia+bakal+menggeliat%2C+menyusul+di-relaunch+nya+Plasa.com+oleh+Telkom+Kamis+minggu+lalu.+Optimisme+ini+muncul+mengingat+Telkom+m&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div>Setelah beberapa tahun terakhir adem-ayem, belantara e-commerce di Indonesia bakal menggeliat, menyusul di-relaunch nya Plasa.com oleh Telkom Kamis minggu lalu. Optimisme ini muncul mengingat Telkom memiliki ”energi baru” buah dari transformasi bisnis yang dilakukannya menuju TIME (telecommunication, Information, Media, Edutainment). Artinya, kini Telkom harus 125% komit mengembangkan Plasa.com karena adanya business vision yang jelas, tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2010%252F03%252F30%252Fsukseska-plasa-com%252F&title=Sukseskah+Plasa.com%3F&desc=Setelah+beberapa+tahun+terakhir+adem-ayem%2C+belantara+e-commerce+di+Indonesia+bakal+menggeliat%2C+menyusul+di-relaunch+nya+Plasa.com+oleh+Telkom+Kamis+minggu+lalu.+Optimisme+ini+muncul+mengingat+Telkom+m&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div><p>Setelah beberapa tahun terakhir adem-ayem, belantara e-commerce di Indonesia bakal menggeliat, menyusul di-relaunch nya Plasa.com oleh Telkom Kamis minggu lalu. Optimisme ini muncul mengingat Telkom memiliki ”energi baru” buah dari transformasi bisnis yang dilakukannya menuju <strong>TIME (telecommunication, Information, Media, Edutainment)</strong>. Artinya, kini Telkom harus 125% komit mengembangkan Plasa.com karena adanya business vision yang jelas, tak lagi angot-angotan seperti sebelumnya.</p>
<p>Tak hanya itu, saya melihat proyek Plasa.com merupakan test case pertama dari keseluruhan transformasi Telkom menuju TIME. Saat ini banyak proyek rintisan sudah dijalankan di tubuh Telkom untuk mewujudkan TIME, namun Plasa.com inilah quick win yang tidak boleh tidak harus menuai kesuksesan. Begitu ini gagal, maka inisiatif-inisiatif bisnis lain akan berada di ujung tanduk, inilah peliknya transformasi bisnis. Artinya, manajemen Telkom at all cost akan menyukseskan Plasa.com,</p>
<p>Dengan koki baru, Mbak Shinta Bubu di bawah bendera Mojopia, perombakan yang dilakukan cukup substansial. Yang paling jelas adalah “<strong>refocusing</strong>” Plasa.com untuk lebih berkonsentrasi ke e-commerce (online shopping), walaupun layanan agregasi konten masih disediakan. Refocusing juga diarahkan pada target tenant yang dibidiknya yaitu UKM. Captive market-nya, Telkom menyebut punya 30.000 mitra binaan UKM yang siap digadang ke Plasa.com.</p>
<p><span id="more-612"></span>Kembali ke judul tulisan ini: “<strong>Sukseskah Plasa.com</strong>?” Saya tak akan menjawab pertanyaan tersebut, saya hanya memberi catatan dua hal yang barangkali akan menjadi “<strong>chasm</strong>” alias “parit menganga” yang tak memungkinkan layanan ini mencapai critical mass-nya menuju pasar massal (mainstream market).</p>
<p><strong>Isu #1</strong>. Terkait dengan keyakinan konsumen akan keamanan transaksi online. Tantangan yang bakal dihadapai Plasa.com persis seperti yang dihadapi BCA saat memasalkan layanan ATM sekitar 15 tahun lalu. Mengenai ini Telkom sudah merespons nya dengan beragam model alat pembayaran. “Ke depannya, kami sedang mengembangkan online payment lainnya melalui T-Cash dan Flexi Cash,” kata mbak Shinta. “Untuk skala internasional, kita juga menjajaki kerjasama dengan PayPal.” Cukupkah itu meyakinkan konsumen kita?</p>
<p><strong>Isu #2</strong>. Setelah isu keamanan lolos, tantangan yang lebih mendasar adalah, apakah perilaku konsumen Indonesia sudah siap dibawa ke online shoping? Saya sulit menemukan survei perilaku online shopping di Indonesia. Saya hanya punya gambarannya untuk Asia, seperti ditunjukkan oleh hasil survei Visa eCommerce Consumer Monitor (2009). Menurut survei tersebut, hampir sembilan dari sepuluh orang atau 89 persen responden mengaku telah berbelanja online dalam 12 bulan terakhir. Jadi orang Asia siap dengan online shopping. Cuma celakanya, respondennya diambil di “negara-negara maju” Asia, yaitu Jepang, Hong Kong, Cina, India, Korea, Singapura, dan Australia, Indonesia tak terjamah.</p>
<p>Feeling saya, temuan tersebut jauh mencerminkan kondisi yang ada di Indonesia. Seperti halnya saya, kalau mau beli laptop atau HP, kenceng banget surving di internet. Tapi begitu sampai ke urusan beli&#8230; langsung ngacir deh ke Ambasador atau Cempaka mas. Kalau nggak ketemu mbak-mbak SPG yang cantik-cantik atau berjibaku tawar-menawar rasanya kok nggak plong gitu!!! Saya yakin, yang saya alami ini terjadi di sebagian besar konsumen kita.</p>
<p>So&#8230; balik ke pertanyaan semula: “<strong>Sukseskah Plasa.com?</strong>”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2010/03/30/sukseska-plasa-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Are You Workaholic? How to Quit&#8230;?</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2009/04/02/are-you-workaholic-how-to-quit/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2009/04/02/are-you-workaholic-how-to-quit/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 15:27:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[EwMC2]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Facebookaholic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=564</guid>
		<description><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2009%252F04%252F02%252Fare-you-workaholic-how-to-quit%252F&title=Are+You+Workaholic%3F+How+to+Quit...%3F&desc=Kalau+Anda+adalah+Facebookers%2C+dan+telah+terjangkiti+penyakit+FACEBOOKAHOLIC%2C+maka+Anda+harus+mulai+memikirkan+dua+langkah+berikut%3A+pertama%2C+me-manage+waktu+memakai+FB.+Atau+kedua%2C+memutuskan+keluar+d&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div>Kalau Anda adalah Facebookers, dan telah terjangkiti penyakit FACEBOOKAHOLIC, maka Anda harus mulai memikirkan dua langkah berikut: pertama, me-manage waktu memakai FB. Atau kedua, memutuskan keluar dari belenggu FB. Berikut ini adalah tips-tips untuk keluar dari ketergantungan FB yang coba disarikan dari berbagai sumber:
Tips #1: Admit you have a problem with what you do on [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2009%252F04%252F02%252Fare-you-workaholic-how-to-quit%252F&title=Are+You+Workaholic%3F+How+to+Quit...%3F&desc=Kalau+Anda+adalah+Facebookers%2C+dan+telah+terjangkiti+penyakit+FACEBOOKAHOLIC%2C+maka+Anda+harus+mulai+memikirkan+dua+langkah+berikut%3A+pertama%2C+me-manage+waktu+memakai+FB.+Atau+kedua%2C+memutuskan+keluar+d&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div><p>Kalau Anda adalah Facebookers, dan telah terjangkiti penyakit FACEBOOKAHOLIC, maka Anda harus mulai memikirkan dua langkah berikut: pertama, me-manage waktu memakai FB. Atau kedua, memutuskan keluar dari belenggu FB. Berikut ini adalah tips-tips untuk keluar dari ketergantungan FB yang coba disarikan dari berbagai sumber:</p>
<p><strong>Tips #1: Admit you have a problem with what you do on FB.</strong><br />
Langkah penting pertama adalah AKUI dengan sejujurnya bahwa Anda punya masalah dengan waktu yang Anda buang untuk Facebooking. Selama Anda merasa bahwa everything is OK, Anda tak mengakui punya masalah dengan waktu penggunaan FB, maka dipastikan Anda tak akan bisa keluar dari FB. Itu artinya memang Anda senang dan puas dengan “kehidupan” FB Anda.</p>
<p><strong>Tips #2 Keep track of what you do on FB</strong><br />
Tiap kali Anda selesai Facebooking, evaluasi sejenak apa saja yang telah Anda lakukan selama, katakan dua jam, ber-FB ria? Apakah aktivitas itu cukup bermanfaat bagi Anda? Atau sesungguhnya Anda buang-buang waktu saja? Biasanya Anda masuk ke FB pertama-tama untuk meng-confirm temen yang minta di-add; lalu Anda mencek temen-temen yang merubah foto profil, menulis note, atau menambahkan lagu atau video baru. Coba renungkan, apakah itu KEBERMANFAATAN atau KEMUBAZIRAN. Mereview apa-apa yang sudah Anda lakukan setiap kali akan log out dari FB membuat Anda menjadi peka terhadap pemborosan waktu yang telah Anda lakukan.</p>
<p><strong>Tips # 3 Define your goals on Facebook.</strong><br />
Sebelum Anda memutuskan bergabung di FB, rumuskan terlebih dahulu, apa sesungguhnya TUJUAN Anda. Apakah untuk mencari teman; berbagi ide sesama teman seminat; memaintain teman atau menjalin relasi dengan klien Anda; dsb-dsb. Apapun tujuannya, Anda harus menyediakan waktu Anda untuk mewujudkan tujuan tersebut. Ketika Anda tak memiliki tujuan apapun di FB, maka Anda harus siap menanggung resiko melakukan kesia-siaan. Itu akan menjadikan FB merupakan liabilities bukanlah aset bagi Anda.</p>
<p><strong>Tips #4 Think of other things you could be doing with your time spent on Facebook.</strong><br />
Hitung berapa lama rata-rata dalam seminggu Anda menghabiskaan waktu untuk Facebooking: 5, 7, atau mungkin 10 jam? Lalu pikirkanlah aktivitas lain yang bisa Anda lakukan dengan waktu sebanyak itu. Membaca buku misalnya, atau mengambil part time job, atau mungkin mungkin main futsal. Lalu coba timbang-timbang mana yang lebih bermanfaat. FB atau kegiatan lain itu?</p>
<p><strong>Tips #5 Leave Facebook.</strong><br />
Ketika berbagai upaya di atas sudan coba Anda lakukan, tapi tetap saja Anda tak kuasa MELEPASKAN DIRI dari belenggu FB, maka itu berarti Anda harus mengambil keputuan besar: meninggalkan FB, say good bye to FB!!!. <img src='http://www.yuswohady.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> (( Caranya…</p>
<p>o Kirim imel ke seluruh jringan teman Anda untuk menjelaskan keputusan Anda ini. <img src='http://www.yuswohady.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /><br />
o Tanggalkan seluruh jaringan teman dan grup. <img src='http://www.yuswohady.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> (<br />
o Delete semua informasi di Profile, termsuk foto. <img src='http://www.yuswohady.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /><br />
o Delete semua pesan di wall. <img src='http://www.yuswohady.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /><br />
o Delete semua komen/note yang Anda pernah buat. <img src='http://www.yuswohady.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> (<br />
o Delete semua pesan apakah yang “sent” maupun “received”. <img src='http://www.yuswohady.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /><br />
o Deaktifasikan akun Anda. <img src='http://www.yuswohady.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> (( hikhikhikhkkhkhkhikkkkhk<br />
o Cari pengganti FB untuk mengisi waktu-waktu berharga Anda: bisa main futzal, makan, ndengerin musik, etc.</p>
<p>Sambil nyanyikan lagunya John Lennon:</p>
<p>Imagine there&#8217;s no Facebook,<br />
It&#8217;s so hard to try&#8230;.<br />
No people adding us, above us only sky<br />
Imagine all the people, living on lonely&#8230;.</p>
<p>Semoga bermanfaat&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2009/04/02/are-you-workaholic-how-to-quit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>VALENTINE DAY 2.0</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2009/02/15/valentine-day-20/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2009/02/15/valentine-day-20/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 04:07:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[Consumer Insight]]></category>
		<category><![CDATA[EwMC2]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[web 2.0 behavior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=509</guid>
		<description><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2009%252F02%252F15%252Fvalentine-day-20%252F&title=VALENTINE+DAY+2.0&desc=Di+hari+spesial+Valentine+Day+14+Feb+ini+saya+iseng2+Googling%2C+saya+ketik+di+situ+%22valentine+day+kasih+sayang%22.+Lalu+saya+dapatkan+banyak+pernyataan%2C+pengungkapan%2C+cerita%2C+puisi%2C+surat%2C+gift%2C+apapun+y&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div>Di hari spesial Valentine Day 14 Feb ini saya iseng2 Googling, saya ketik di situ &#8220;valentine day kasih sayang&#8221;. Lalu saya dapatkan banyak pernyataan, pengungkapan, cerita, puisi, surat, gift, apapun yang berbau CINTA. Lalu saya menemukan sepotong cerita dengan judul &#8220;LOVE IS SO SIMPLE&#8221; dari sebuah blog. Saya kutipkan bagian awalnya saja sebagai berikut:

 
&#8220;Pasangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2009%252F02%252F15%252Fvalentine-day-20%252F&title=VALENTINE+DAY+2.0&desc=Di+hari+spesial+Valentine+Day+14+Feb+ini+saya+iseng2+Googling%2C+saya+ketik+di+situ+%22valentine+day+kasih+sayang%22.+Lalu+saya+dapatkan+banyak+pernyataan%2C+pengungkapan%2C+cerita%2C+puisi%2C+surat%2C+gift%2C+apapun+y&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div><p>Di hari spesial Valentine Day 14 Feb ini saya iseng2 Googling, saya ketik di situ &#8220;valentine day kasih sayang&#8221;. Lalu saya dapatkan banyak pernyataan, pengungkapan, cerita, puisi, surat, gift, apapun yang berbau CINTA. Lalu saya menemukan sepotong cerita dengan judul &#8220;LOVE IS SO SIMPLE&#8221; dari sebuah blog. Saya kutipkan bagian awalnya saja sebagai berikut:<br />
<!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:UseFELayout /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span><br />
<mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p><!--[endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--><em>&#8220;Pasangan saya adalah seorang yang sederhana, saya mencintai sifatnya yang alami Dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan saya, ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.</em></p>
<p><em>Tiga tahun dalam masa perkenalan, Dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.</em></p>
<p><em>Saya seorang wanita yang sentimentil Dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.</em></p>
<p><em>Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.</em></p>
<p><em>Suatu Hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.</em></p>
<p><span id="more-509"></span><em><span lang="SV">“Mengapa?”, tanya suami saya dengan terkejut.</span></em></p>
<p><em><span lang="SV">“Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan,” jawab saya.</span></em></p>
<p><em><span lang="SV">Suami saya terdiam Dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.</span></em></p>
<p><em><span lang="SV">Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?</span></em></p>
<p><em><span lang="SV">Dan akhirnya suami saya bertanya, “Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiran kamu?”</span></em></p>
<p><em><span lang="SV">Saya menatap matanya dalam-dalam Dan menjawab dengan pelan,”Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam perasaan saya, saya akan merubah pikiran saya :<br />
</span></em></p>
<p><em><span lang="SV">“Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yg Ada di tebing gunung. </span><span lang="FI">Kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan memetik bunga itu untuk saya?”</span></em></p>
<p><em><span lang="FI">Dia termenung Dan akhirnya berkata, “Saya akan memberikan jawabannya besok.” Perasaan saya langsung gundah mendengar responnya.</span></em></p>
<p><em><span lang="FI">Keesokan paginya, dia tidak Ada di rumah, Dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan ……<br />
“Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.”</span></em></p>
<p><em><span lang="FI">Kalimat pertama ini menghancurkan perasaan saya.<br />
Saya melanjutkan untuk membacanya.<br />
“Kamu selalu pegal-pegal pada waktu ‘teman baik kamu’ datang setiap bulannya, Dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kaki kamu yang pegal.”<br />
</span></em></p>
<p><em><span lang="FI">“Kamu senang diam di rumah, Dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi ‘aneh’. Saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghibur kamu di rumah atau meminjamkan lidah saya untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami.”<br />
</span></em></p>
<p><em><span lang="FI">“Kamu selalu terlalu dekat menonton televisi, terlalu dekat membaca buku, Dan itu tidak baik untuk kesehatan Mata kamu. Saya harus menjaga Mata saya agar ketika Kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kuku kamu Dan mencabuti uban kamu.”<br />
</span></em></p>
<p><em><span lang="SV">“Tangan saya akan memegang tangan kamu, membimbing kamu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi Dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar Dan indah seperti cantiknya wajah kamu.”<br />
</span></em></p>
<p><em><span lang="SV">“Tetapi Sayang, saya tidak akan mengambil bunga indah yang Ada di tebing gunung itu hanya untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air Mata kamu mengalir.<br />
</span></em></p>
<p><em><span lang="SV">“Sayang, saya tahu, Ada banyak orang yang bisa mencintai kamu lebih dari saya mencintai kamu. Untuk itu Sayang, jika semua yang telah diberikan tangan saya, kaki saya, Mata saya tidak cukup buat kamu, saya tidak bisa menahan kamu untuk mencari tangan, kaki, Dan Mata lain yang dapat membahagiakan kamu.”<br />
</span></em></p>
<p><em><span lang="SV">Air Mata saya jatuh ke atas tulisannya Dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya.<br />
</span>“Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawaban saya.</em></p>
<p><em>Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, Dan tetap menginginkan saya untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah Kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawaban kamu.”</em></p>
<p><em>“Jika kamu tidak puas dengan jawaban saya ini, Sayang, biarkan saya masuk untuk membereskan barang-barang saya, Dan saya tidak akan mempersulit hidup kamu. Percayalah, bahagia saya adalah bila kamu bahagia.”</em></p>
<p><em>Saya segera berlari membuka pintu Dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu Dan roti kesukaan saya.</em></p>
<p><em>Oh, kini saya tahu, tidak Ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintai saya.</em></p>
<p><em>Itulah cinta, di saat Kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari perasaan Kita, karena Kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang Kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah Kita bayangkan sebelumnya.</em></p>
<p><em>Seringkali yang Kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan Kita, Dan bukan mengharapkan wujud tertentu.</em></p>
<p><em>Karena cinta tidak selalu harus berwujud “bunga”.</em></p>
<p>Itu tadi ceritanya:<br />
Jangan salah, cerita tulisan itu berakhir indah, happy ending, layaknya kisah Cinderella, kayak film-film Hollywood yang menguras air mata. trenyuh, menyentuh, very emosional, manusiawi, dan berakhir dengan indah. Hampir saja saya melelehkan air mata (tapi belom lho&#8230;. hehehe).</p>
<p>Saya berpikir, itulah kekuatan web 2.0 tools. Bagaimana kita bisa mengungkapkan emosi dan perasaan kita demikian powerful, demikian menyentuh, demikian emosional, penuh perasaan, demikian manusiawi, demikian detil bahkan telanjang, demikian indah&#8230; demikian SEMPURNA.</p>
<p>Dengan FB, Blog, Friendster, kita begitu gampang &#8220;MENGURAS HABIS&#8221; seluruh isi perasaan dan isi hati kita. Dengan begitu maka potensi kemanusiaan kita juga bisa TERBEBASKAN dan TERLAMPIASKAN demikian sempurnanya. Dengan begitu pula kita menjadi MANUSIA SEMPURNA. wow&#8230;. betapa indahnya.</p>
<p>Dengan kehadiran web 2.0 tools, tanpa kita sadari cara kita mengungkapkan CINTA di hari VALENTINE telah berubah 180 derajat.</p>
<p>VALENTINE DAY kini telah berubah menjadi lebih powerful, lebih emosional, lebih menyentuh, lebih indah.</p>
<p>Saya sebut itu: VALENTINE DAY 2.0.</p>
<p>Mau tahu sedikit cirinya:<br />
<span> #1. 1000.000 kali lebih personal-emosional-menyent</span></p>
<div>uh<br />
#2. 1000.000 kali lebih narsis<br />
#3. 1000.000 kali lebih telanjang<br />
#4. 1000.000 kali lebih menguras isi hati &#8230;. dan air mata<br />
#5. 1000.000&#8230;hmmmm&#8230;. apa lagi ya?????</p>
<p>&#8230;silahkan teruskan #6 #7, dan nomor-nomor berikutnya.</p>
<p>Happy Valentine <img src='http://www.yuswohady.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Dengan CINTA hidup kita menjadi lebih indah&#8230;</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2009/02/15/valentine-day-20/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Republik Facebook&#8221;</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2009/01/31/republik-facebook/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2009/01/31/republik-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 03:25:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[EwMC2]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[WOM Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[word of mouth]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=494</guid>
		<description><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2009%252F01%252F31%252Frepublik-facebook%252F&title=%22Republik+Facebook%22&desc=Ide+posting+ini+datang+dari+postingan+mas+Enda+Nasution.+Dalam+posting-nya+Mas+Enda+menampilkan+data+bahwa+pengguna+FB+sudah+mau+menerobos+angka+1+juta+%28total+pengguna+FB+saat+ini+sekitar+160+juta%29.+D&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div>Ide posting ini datang dari postingan mas Enda Nasution. Dalam posting-nya Mas Enda menampilkan data bahwa pengguna FB sudah mau menerobos angka 1 juta (total pengguna FB saat ini sekitar 160 juta). Dalam posting Mas Enda, per 27 Januari member FB sudah mencapai 968.481 mengungguli jumlah member dari Malaysia dan Singapura. (lihat grafik). Mungkin per [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2009%252F01%252F31%252Frepublik-facebook%252F&title=%22Republik+Facebook%22&desc=Ide+posting+ini+datang+dari+postingan+mas+Enda+Nasution.+Dalam+posting-nya+Mas+Enda+menampilkan+data+bahwa+pengguna+FB+sudah+mau+menerobos+angka+1+juta+%28total+pengguna+FB+saat+ini+sekitar+160+juta%29.+D&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div><p>Ide posting ini datang dari postingan mas Enda Nasution. Dalam posting-nya Mas Enda menampilkan data bahwa pengguna FB sudah mau menerobos angka 1 juta (total pengguna FB saat ini sekitar 160 juta). Dalam posting Mas Enda, per 27 Januari member FB sudah mencapai 968.481 mengungguli jumlah member dari Malaysia dan Singapura. (lihat grafik). Mungkin per hari ini sudah lewat tuh, karena saya cek di www.allfacebook.com data terakhir per 28 Januari sudah mencapai 980.307.</p>
<div id="attachment_495" class="wp-caption alignleft" style="width: 416px"><a href="http://www.yuswohady.com/wp-content/uploads/2009/01/facebook-user-in-indonesia.jpg"><img class="size-full wp-image-495" title="facebook-user-in-indonesia" src="http://www.yuswohady.com/wp-content/uploads/2009/01/facebook-user-in-indonesia.jpg" alt="FB users: Indonesia-Singapura-Malaysia " width="406" height="299" /></a><p class="wp-caption-text">FB users: Indonesia-Singapura-Malaysia </p></div>
<p>Dari postingan itu saya langsung nyambung aja. Saya mengamati bahwa bagaimana member FB berkembang itu mengikuti hukum <strong>[E = wMC2]</strong> dimana: <strong>E</strong> = energi marketing yang dahsyat; <strong>wM</strong> = word of mouth (mouse); <strong>C2 </strong>= Customer community: offline x online).</p>
<p>Sesuai hukum [E = wMC2], pertumbuhan member FB terjadi karena proses tipping point (baca: “wabah”) melalui promosi dari mulut ke mulut atau word of mouth. Word of mouth itu terjadi karena proses penyebaran FB dari member satu ke member berikutnya terjadi secara massif melalui medium komunitas. Di mana “salesman” utama dari proses situ adalah para “<strong>FB evangelist</strong>”.</p>
<p>Saya adalah salah satu “FB evangelist”, karena di manapun dan di kesempatan apapun saya selalu katakan: “Hai teman-temanku, bikinlah account FB!!!”. Minggu lalu misalnya, saya bicara di depan 600 orang peserta seminar buku “New Wave Marketing/CROWD” di Makassar. Di situ FB saya bedah habis-habisan; saya juga cerita bagaimana Obama bisa menang karena FB; atau bagaimana Ayat-Ayat Cinta bisa box office karena FB.</p>
<p>Saya yakin setidaknya setengah dari peserta itu mikir-mikir untuk bikin account FB. Karena menurut survei AC Nielsen, rekomendasi pelanggan kini menempati posisi pertama sebagai alat pemasaran yang paling ampuh mengalahkan TV, Radio, dan surat kabar. Kenapa? Karena menurut riset tersebut: “91% customers likely to buy on customer recommendation”.</p>
<p>Saya percaya proses penyebaran word of mouth di dalam komunitas memiliki kekuatan “<strong>network effect</strong>” mengikuti teori <strong>Group-Forming Network</strong>, dikenal sebagai “<strong>Reed’s Law</strong>” (ditemukan oleh Prof. David Reed dari MIT ). Mengacu ke teori ini saya memperkirakan pertumbuhan member FB ini akan melesat secara EKSPONENSIAL, mengikuti DERET UKUR seiring dengan bertambahnya member yang masuk. Uraian ditel mengenai Reed’s Law ini bisa dilihat di buku CROWD p. 104-118.</p>
<p>Artinya apa? Kalau jumlah member FB mampu menerobos angka 1 juta bulan ini, maka tidak sampai tahun depan mungkin jumlah member FB akan mencapai 10 juta; dan mungkin tak sampai dua tahun lagi jumlah member FB akan mencapai 100 juta. Tidak percaya? Kita tunggu aja…</p>
<p>Saya bayangkan dua tahun lagi member FB sudah mencapai 100 juta. Maka saya kira FB sudah layak dijadikan Republik, sebut saja: “<strong>REPUBLIK FACEBOOK</strong>”. Namanya Republik, tentu ada presidennya, ada menterinya, ada DPR-nya. Saya mau tuh ikutan maju jadi Capres.</p>
<p>Kalau jadi Capres “Republik Indonesia” mah saya nggak berani, takut sama Capres Wiranto, sama Capres Prabowo” soalnya tentara… hiiii seraaaam!!!!. Takut juga dikritik Mbak Mega main Yo-Yo!!!. Tapi kalau jadi Capres FB, siapa takuuuuut!!!</p>
<p>Di samping itu jadi “President Republik Facebook” pasti enak, nggak pusing, soalnya pasti nggak ada KORUPSI, nggak ada MUTILASI, nggak ada BANJIR, nggak ada MACET…</p>
<p>Adanya cuma satu: C  I  N  T  A</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2009/01/31/republik-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Social Media Prediction 2009. Excellent Presentation!!!</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2008/12/31/social-media-prediction-2009-excellent-presentation/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2008/12/31/social-media-prediction-2009-excellent-presentation/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 03:26:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[EwMC2]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[social media prediction 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=404</guid>
		<description><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2008%252F12%252F31%252Fsocial-media-prediction-2009-excellent-presentation%252F&title=Social+Media+Prediction+2009.+Excellent+Presentation%21%21%21&desc=Berikut+ini+adalah+presentasi+%22Social+Media+Prediction+2009%22+yang+saya+ambil+dari+Slideshare.+Mungkin+berguna+bagi+temen-temen+menyongsong+tahun+2009.+Hadiah+Tahun+Baru+2009.+Hehehe...%0D%0ASocial+Media+P&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div>Berikut ini adalah presentasi &#8220;Social Media Prediction 2009&#8243; yang saya ambil dari Slideshare. Mungkin berguna bagi temen-temen menyongsong tahun 2009. Hadiah Tahun Baru 2009. Hehehe&#8230;
Social Media Prediction 2009
View SlideShare presentation or Upload your own. (tags: social media)

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2008%252F12%252F31%252Fsocial-media-prediction-2009-excellent-presentation%252F&title=Social+Media+Prediction+2009.+Excellent+Presentation%21%21%21&desc=Berikut+ini+adalah+presentasi+%22Social+Media+Prediction+2009%22+yang+saya+ambil+dari+Slideshare.+Mungkin+berguna+bagi+temen-temen+menyongsong+tahun+2009.+Hadiah+Tahun+Baru+2009.+Hehehe...%0D%0ASocial+Media+P&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div><p>Berikut ini adalah presentasi &#8220;Social Media Prediction 2009&#8243; yang saya ambil dari Slideshare. Mungkin berguna bagi temen-temen menyongsong tahun 2009. Hadiah Tahun Baru 2009. Hehehe&#8230;</p>
<div style="width:425px;text-align:left" id="__ss_880329"><a style="font:14px Helvetica,Arial,Sans-serif;display:block;margin:12px 0 3px 0;text-decoration:underline;" href="http://www.slideshare.net/alihadi/social-media-prediction-2009-presentation?type=powerpoint" title="Social Media Prediction 2009">Social Media Prediction 2009</a><object style="margin:0px" width="425" height="355"><param name="movie" value="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=social-media-prediction-2009-1230672261709633-2&#038;stripped_title=social-media-prediction-2009-presentation" /><param name="allowFullScreen" value="true"/><param name="allowScriptAccess" value="always"/><embed src="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=social-media-prediction-2009-1230672261709633-2&#038;stripped_title=social-media-prediction-2009-presentation" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed></object>
<div style="font-size:11px;font-family:tahoma,arial;height:26px;padding-top:2px;">View SlideShare <a style="text-decoration:underline;" href="http://www.slideshare.net/alihadi/social-media-prediction-2009-presentation?type=powerpoint" title="View Social Media Prediction 2009 on SlideShare">presentation</a> or <a style="text-decoration:underline;" href="http://www.slideshare.net/upload?type=powerpoint">Upload</a> your own. (tags: <a style="text-decoration:underline;" href="http://slideshare.net/tag/social">social</a> <a style="text-decoration:underline;" href="http://slideshare.net/tag/media">media</a>)</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2008/12/31/social-media-prediction-2009-excellent-presentation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

