<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>yuswohady.com &#187; Internet Marketing</title>
	<atom:link href="http://www.yuswohady.com/category/internet-marketing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.yuswohady.com</link>
	<description>E=wMC2 &#124; Marketing Becomes Horizontal</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Aug 2010 05:32:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Sukseskah Plasa.com?</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2010/03/30/sukseska-plasa-com/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2010/03/30/sukseska-plasa-com/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Mar 2010 05:39:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[Corporate Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[EwMC2]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[e-commerce indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[plasa.com]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=612</guid>
		<description><![CDATA[Setelah beberapa tahun terakhir adem-ayem, belantara e-commerce di Indonesia bakal menggeliat, menyusul di-relaunch nya Plasa.com oleh Telkom Kamis minggu lalu. Optimisme ini muncul mengingat Telkom memiliki ”energi baru” buah dari transformasi bisnis yang dilakukannya menuju TIME (telecommunication, Information, Media, Edutainment). Artinya, kini Telkom harus 125% komit mengembangkan Plasa.com karena adanya business vision yang jelas, tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah beberapa tahun terakhir adem-ayem, belantara e-commerce di Indonesia bakal menggeliat, menyusul di-relaunch nya Plasa.com oleh Telkom Kamis minggu lalu. Optimisme ini muncul mengingat Telkom memiliki ”energi baru” buah dari transformasi bisnis yang dilakukannya menuju <strong>TIME (telecommunication, Information, Media, Edutainment)</strong>. Artinya, kini Telkom harus 125% komit mengembangkan Plasa.com karena adanya business vision yang jelas, tak lagi angot-angotan seperti sebelumnya.</p>
<p>Tak hanya itu, saya melihat proyek Plasa.com merupakan test case pertama dari keseluruhan transformasi Telkom menuju TIME. Saat ini banyak proyek rintisan sudah dijalankan di tubuh Telkom untuk mewujudkan TIME, namun Plasa.com inilah quick win yang tidak boleh tidak harus menuai kesuksesan. Begitu ini gagal, maka inisiatif-inisiatif bisnis lain akan berada di ujung tanduk, inilah peliknya transformasi bisnis. Artinya, manajemen Telkom at all cost akan menyukseskan Plasa.com,</p>
<p>Dengan koki baru, Mbak Shinta Bubu di bawah bendera Mojopia, perombakan yang dilakukan cukup substansial. Yang paling jelas adalah “<strong>refocusing</strong>” Plasa.com untuk lebih berkonsentrasi ke e-commerce (online shopping), walaupun layanan agregasi konten masih disediakan. Refocusing juga diarahkan pada target tenant yang dibidiknya yaitu UKM. Captive market-nya, Telkom menyebut punya 30.000 mitra binaan UKM yang siap digadang ke Plasa.com.</p>
<p><span id="more-612"></span>Kembali ke judul tulisan ini: “<strong>Sukseskah Plasa.com</strong>?” Saya tak akan menjawab pertanyaan tersebut, saya hanya memberi catatan dua hal yang barangkali akan menjadi “<strong>chasm</strong>” alias “parit menganga” yang tak memungkinkan layanan ini mencapai critical mass-nya menuju pasar massal (mainstream market).</p>
<p><strong>Isu #1</strong>. Terkait dengan keyakinan konsumen akan keamanan transaksi online. Tantangan yang bakal dihadapai Plasa.com persis seperti yang dihadapi BCA saat memasalkan layanan ATM sekitar 15 tahun lalu. Mengenai ini Telkom sudah merespons nya dengan beragam model alat pembayaran. “Ke depannya, kami sedang mengembangkan online payment lainnya melalui T-Cash dan Flexi Cash,” kata mbak Shinta. “Untuk skala internasional, kita juga menjajaki kerjasama dengan PayPal.” Cukupkah itu meyakinkan konsumen kita?</p>
<p><strong>Isu #2</strong>. Setelah isu keamanan lolos, tantangan yang lebih mendasar adalah, apakah perilaku konsumen Indonesia sudah siap dibawa ke online shoping? Saya sulit menemukan survei perilaku online shopping di Indonesia. Saya hanya punya gambarannya untuk Asia, seperti ditunjukkan oleh hasil survei Visa eCommerce Consumer Monitor (2009). Menurut survei tersebut, hampir sembilan dari sepuluh orang atau 89 persen responden mengaku telah berbelanja online dalam 12 bulan terakhir. Jadi orang Asia siap dengan online shopping. Cuma celakanya, respondennya diambil di “negara-negara maju” Asia, yaitu Jepang, Hong Kong, Cina, India, Korea, Singapura, dan Australia, Indonesia tak terjamah.</p>
<p>Feeling saya, temuan tersebut jauh mencerminkan kondisi yang ada di Indonesia. Seperti halnya saya, kalau mau beli laptop atau HP, kenceng banget surving di internet. Tapi begitu sampai ke urusan beli&#8230; langsung ngacir deh ke Ambasador atau Cempaka mas. Kalau nggak ketemu mbak-mbak SPG yang cantik-cantik atau berjibaku tawar-menawar rasanya kok nggak plong gitu!!! Saya yakin, yang saya alami ini terjadi di sebagian besar konsumen kita.</p>
<p>So&#8230; balik ke pertanyaan semula: “<strong>Sukseskah Plasa.com?</strong>”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2010/03/30/sukseska-plasa-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Are You Workaholic? How to Quit&#8230;?</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2009/04/02/are-you-workaholic-how-to-quit/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2009/04/02/are-you-workaholic-how-to-quit/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 15:27:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[EwMC2]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Facebookaholic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=564</guid>
		<description><![CDATA[Kalau Anda adalah Facebookers, dan telah terjangkiti penyakit FACEBOOKAHOLIC, maka Anda harus mulai memikirkan dua langkah berikut: pertama, me-manage waktu memakai FB. Atau kedua, memutuskan keluar dari belenggu FB. Berikut ini adalah tips-tips untuk keluar dari ketergantungan FB yang coba disarikan dari berbagai sumber:
Tips #1: Admit you have a problem with what you do on [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau Anda adalah Facebookers, dan telah terjangkiti penyakit FACEBOOKAHOLIC, maka Anda harus mulai memikirkan dua langkah berikut: pertama, me-manage waktu memakai FB. Atau kedua, memutuskan keluar dari belenggu FB. Berikut ini adalah tips-tips untuk keluar dari ketergantungan FB yang coba disarikan dari berbagai sumber:</p>
<p><strong>Tips #1: Admit you have a problem with what you do on FB.</strong><br />
Langkah penting pertama adalah AKUI dengan sejujurnya bahwa Anda punya masalah dengan waktu yang Anda buang untuk Facebooking. Selama Anda merasa bahwa everything is OK, Anda tak mengakui punya masalah dengan waktu penggunaan FB, maka dipastikan Anda tak akan bisa keluar dari FB. Itu artinya memang Anda senang dan puas dengan “kehidupan” FB Anda.</p>
<p><strong>Tips #2 Keep track of what you do on FB</strong><br />
Tiap kali Anda selesai Facebooking, evaluasi sejenak apa saja yang telah Anda lakukan selama, katakan dua jam, ber-FB ria? Apakah aktivitas itu cukup bermanfaat bagi Anda? Atau sesungguhnya Anda buang-buang waktu saja? Biasanya Anda masuk ke FB pertama-tama untuk meng-confirm temen yang minta di-add; lalu Anda mencek temen-temen yang merubah foto profil, menulis note, atau menambahkan lagu atau video baru. Coba renungkan, apakah itu KEBERMANFAATAN atau KEMUBAZIRAN. Mereview apa-apa yang sudah Anda lakukan setiap kali akan log out dari FB membuat Anda menjadi peka terhadap pemborosan waktu yang telah Anda lakukan.</p>
<p><strong>Tips # 3 Define your goals on Facebook.</strong><br />
Sebelum Anda memutuskan bergabung di FB, rumuskan terlebih dahulu, apa sesungguhnya TUJUAN Anda. Apakah untuk mencari teman; berbagi ide sesama teman seminat; memaintain teman atau menjalin relasi dengan klien Anda; dsb-dsb. Apapun tujuannya, Anda harus menyediakan waktu Anda untuk mewujudkan tujuan tersebut. Ketika Anda tak memiliki tujuan apapun di FB, maka Anda harus siap menanggung resiko melakukan kesia-siaan. Itu akan menjadikan FB merupakan liabilities bukanlah aset bagi Anda.</p>
<p><strong>Tips #4 Think of other things you could be doing with your time spent on Facebook.</strong><br />
Hitung berapa lama rata-rata dalam seminggu Anda menghabiskaan waktu untuk Facebooking: 5, 7, atau mungkin 10 jam? Lalu pikirkanlah aktivitas lain yang bisa Anda lakukan dengan waktu sebanyak itu. Membaca buku misalnya, atau mengambil part time job, atau mungkin mungkin main futsal. Lalu coba timbang-timbang mana yang lebih bermanfaat. FB atau kegiatan lain itu?</p>
<p><strong>Tips #5 Leave Facebook.</strong><br />
Ketika berbagai upaya di atas sudan coba Anda lakukan, tapi tetap saja Anda tak kuasa MELEPASKAN DIRI dari belenggu FB, maka itu berarti Anda harus mengambil keputuan besar: meninggalkan FB, say good bye to FB!!!. <img src='http://www.yuswohady.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> (( Caranya…</p>
<p>o Kirim imel ke seluruh jringan teman Anda untuk menjelaskan keputusan Anda ini. <img src='http://www.yuswohady.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /><br />
o Tanggalkan seluruh jaringan teman dan grup. <img src='http://www.yuswohady.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> (<br />
o Delete semua informasi di Profile, termsuk foto. <img src='http://www.yuswohady.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /><br />
o Delete semua pesan di wall. <img src='http://www.yuswohady.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /><br />
o Delete semua komen/note yang Anda pernah buat. <img src='http://www.yuswohady.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> (<br />
o Delete semua pesan apakah yang “sent” maupun “received”. <img src='http://www.yuswohady.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /><br />
o Deaktifasikan akun Anda. <img src='http://www.yuswohady.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> (( hikhikhikhkkhkhkhikkkkhk<br />
o Cari pengganti FB untuk mengisi waktu-waktu berharga Anda: bisa main futzal, makan, ndengerin musik, etc.</p>
<p>Sambil nyanyikan lagunya John Lennon:</p>
<p>Imagine there&#8217;s no Facebook,<br />
It&#8217;s so hard to try&#8230;.<br />
No people adding us, above us only sky<br />
Imagine all the people, living on lonely&#8230;.</p>
<p>Semoga bermanfaat&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2009/04/02/are-you-workaholic-how-to-quit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>VALENTINE DAY 2.0</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2009/02/15/valentine-day-20/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2009/02/15/valentine-day-20/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 04:07:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[Consumer Insight]]></category>
		<category><![CDATA[EwMC2]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[web 2.0 behavior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=509</guid>
		<description><![CDATA[Di hari spesial Valentine Day 14 Feb ini saya iseng2 Googling, saya ketik di situ &#8220;valentine day kasih sayang&#8221;. Lalu saya dapatkan banyak pernyataan, pengungkapan, cerita, puisi, surat, gift, apapun yang berbau CINTA. Lalu saya menemukan sepotong cerita dengan judul &#8220;LOVE IS SO SIMPLE&#8221; dari sebuah blog. Saya kutipkan bagian awalnya saja sebagai berikut:

 
&#8220;Pasangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di hari spesial Valentine Day 14 Feb ini saya iseng2 Googling, saya ketik di situ &#8220;valentine day kasih sayang&#8221;. Lalu saya dapatkan banyak pernyataan, pengungkapan, cerita, puisi, surat, gift, apapun yang berbau CINTA. Lalu saya menemukan sepotong cerita dengan judul &#8220;LOVE IS SO SIMPLE&#8221; dari sebuah blog. Saya kutipkan bagian awalnya saja sebagai berikut:<br />
<!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:UseFELayout /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span><br />
<mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p><!--[endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--><em>&#8220;Pasangan saya adalah seorang yang sederhana, saya mencintai sifatnya yang alami Dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan saya, ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.</em></p>
<p><em>Tiga tahun dalam masa perkenalan, Dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.</em></p>
<p><em>Saya seorang wanita yang sentimentil Dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.</em></p>
<p><em>Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.</em></p>
<p><em>Suatu Hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.</em></p>
<p><span id="more-509"></span><em><span lang="SV">“Mengapa?”, tanya suami saya dengan terkejut.</span></em></p>
<p><em><span lang="SV">“Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan,” jawab saya.</span></em></p>
<p><em><span lang="SV">Suami saya terdiam Dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.</span></em></p>
<p><em><span lang="SV">Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?</span></em></p>
<p><em><span lang="SV">Dan akhirnya suami saya bertanya, “Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiran kamu?”</span></em></p>
<p><em><span lang="SV">Saya menatap matanya dalam-dalam Dan menjawab dengan pelan,”Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam perasaan saya, saya akan merubah pikiran saya :<br />
</span></em></p>
<p><em><span lang="SV">“Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yg Ada di tebing gunung. </span><span lang="FI">Kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan memetik bunga itu untuk saya?”</span></em></p>
<p><em><span lang="FI">Dia termenung Dan akhirnya berkata, “Saya akan memberikan jawabannya besok.” Perasaan saya langsung gundah mendengar responnya.</span></em></p>
<p><em><span lang="FI">Keesokan paginya, dia tidak Ada di rumah, Dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan ……<br />
“Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.”</span></em></p>
<p><em><span lang="FI">Kalimat pertama ini menghancurkan perasaan saya.<br />
Saya melanjutkan untuk membacanya.<br />
“Kamu selalu pegal-pegal pada waktu ‘teman baik kamu’ datang setiap bulannya, Dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kaki kamu yang pegal.”<br />
</span></em></p>
<p><em><span lang="FI">“Kamu senang diam di rumah, Dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi ‘aneh’. Saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghibur kamu di rumah atau meminjamkan lidah saya untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami.”<br />
</span></em></p>
<p><em><span lang="FI">“Kamu selalu terlalu dekat menonton televisi, terlalu dekat membaca buku, Dan itu tidak baik untuk kesehatan Mata kamu. Saya harus menjaga Mata saya agar ketika Kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kuku kamu Dan mencabuti uban kamu.”<br />
</span></em></p>
<p><em><span lang="SV">“Tangan saya akan memegang tangan kamu, membimbing kamu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi Dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar Dan indah seperti cantiknya wajah kamu.”<br />
</span></em></p>
<p><em><span lang="SV">“Tetapi Sayang, saya tidak akan mengambil bunga indah yang Ada di tebing gunung itu hanya untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air Mata kamu mengalir.<br />
</span></em></p>
<p><em><span lang="SV">“Sayang, saya tahu, Ada banyak orang yang bisa mencintai kamu lebih dari saya mencintai kamu. Untuk itu Sayang, jika semua yang telah diberikan tangan saya, kaki saya, Mata saya tidak cukup buat kamu, saya tidak bisa menahan kamu untuk mencari tangan, kaki, Dan Mata lain yang dapat membahagiakan kamu.”<br />
</span></em></p>
<p><em><span lang="SV">Air Mata saya jatuh ke atas tulisannya Dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya.<br />
</span>“Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawaban saya.</em></p>
<p><em>Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, Dan tetap menginginkan saya untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah Kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawaban kamu.”</em></p>
<p><em>“Jika kamu tidak puas dengan jawaban saya ini, Sayang, biarkan saya masuk untuk membereskan barang-barang saya, Dan saya tidak akan mempersulit hidup kamu. Percayalah, bahagia saya adalah bila kamu bahagia.”</em></p>
<p><em>Saya segera berlari membuka pintu Dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu Dan roti kesukaan saya.</em></p>
<p><em>Oh, kini saya tahu, tidak Ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintai saya.</em></p>
<p><em>Itulah cinta, di saat Kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari perasaan Kita, karena Kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang Kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah Kita bayangkan sebelumnya.</em></p>
<p><em>Seringkali yang Kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan Kita, Dan bukan mengharapkan wujud tertentu.</em></p>
<p><em>Karena cinta tidak selalu harus berwujud “bunga”.</em></p>
<p>Itu tadi ceritanya:<br />
Jangan salah, cerita tulisan itu berakhir indah, happy ending, layaknya kisah Cinderella, kayak film-film Hollywood yang menguras air mata. trenyuh, menyentuh, very emosional, manusiawi, dan berakhir dengan indah. Hampir saja saya melelehkan air mata (tapi belom lho&#8230;. hehehe).</p>
<p>Saya berpikir, itulah kekuatan web 2.0 tools. Bagaimana kita bisa mengungkapkan emosi dan perasaan kita demikian powerful, demikian menyentuh, demikian emosional, penuh perasaan, demikian manusiawi, demikian detil bahkan telanjang, demikian indah&#8230; demikian SEMPURNA.</p>
<p>Dengan FB, Blog, Friendster, kita begitu gampang &#8220;MENGURAS HABIS&#8221; seluruh isi perasaan dan isi hati kita. Dengan begitu maka potensi kemanusiaan kita juga bisa TERBEBASKAN dan TERLAMPIASKAN demikian sempurnanya. Dengan begitu pula kita menjadi MANUSIA SEMPURNA. wow&#8230;. betapa indahnya.</p>
<p>Dengan kehadiran web 2.0 tools, tanpa kita sadari cara kita mengungkapkan CINTA di hari VALENTINE telah berubah 180 derajat.</p>
<p>VALENTINE DAY kini telah berubah menjadi lebih powerful, lebih emosional, lebih menyentuh, lebih indah.</p>
<p>Saya sebut itu: VALENTINE DAY 2.0.</p>
<p>Mau tahu sedikit cirinya:<br />
<span> #1. 1000.000 kali lebih personal-emosional-menyent</span></p>
<div>uh<br />
#2. 1000.000 kali lebih narsis<br />
#3. 1000.000 kali lebih telanjang<br />
#4. 1000.000 kali lebih menguras isi hati &#8230;. dan air mata<br />
#5. 1000.000&#8230;hmmmm&#8230;. apa lagi ya?????</p>
<p>&#8230;silahkan teruskan #6 #7, dan nomor-nomor berikutnya.</p>
<p>Happy Valentine <img src='http://www.yuswohady.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Dengan CINTA hidup kita menjadi lebih indah&#8230;</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2009/02/15/valentine-day-20/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Republik Facebook&#8221;</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2009/01/31/republik-facebook/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2009/01/31/republik-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 03:25:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[EwMC2]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[WOM Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[word of mouth]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=494</guid>
		<description><![CDATA[Ide posting ini datang dari postingan mas Enda Nasution. Dalam posting-nya Mas Enda menampilkan data bahwa pengguna FB sudah mau menerobos angka 1 juta (total pengguna FB saat ini sekitar 160 juta). Dalam posting Mas Enda, per 27 Januari member FB sudah mencapai 968.481 mengungguli jumlah member dari Malaysia dan Singapura. (lihat grafik). Mungkin per [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ide posting ini datang dari postingan mas Enda Nasution. Dalam posting-nya Mas Enda menampilkan data bahwa pengguna FB sudah mau menerobos angka 1 juta (total pengguna FB saat ini sekitar 160 juta). Dalam posting Mas Enda, per 27 Januari member FB sudah mencapai 968.481 mengungguli jumlah member dari Malaysia dan Singapura. (lihat grafik). Mungkin per hari ini sudah lewat tuh, karena saya cek di www.allfacebook.com data terakhir per 28 Januari sudah mencapai 980.307.</p>
<div id="attachment_495" class="wp-caption alignleft" style="width: 416px"><a href="http://www.yuswohady.com/wp-content/uploads/2009/01/facebook-user-in-indonesia.jpg"><img class="size-full wp-image-495" title="facebook-user-in-indonesia" src="http://www.yuswohady.com/wp-content/uploads/2009/01/facebook-user-in-indonesia.jpg" alt="FB users: Indonesia-Singapura-Malaysia " width="406" height="299" /></a><p class="wp-caption-text">FB users: Indonesia-Singapura-Malaysia </p></div>
<p>Dari postingan itu saya langsung nyambung aja. Saya mengamati bahwa bagaimana member FB berkembang itu mengikuti hukum <strong>[E = wMC2]</strong> dimana: <strong>E</strong> = energi marketing yang dahsyat; <strong>wM</strong> = word of mouth (mouse); <strong>C2 </strong>= Customer community: offline x online).</p>
<p>Sesuai hukum [E = wMC2], pertumbuhan member FB terjadi karena proses tipping point (baca: “wabah”) melalui promosi dari mulut ke mulut atau word of mouth. Word of mouth itu terjadi karena proses penyebaran FB dari member satu ke member berikutnya terjadi secara massif melalui medium komunitas. Di mana “salesman” utama dari proses situ adalah para “<strong>FB evangelist</strong>”.</p>
<p>Saya adalah salah satu “FB evangelist”, karena di manapun dan di kesempatan apapun saya selalu katakan: “Hai teman-temanku, bikinlah account FB!!!”. Minggu lalu misalnya, saya bicara di depan 600 orang peserta seminar buku “New Wave Marketing/CROWD” di Makassar. Di situ FB saya bedah habis-habisan; saya juga cerita bagaimana Obama bisa menang karena FB; atau bagaimana Ayat-Ayat Cinta bisa box office karena FB.</p>
<p>Saya yakin setidaknya setengah dari peserta itu mikir-mikir untuk bikin account FB. Karena menurut survei AC Nielsen, rekomendasi pelanggan kini menempati posisi pertama sebagai alat pemasaran yang paling ampuh mengalahkan TV, Radio, dan surat kabar. Kenapa? Karena menurut riset tersebut: “91% customers likely to buy on customer recommendation”.</p>
<p>Saya percaya proses penyebaran word of mouth di dalam komunitas memiliki kekuatan “<strong>network effect</strong>” mengikuti teori <strong>Group-Forming Network</strong>, dikenal sebagai “<strong>Reed’s Law</strong>” (ditemukan oleh Prof. David Reed dari MIT ). Mengacu ke teori ini saya memperkirakan pertumbuhan member FB ini akan melesat secara EKSPONENSIAL, mengikuti DERET UKUR seiring dengan bertambahnya member yang masuk. Uraian ditel mengenai Reed’s Law ini bisa dilihat di buku CROWD p. 104-118.</p>
<p>Artinya apa? Kalau jumlah member FB mampu menerobos angka 1 juta bulan ini, maka tidak sampai tahun depan mungkin jumlah member FB akan mencapai 10 juta; dan mungkin tak sampai dua tahun lagi jumlah member FB akan mencapai 100 juta. Tidak percaya? Kita tunggu aja…</p>
<p>Saya bayangkan dua tahun lagi member FB sudah mencapai 100 juta. Maka saya kira FB sudah layak dijadikan Republik, sebut saja: “<strong>REPUBLIK FACEBOOK</strong>”. Namanya Republik, tentu ada presidennya, ada menterinya, ada DPR-nya. Saya mau tuh ikutan maju jadi Capres.</p>
<p>Kalau jadi Capres “Republik Indonesia” mah saya nggak berani, takut sama Capres Wiranto, sama Capres Prabowo” soalnya tentara… hiiii seraaaam!!!!. Takut juga dikritik Mbak Mega main Yo-Yo!!!. Tapi kalau jadi Capres FB, siapa takuuuuut!!!</p>
<p>Di samping itu jadi “President Republik Facebook” pasti enak, nggak pusing, soalnya pasti nggak ada KORUPSI, nggak ada MUTILASI, nggak ada BANJIR, nggak ada MACET…</p>
<p>Adanya cuma satu: C  I  N  T  A</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2009/01/31/republik-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Social Media Prediction 2009. Excellent Presentation!!!</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2008/12/31/social-media-prediction-2009-excellent-presentation/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2008/12/31/social-media-prediction-2009-excellent-presentation/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 03:26:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[EwMC2]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[social media prediction 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=404</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adalah presentasi &#8220;Social Media Prediction 2009&#8243; yang saya ambil dari Slideshare. Mungkin berguna bagi temen-temen menyongsong tahun 2009. Hadiah Tahun Baru 2009. Hehehe&#8230;
Social Media Prediction 2009
View SlideShare presentation or Upload your own. (tags: social media)

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini adalah presentasi &#8220;Social Media Prediction 2009&#8243; yang saya ambil dari Slideshare. Mungkin berguna bagi temen-temen menyongsong tahun 2009. Hadiah Tahun Baru 2009. Hehehe&#8230;</p>
<div style="width:425px;text-align:left" id="__ss_880329"><a style="font:14px Helvetica,Arial,Sans-serif;display:block;margin:12px 0 3px 0;text-decoration:underline;" href="http://www.slideshare.net/alihadi/social-media-prediction-2009-presentation?type=powerpoint" title="Social Media Prediction 2009">Social Media Prediction 2009</a><object style="margin:0px" width="425" height="355"><param name="movie" value="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=social-media-prediction-2009-1230672261709633-2&#038;stripped_title=social-media-prediction-2009-presentation" /><param name="allowFullScreen" value="true"/><param name="allowScriptAccess" value="always"/><embed src="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=social-media-prediction-2009-1230672261709633-2&#038;stripped_title=social-media-prediction-2009-presentation" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="355"></embed></object>
<div style="font-size:11px;font-family:tahoma,arial;height:26px;padding-top:2px;">View SlideShare <a style="text-decoration:underline;" href="http://www.slideshare.net/alihadi/social-media-prediction-2009-presentation?type=powerpoint" title="View Social Media Prediction 2009 on SlideShare">presentation</a> or <a style="text-decoration:underline;" href="http://www.slideshare.net/upload?type=powerpoint">Upload</a> your own. (tags: <a style="text-decoration:underline;" href="http://slideshare.net/tag/social">social</a> <a style="text-decoration:underline;" href="http://slideshare.net/tag/media">media</a>)</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2008/12/31/social-media-prediction-2009-excellent-presentation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat&#8230; Obama TIME&#8217;s Person of the Year 2008</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2008/12/30/selamat-obama-times-person-of-the-year-2008/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2008/12/30/selamat-obama-times-person-of-the-year-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 08:05:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[EwMC2]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Political Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Obama Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=395</guid>
		<description><![CDATA[*) Adapted from CROWD: &#8220;Marketing Becomes Horizontal&#8221; by Yuswohady
Ya&#8230; selamat buat Obama menjadi TIME&#8217;s &#8220;Person of the Year 2008&#8243;. Lihat TIME edisi minggu ini.
Bagi kita para marketer, Obama hebat karena ia adalah &#8220;GREAT HORIZONTAL MARKETER&#8221; (dan disebutkan ini salah satu alasan kenapa TIME memilihnya). Saya menyebut dia sebagai &#8220;GRASS ROOT MARKETER&#8220;.
Langkah cerdas pertama Obama menjalankan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>*) Adapted from <strong>CROWD: &#8220;Marketing Becomes Horizontal&#8221;</strong> by Yuswohady</p>
<p>Ya&#8230; selamat buat Obama menjadi <strong>TIME&#8217;s &#8220;Person of the Year 2008&#8243;</strong>. Lihat TIME edisi minggu ini.</p>
<p>Bagi kita para marketer, Obama hebat karena ia adalah &#8220;<strong>GREAT HORIZONTAL MARKETER</strong>&#8221; (dan disebutkan ini salah satu alasan kenapa TIME memilihnya). Saya menyebut dia sebagai &#8220;<strong>GRASS ROOT MARKETER</strong>&#8220;.</p>
<div id="attachment_402" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.yuswohady.com/wp-content/uploads/2008/12/obama-person-of-the-year-2008-final-2.jpg"><img class="size-full wp-image-402" title="TIME PERSON OF YEAR" src="http://www.yuswohady.com/wp-content/uploads/2008/12/obama-person-of-the-year-2008-final-2.jpg" alt="TIME's Person of the Year 2008" width="300" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">TIME&#39;s Person of the Year 2008</p></div>
<p>Langkah cerdas pertama Obama menjalankan strategi kampanyenya yang &#8220;<strong>HORIZONTAL</strong>&#8221; adalah ketika dia menunjuk Chris Hughes—salah satu pendiri Facebook yang sering dijuluki “online orginising guru”—untuk menjadi “juru kampanye” di jagat maya internet khususnya melalui media jejaring sosial (social network).</p>
<p>Diinspirasi kesuksesan situs jejaring sosial seperti Facebook, MySpace, dan YouTube, Chris merancang My.BarackObama.com (selama kampanye dikenal dengan sebutan seksi “MyBo”) yang dijadikan epicentrum dari keseluruhan strategi Obama menggaet massa melalui komunitas dunia maya.</p>
<p>Melalui situs MyBarackObama.com inilah “keajaiban Obama” bermula.</p>
<div id="__ss_879281" style="width: 425px; text-align: left;"><a style="font:14px Helvetica,Arial,Sans-serif;display:block;margin:12px 0 3px 0;text-decoration:underline;" title="How Obama Won Using Digital and Social Media" href="http://www.slideshare.net/james.burnes/how-obama-won-using-digital-and-social-media-presentation?type=powerpoint">How Obama Won Using Digital and Social Media</a><object width="425" height="355" data="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=election-2008-obama-presentationcv-1230643525284093-2&amp;stripped_title=how-obama-won-using-digital-and-social-media-presentation" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=election-2008-obama-presentationcv-1230643525284093-2&amp;stripped_title=how-obama-won-using-digital-and-social-media-presentation" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></p>
<div style="font-size: 11px; font-family: tahoma,arial; height: 26px; padding-top: 2px;">View SlideShare <a style="text-decoration:underline;" title="View How Obama Won Using Digital and Social Media on SlideShare" href="http://www.slideshare.net/james.burnes/how-obama-won-using-digital-and-social-media-presentation?type=powerpoint">presentation</a> or <a style="text-decoration:underline;" href="http://www.slideshare.net/upload?type=powerpoint">Upload</a> your own. (tags: <a style="text-decoration:underline;" href="http://slideshare.net/tag/election">election</a> <a style="text-decoration:underline;" href="http://slideshare.net/tag/obama">obama</a>)</div>
</div>
<p><span id="more-395"></span>Melalui situs ini Obama menghimpun dan memberdayakan para simpatisan dengan memberi mereka web tools dan web enablers untuk membentuk komunitas pemilih lokal; menciptakan event-event dukungan; sampai kepada menggalang dana kampanye melalui situs-situs dan blog-blog pribadi mereka. Melalui situs ini pula Obama menyebarkan video-video pidato politiknya kepada jutaan pemilih Amerika melalui YouTube atau mendistribusikannya secara mobile ke jutaan pengguna Blackberry atau iPhone.</p>
<p>Fantastis!!! Melalui situs ini Obama mampu mengumpulkan hampir semiliar dolar dari <strong>JUTAAN DONATUR &#8220;GUREM&#8221;</strong> yang bisa menyumbang hanya 5 dolar per-orangnya (Ini makanya saya sebut “grass-root marketer”).</p>
<p>Yang lebih fantastis lagi, Obama mampu menghimpun komunitas jutaan simpatisan yang dengan sukarela menyebarkan word of mouth yang ampuh menggigit. Dengan sukarela para simpatisan ini membentuk komunitas-komunitas ssimpatisan lagi melalui blog-blog atau account mereka di Facebook, MySpace, Digg, Deli.cio.us, atau Twitter, dan dengan semangat empat-lima mereka “menjual” Obama ke jutaan pemilih Amerika.</p>
<p>Obama juga hadir langsung di situs-situs jejaring sosial di atas untuk mengabarkan setiap detik aktivitasnya secara transparan, berdialog dengan para calon voters secara pribadi, menyebar video pidatonya, dan mendorong simpatisan mengumpulkan dana secara online. Sampai akhir Oktober sebelum detik-detik pemilihan, Obama memiliki lebih dari 1,7 juta sahabat di Facebook, 510.000 teman di MySpace, dan lebih dari 45.000 pengikut di Twitter. Sebaliknya, McCain punya 309.000 teman di Facebook dan 88.000 di MySpace.</p>
<p>Tidak seperti pesaingnya, McCain, Obama menulis email pribadinya dan menciptakan video-video eksklusif untuk para pendukung. Tujuannya jelas agar dia bisa berintim-intim ria dengan para pendukungnya. Harap Anda tahu, pidato kemenangan Obama di Chicago dalam waktu kurang dari seminggu sudah mencapai 2.927.355 penonton. Sebuah Angka yang fantastis dan bersejarah.</p>
<p><strong>PERTANYAANNYA????</strong><br />
Untuk perenungan kita di Indonesia menjelang <strong>PILPRES 2009</strong>: akankah muncul &#8220;<strong>OBAMA INDONESIA</strong>&#8221; di Pemilu 2009 nanti. Akankah Capres kita bisa menggunakan strategi &#8220;<strong>HORIZONTAL</strong>&#8221; memanfaatkan situs jejaring sosial di Facebook, Friendster, Blog, YouTube, Twitter seampuh yang dilakukan Obama? Akankah Capres muda seperti mas Rizal Malarangeng (siapa tahu balik lagi mencalonkan) atau mas Fajroel Rahman menjadi <strong>GRASS ROOT MARKETER</strong> sekreatif Obama (ya donk, kalau duit kagak punya, kendaraan politik kagak punya, terus kagak kreatif&#8230; mau jadi apaaa!!!!).</p>
<p>Tentu saja ini juga peluang bagi <strong>PARTAI-PARTAI GUREM</strong> untuk menggalang simpatisan dan mencuri suara dengan strategi <strong>HORIZONTAL</strong> yang <strong>LOW BUDGET HIGH IMPACT</strong>. Iklannya Pak Trisno Bachir &#8220;Hidup Adalah Perbuatan&#8221; mah mahalnya minta ampuuuuuuuun&#8230;</p>
<p>Tantu saja Indonesia beda dengan di Amerika, tapi siapa tahu ada <strong>KUDA HITAM </strong>yang cerdas memanfaatkan dunia maya untuk mencuri suara?</p>
<p>BISAKAH????</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2008/12/30/selamat-obama-times-person-of-the-year-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Obama dan &#8220;Facebook Effect&#8221;</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2008/11/09/obama-dan-facebook-effect/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2008/11/09/obama-dan-facebook-effect/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2008 07:02:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[EwMC2]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnal Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Political Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Obama Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[“One of my fundamental beliefs from my days as a community organizer is that real change comes from the bottom up. And there’s no more powerful tool for grass-roots organizing than the Internet.” &#8212; Barack Obama
Saya punya rumus ampuh E = wMC2. E dalam rumus itu saya sebut sebagai “energi marketing yang maha dahsyat” sedahsyat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">“<em>One of my fundamental beliefs from my days as a community organizer is that real change comes from the bottom up. And there’s no more powerful tool for grass-roots organizing than the Internet</em>.”<strong> &#8212; Barack Obama</strong></p>
<p>Saya punya rumus ampuh <strong>E = wMC2</strong>. <strong>E</strong> dalam rumus itu saya sebut sebagai “energi marketing yang maha dahsyat” sedahsyat bom nuklir. Dan <strong>wM</strong> adalah = word of mouth, yaitu promosi mulut ke mulut berupa rekomendasi atau referal konsumen baik disampaikan secara fisik maupun berbasis online. Sementara <strong>C2 </strong>atau (C x C) adalah: C pertama adalah “offline customer Community”; dan C kedua adalah “online customer Community”.</p>
<div id="attachment_349" class="wp-caption alignleft" style="width: 387px"><a href="http://www.yuswohady.com/wp-content/uploads/2008/11/obama-foto.jpg"><img class="size-medium wp-image-349" title="obama-foto" src="http://www.yuswohady.com/wp-content/uploads/2008/11/obama-foto-300x224.jpg" alt="Obama at Harvard" width="377" height="279" /></a><p class="wp-caption-text">Obama at Harvard</p></div>
<p>Lalu apa artinya rumus tersebut? Artinya, energi marketing sedahsyat bom nuklir akan Anda dapatkan jika Anda mampu menggabung dan menyinergikan dua elemen penting pemasaran masa depan yaitu promosi dari mulut ke mulut dan komunitas yang anda bangun dan fasilitasi. Kalau Anda mampu menyebarkan word of mouth mengenai produk dan layanan Anda, dan word of mouth itu Anda ”kembangbiakkan” di dalam habitat yang namanya komunitas, maka pasti Anda akan mampu menciptakan energi marketing yang demikian dahsyaaaat!</p>
<p>Kemenangan Obama pekan lalu membuat saya terheran-heran senang: ”Rupanya rumus E = wMC2 saya memang betul-betul cespleng.” Sejak awal saya memprediksi Obama bakal menang bukan karena program-program politiknya; bukan karena partai Demokratnya; bukan karena George W. Bush yang sontoloyo!!!; bukan karena McCain yang blunder memilih Palin; bukan juga karena ke-kulithitam-an Obama. Saya yakin ia menang karena strategi marketingnya ampuh menerapkan rumus E = wMC2. <span id="more-347"></span></p>
<p>Langkah cerdas pertama Obama menjalankan strategi kampanyenya adalah ketika dia menunjuk <strong>Chris Hughes</strong>—salah satu pendiri Facebook yang sering dijuluki ”online orginising guru”—untuk menjadi ”juru kampanye” di jagat maya internet khususnya melalui media jejaring sosial (social network). Diinspirasi kesuksesan situs jejaring sosial seperti Facebook, MySpace, dan YouTube, Chris merancang <strong>My.BarackObama.com</strong> (selama kampanye dikenal dengan sebutan seksi ”<strong>MyBo</strong>”) yang dijadikan epicentrum dari keseluruhan strategi Obama menggaet massa melalui komunitas dunia maya. Melalui situs inilah ”keajaiban Obama” bermula.</p>
<p>Melalui situs ini Obama menghimpun dan memberdayakan para simpatisan dengan memberi mereka web tools dan web enablers untuk membentuk komunitas pemilih lokal; menciptakan event-event dukungan; sampai kepada menggalang dana kampanye melalui situs-situs dan blog-blog pribadi mereka. Melalui situs ini pula Obama menyebarkan video-video pidato politiknya kepada jutaan pemilih Amerika melalui YouTube atau mendistribusikannya secara mobile ke jutaan pengguna Blackberry atau iPhone.</p>
<p>Fantastis!!! Melalui situs ini Obama mampu mengumpulkan hampir semiliar dolar dari jutaan donatur ”gurem” yang bisa menyumbang hanya 5 dolar per-orangnya (wow&#8230; ini namanya ”<strong>grass-root marketing</strong>”). Yang lebih fantastis lagi, mengikuti formula E = wMC2, Obama mampu menghimpun komunitas jutaan simpatisan yang dengan sukarela menyebarkan word of mouth yang ampuh menggigit. Dengan sukarela para simpatisan ini membentuk komunitas-komunitas ssimpatisan lagi melalui blog-blog atau account mereka di Facebook, MySpace, Digg, Deli.cio.us, atau Twitter, dan dengan semangat empat-lima mereka ”menjual” Obama ke jutaan pemilih Amerika.</p>
<p>Obama juga hadir langsung di situs-situs jejaring sosial di atas untuk mengabarkan setiap detik aktivitasnya secara transparan, berdialog dengan para calon voters secara pribadi, menyebar video pidatonya, dan mendorong simpatisan mengumpulkan dana secara online. Sampai akhir Oktober sebelum detik-detik pemilihan, Obama memiliki lebih dari 1,7 juta sahabat di Facebook, 510.000 teman di MySpace, dan lebih dari 45.000 pengikut di Twitter. Sebaliknya, McCain punya 309.000 teman di Facebook dan 88.000 di MySpace.</p>
<p>Tidak seperti pesaingnya, McCain, Obama menulis email pribadinya dan menciptakan video-video eksklusif untuk para pendukung. Tujuannya jelas agar dia bisa berintim-intim ria dengan para pendukungnya. Harap Anda tahu, pidato kemenangan Obama di Chicago minggu lalu sampai tulisan ini dibikin Minggu siang 9 November 208, sudah mencapai 2.927.355 penonton. Sebuah Angka yang fantastis dan bersejarah.</p>
<p>Singkatnya saya ingin mengatakan, kemenangan Obama tidak terlepas dari dua juta simpatisan online yang bertindak sebagai sukarelawan selama masa kampanye. Persis sesuai dengan rumus ampuh E = wMC2, kunci kemenangan Obama terletak pada, pertama, kemampuannya membangun komunitas simpatisan yang fanatik melalui media jejaring sosial. Kedua, mendorong para simpatisan fanatik tersebut untuk ”menjual” Obama kepada jutaan pemilih Amerika dengan menyebarkan word of mouth dan referal.</p>
<p>Sebut saja keajaiban Obama menerapkan rumus E = wMC2 itu dengan istilah seksi ”<strong>Facebook Effect</strong>”.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2008/11/09/obama-dan-facebook-effect/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
