E=wMC2 | Marketing Becomes Horizontal
Random header image... Refresh for more!

Category — Internet Marketing

Horizontal Mobile Marketing

Hampir tiga tahun lalu saat saya menulis “CROWD: Marketing Becomes Horizontal”, (yes… buku pertama di Indonesia yang membahas social media], anggapan saya adalah bahwa facebookan (waktu itu Twitter masih embrio) alias ber-social networking masih dilakukan di warnet atau dengan laptop dan netbook. Namun kini, dalam kurun waktu sekitar setahun, gelombang “Blackberry revolution” (“smartphone revolution”) terjadi. Ini kemudian disusul tahun lalu dengan gelombang revolusi baru yang tak kalah hebat yaitu: “iPad revolution” (yup… “tablet revolution”)

Dampaknya apa? Great! Sejak itu internet seperti “dipindahkan” ke smartpone dan tablet di genggaman kita. Ketika social media content seperti Facebook, Twitter, YouTube, atau Groupon bisa dipindahkan ke smartphone/tablet maka mobile marketing memasuki sebuah era yang tak terbayangkan dalam sejarah umat manusia. Saya menyebutnya horizontal mobile marketing atau untuk pendeknya sebut saja: H-mm. Karena itu tak salah kalau Telkom begitu berani mereposisi dirinya untuk “go mobile” dengan tagline-nya yang challenging: “The World in Your Hand”. Kini semua serba mobile: “everything goes mobile. If you don’t follow through, you’ll die”. [Read more →]

March 13, 2011   5 Comments

Social Media Marketing for SME

Kemarin hari Minggu (27 Februari 2011) saya mendapatkan “banjir” permintaan materi presentasi “Social Media Marketing for SME” dari temen-temen Twitter. Materi itu saya bawakan dalam seminar yang diadakan temen-temen komunitas Akademi Berbagi bekerjasama dengan Detik.com dan Telkom Indonesia. Acaranya sendiri dilakukan di kampus Learning Center Telkom Indonesia di Geger Kalong, Bandung pada hari Sabtu, 26 Februari. Temen-temen yang ingin mendapatkan materi presentasi tersebut bisa mendownload-nya di Slideshare melalui link berikut:

February 27, 2011   2 Comments

Social Media Marketing for SME

Twitter: @yuswohady

Tulisan ini dibikin dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandung kemarin siang (26 Februari 2011). Kebetulan sorenya saya sharing dengan teman-teman pelaku usaha kecil-menengah (UKM) dalam sebuah seminar bertajuk, “Social Media Marketing for Small Medium Enterprise (SME)” yang diadakan oleh teman-teman dari komunitas Akademi Berbagi (Akber) bareng Detik.com dan Telkom Indonesia. Untuk mempersiapkan presentasi saya melakukan survai kecil mengenai topik ini, maka sekalian saja saya sharing hasil-hasil pikiran saya tersebut dengan para pembaca Sindo.

Terus terang saya bernafsu mengkaji topik ini karena memang media sosial (social media: “socmed”)  memiliki kekuatan super ampuh dalam “memerdekakan” UKM. Media sosial telah memicu terjadinya apa yang saya sebut “democratization of resources” bagi UKM. Kenapa begitu? Karena kehadiran social media tools seperti blog, Facebook, Twitter, YouTube yang murah (praktis gratis..tis..tis) menjadikan UKM mampu melakukan kegiatan promosi, customer service, riset dan pengembangan produk, atau penjualan dengan sangat murah, tapi dengan hasil yang sangat efektif (“low budget high impact”). [Read more →]

February 26, 2011   10 Comments

Indonesia Social Media Outlook 2011: “Five Big Shift in 2011 and Beyond”

Minggu lalu saya sharing di teman-teman FreSh dalam sebuah diskusi hangat bertajuk “Indonesia Online Business Outlook 2011” di Gedung Telkom Jl. Gatot Subroto. Di situ saya sharing mengenai Consumer 3000 yang saya elaborasi sedikit, implikasinya bagi bisnis online di Indonesia. Saya bilang di situ bahwa salah satu karakteristik penting dari Consumer 3000 adalah bahwa mereka semakin technology savvy dan “social media freak”. Thanks to the internet, dengan munculnya social media tool seperti Twitter dan Facebook yang supermurah, supermudah, dan superpowerful, konsumen kita semakin gampang mengadopsi beragam produk konsumsi berteknologi.

Dalam forum itu saya mengintroduksi munculnya lima pergeseran besar dalam lanskap bisnis online dan social media di Indonesia. Pergeseran ini tak terelakkan lagi merupakan dampak dari “gempa tektonik” (yang dikuti “tsunami”) perilaku konsumen Indonesia sebagai akibat munculnya Consumer 3000. Berikut ini adalah pergeseran-pergeserannya di tahun 2011.

#1. Social Media Euphoria Is Over. It’ll Become a Basic Needs
Yup!!! selama tiga-empat tahun terakhir blog, Facebook, Twitter telah menjadi hype dan eforia luar biasa di Indonesia. Ia menjadi sebuah gerakan massa. Orang beramai-ramai membuka akun Facebook atau Twitter agar tidak disebut jadul atau gaptek; agar disebut keren dan cool. Bermodal “update status” saja sudah cukup, nggak penting berderet fitur yang lain, yang penting bisa ngomong ke teman-teman bahwa mereka sudah menjadi “Facebook freak” atau “Twitter freak”. Di masa eforia, Facebook dan Twitter menjadi alat ekspresi diri, untuk menunjukkan “siapa aku”. [Read more →]

December 25, 2010   5 Comments

Being Open without Giving Away the Store

Temen-temen saya dapat artikel bagus dari Charlene Lie, penulis Groundswell dan Open Leadership. Artikel ini saya dapat dari Change This! judulnya: “Being Open without Giving Away the Store: The Secret Is a Sandbox Covenant”. Secara umum isinya adalah mengenai bagaimana perusahaan harus “membuka diri” di tengah social media environment yang transparan dan serba terbuka kepada seluruh stakeholder (customers, employees, parners, etc). Solusi yang diberikan Charlene adalah pendekatan yang ia sebut “Sandbox Covenent” yang memuat dua elemen dasar yaitu: pertama membuat aturan main dan batas-batas keterbukaan yang ingin dijalankan  (“build Sandbox). Kedua, menciptakan trust (“Covenant“) di antara seluruh anggota stakeholder.

Temen-Temen yang ingin membacanya berikut ini link-nya, dalam bentuk pdf yang bisa didownload. Mudah-mudahan bisa membikin lebih cerdas… hehehe :)

Open Leadership – The Secret is a Sanbox Covenant by Charlene Lie

October 26, 2010   No Comments

Sukseskah Plasa.com?

Setelah beberapa tahun terakhir adem-ayem, belantara e-commerce di Indonesia bakal menggeliat, menyusul di-relaunch nya Plasa.com oleh Telkom Kamis minggu lalu. Optimisme ini muncul mengingat Telkom memiliki ”energi baru” buah dari transformasi bisnis yang dilakukannya menuju TIME (telecommunication, Information, Media, Edutainment). Artinya, kini Telkom harus 125% komit mengembangkan Plasa.com karena adanya business vision yang jelas, tak lagi angot-angotan seperti sebelumnya.

Tak hanya itu, saya melihat proyek Plasa.com merupakan test case pertama dari keseluruhan transformasi Telkom menuju TIME. Saat ini banyak proyek rintisan sudah dijalankan di tubuh Telkom untuk mewujudkan TIME, namun Plasa.com inilah quick win yang tidak boleh tidak harus menuai kesuksesan. Begitu ini gagal, maka inisiatif-inisiatif bisnis lain akan berada di ujung tanduk, inilah peliknya transformasi bisnis. Artinya, manajemen Telkom at all cost akan menyukseskan Plasa.com,

Dengan koki baru, Mbak Shinta Bubu di bawah bendera Mojopia, perombakan yang dilakukan cukup substansial. Yang paling jelas adalah “refocusing” Plasa.com untuk lebih berkonsentrasi ke e-commerce (online shopping), walaupun layanan agregasi konten masih disediakan. Refocusing juga diarahkan pada target tenant yang dibidiknya yaitu UKM. Captive market-nya, Telkom menyebut punya 30.000 mitra binaan UKM yang siap digadang ke Plasa.com.

[Read more →]

March 30, 2010   9 Comments

Are You Workaholic? How to Quit…?

Kalau Anda adalah Facebookers, dan telah terjangkiti penyakit FACEBOOKAHOLIC, maka Anda harus mulai memikirkan dua langkah berikut: pertama, me-manage waktu memakai FB. Atau kedua, memutuskan keluar dari belenggu FB. Berikut ini adalah tips-tips untuk keluar dari ketergantungan FB yang coba disarikan dari berbagai sumber:

Tips #1: Admit you have a problem with what you do on FB.
Langkah penting pertama adalah AKUI dengan sejujurnya bahwa Anda punya masalah dengan waktu yang Anda buang untuk Facebooking. Selama Anda merasa bahwa everything is OK, Anda tak mengakui punya masalah dengan waktu penggunaan FB, maka dipastikan Anda tak akan bisa keluar dari FB. Itu artinya memang Anda senang dan puas dengan “kehidupan” FB Anda.

Tips #2 Keep track of what you do on FB
Tiap kali Anda selesai Facebooking, evaluasi sejenak apa saja yang telah Anda lakukan selama, katakan dua jam, ber-FB ria? Apakah aktivitas itu cukup bermanfaat bagi Anda? Atau sesungguhnya Anda buang-buang waktu saja? Biasanya Anda masuk ke FB pertama-tama untuk meng-confirm temen yang minta di-add; lalu Anda mencek temen-temen yang merubah foto profil, menulis note, atau menambahkan lagu atau video baru. Coba renungkan, apakah itu KEBERMANFAATAN atau KEMUBAZIRAN. Mereview apa-apa yang sudah Anda lakukan setiap kali akan log out dari FB membuat Anda menjadi peka terhadap pemborosan waktu yang telah Anda lakukan.

Tips # 3 Define your goals on Facebook.
Sebelum Anda memutuskan bergabung di FB, rumuskan terlebih dahulu, apa sesungguhnya TUJUAN Anda. Apakah untuk mencari teman; berbagi ide sesama teman seminat; memaintain teman atau menjalin relasi dengan klien Anda; dsb-dsb. Apapun tujuannya, Anda harus menyediakan waktu Anda untuk mewujudkan tujuan tersebut. Ketika Anda tak memiliki tujuan apapun di FB, maka Anda harus siap menanggung resiko melakukan kesia-siaan. Itu akan menjadikan FB merupakan liabilities bukanlah aset bagi Anda.

Tips #4 Think of other things you could be doing with your time spent on Facebook.
Hitung berapa lama rata-rata dalam seminggu Anda menghabiskaan waktu untuk Facebooking: 5, 7, atau mungkin 10 jam? Lalu pikirkanlah aktivitas lain yang bisa Anda lakukan dengan waktu sebanyak itu. Membaca buku misalnya, atau mengambil part time job, atau mungkin mungkin main futsal. Lalu coba timbang-timbang mana yang lebih bermanfaat. FB atau kegiatan lain itu?

Tips #5 Leave Facebook.
Ketika berbagai upaya di atas sudan coba Anda lakukan, tapi tetap saja Anda tak kuasa MELEPASKAN DIRI dari belenggu FB, maka itu berarti Anda harus mengambil keputuan besar: meninggalkan FB, say good bye to FB!!!. :((( Caranya…

o Kirim imel ke seluruh jringan teman Anda untuk menjelaskan keputusan Anda ini. :(
o Tanggalkan seluruh jaringan teman dan grup. :((
o Delete semua informasi di Profile, termsuk foto. :(
o Delete semua pesan di wall. :(
o Delete semua komen/note yang Anda pernah buat. :((
o Delete semua pesan apakah yang “sent” maupun “received”. :(
o Deaktifasikan akun Anda. :((( hikhikhikhkkhkhkhikkkkhk
o Cari pengganti FB untuk mengisi waktu-waktu berharga Anda: bisa main futzal, makan, ndengerin musik, etc.

Sambil nyanyikan lagunya John Lennon:

Imagine there’s no Facebook,
It’s so hard to try….
No people adding us, above us only sky
Imagine all the people, living on lonely….

Semoga bermanfaat….

April 2, 2009   10 Comments

VALENTINE DAY 2.0

Di hari spesial Valentine Day 14 Feb ini saya iseng2 Googling, saya ketik di situ “valentine day kasih sayang”. Lalu saya dapatkan banyak pernyataan, pengungkapan, cerita, puisi, surat, gift, apapun yang berbau CINTA. Lalu saya menemukan sepotong cerita dengan judul “LOVE IS SO SIMPLE” dari sebuah blog. Saya kutipkan bagian awalnya saja sebagai berikut:

“Pasangan saya adalah seorang yang sederhana, saya mencintai sifatnya yang alami Dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan saya, ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.

Tiga tahun dalam masa perkenalan, Dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Saya seorang wanita yang sentimentil Dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.

Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.

Suatu Hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.

[Read more →]

February 15, 2009   5 Comments

“Republik Facebook”

Ide posting ini datang dari postingan mas Enda Nasution. Dalam posting-nya Mas Enda menampilkan data bahwa pengguna FB sudah mau menerobos angka 1 juta (total pengguna FB saat ini sekitar 160 juta). Dalam posting Mas Enda, per 27 Januari member FB sudah mencapai 968.481 mengungguli jumlah member dari Malaysia dan Singapura. (lihat grafik). Mungkin per hari ini sudah lewat tuh, karena saya cek di www.allfacebook.com data terakhir per 28 Januari sudah mencapai 980.307.

FB users: Indonesia-Singapura-Malaysia

FB users: Indonesia-Singapura-Malaysia

Dari postingan itu saya langsung nyambung aja. Saya mengamati bahwa bagaimana member FB berkembang itu mengikuti hukum [E = wMC2] dimana: E = energi marketing yang dahsyat; wM = word of mouth (mouse); C2 = Customer community: offline x online).

Sesuai hukum [E = wMC2], pertumbuhan member FB terjadi karena proses tipping point (baca: “wabah”) melalui promosi dari mulut ke mulut atau word of mouth. Word of mouth itu terjadi karena proses penyebaran FB dari member satu ke member berikutnya terjadi secara massif melalui medium komunitas. Di mana “salesman” utama dari proses situ adalah para “FB evangelist”.

Saya adalah salah satu “FB evangelist”, karena di manapun dan di kesempatan apapun saya selalu katakan: “Hai teman-temanku, bikinlah account FB!!!”. Minggu lalu misalnya, saya bicara di depan 600 orang peserta seminar buku “New Wave Marketing/CROWD” di Makassar. Di situ FB saya bedah habis-habisan; saya juga cerita bagaimana Obama bisa menang karena FB; atau bagaimana Ayat-Ayat Cinta bisa box office karena FB.

Saya yakin setidaknya setengah dari peserta itu mikir-mikir untuk bikin account FB. Karena menurut survei AC Nielsen, rekomendasi pelanggan kini menempati posisi pertama sebagai alat pemasaran yang paling ampuh mengalahkan TV, Radio, dan surat kabar. Kenapa? Karena menurut riset tersebut: “91% customers likely to buy on customer recommendation”.

Saya percaya proses penyebaran word of mouth di dalam komunitas memiliki kekuatan “network effect” mengikuti teori Group-Forming Network, dikenal sebagai “Reed’s Law” (ditemukan oleh Prof. David Reed dari MIT ). Mengacu ke teori ini saya memperkirakan pertumbuhan member FB ini akan melesat secara EKSPONENSIAL, mengikuti DERET UKUR seiring dengan bertambahnya member yang masuk. Uraian ditel mengenai Reed’s Law ini bisa dilihat di buku CROWD p. 104-118.

Artinya apa? Kalau jumlah member FB mampu menerobos angka 1 juta bulan ini, maka tidak sampai tahun depan mungkin jumlah member FB akan mencapai 10 juta; dan mungkin tak sampai dua tahun lagi jumlah member FB akan mencapai 100 juta. Tidak percaya? Kita tunggu aja…

Saya bayangkan dua tahun lagi member FB sudah mencapai 100 juta. Maka saya kira FB sudah layak dijadikan Republik, sebut saja: “REPUBLIK FACEBOOK”. Namanya Republik, tentu ada presidennya, ada menterinya, ada DPR-nya. Saya mau tuh ikutan maju jadi Capres.

Kalau jadi Capres “Republik Indonesia” mah saya nggak berani, takut sama Capres Wiranto, sama Capres Prabowo” soalnya tentara… hiiii seraaaam!!!!. Takut juga dikritik Mbak Mega main Yo-Yo!!!. Tapi kalau jadi Capres FB, siapa takuuuuut!!!

Di samping itu jadi “President Republik Facebook” pasti enak, nggak pusing, soalnya pasti nggak ada KORUPSI, nggak ada MUTILASI, nggak ada BANJIR, nggak ada MACET…

Adanya cuma satu: C  I  N  T  A

January 31, 2009   23 Comments

Social Media Prediction 2009. Excellent Presentation!!!

Berikut ini adalah presentasi “Social Media Prediction 2009″ yang saya ambil dari Slideshare. Mungkin berguna bagi temen-temen menyongsong tahun 2009. Hadiah Tahun Baru 2009. Hehehe…

Social Media Prediction 2009
View SlideShare presentation or Upload your own. (tags: social media)

December 31, 2008   No Comments