<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>yuswohady.com &#187; Reader&#8217;s Comments</title>
	<atom:link href="http://www.yuswohady.com/category/crowd-book/readers-comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.yuswohady.com</link>
	<description>E=wMC2 &#124; Marketing Becomes Horizontal</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Aug 2010 05:32:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Review CROWD di Blog: Strategi+Manajemen</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2009/01/12/review-crowd-di-blog-strategimanajemen/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2009/01/12/review-crowd-di-blog-strategimanajemen/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 07:03:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reader's Comments]]></category>
		<category><![CDATA[crowd]]></category>
		<category><![CDATA[horizontal marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=464</guid>
		<description><![CDATA[Dear Crowdsters,
Berikut adalah review buku CROWD: &#8220;Marketing Becomes Horizontal&#8221; oleh Yodhia Antariksa pemilik blog: Manajemen+Strategi, edisi January 12th, 2009
Facebook, Web 2.0 dan Horizontal Connection
Beberapa mingggu belakangan ini, saya menemui sejumlah kejutan kecil tatkala berkelana dalam situs social networking Facebook. Tiba-tiba saja saya kembali bertemu dengan teman sekantor yang sudah tak pernah bersua selama 10 tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Crowdsters,</p>
<p>Berikut adalah review buku <strong>CROWD: &#8220;Marketing Becomes Horizontal&#8221;</strong> oleh <strong>Yodhia Antariksa</strong> pemilik blog: <strong>Manajemen+Strategi</strong>, edisi January 12th, 2009</p>
<p><strong>Facebook, Web 2.0 dan Horizontal Connection</strong></p>
<div id="attachment_467" class="wp-caption alignleft" style="width: 121px"><a href="http://www.yuswohady.com/wp-content/uploads/2009/01/yodhia-photo.jpg"><img class="size-medium wp-image-467" title="yodhia-photo" src="http://www.yuswohady.com/wp-content/uploads/2009/01/yodhia-photo.jpg" alt="Yodhia Antariksa" width="111" height="98" /></a><p class="wp-caption-text">Yodhia Antariksa</p></div>
<p>Beberapa mingggu belakangan ini, saya menemui sejumlah kejutan kecil tatkala berkelana dalam situs social networking Facebook. Tiba-tiba saja saya kembali bertemu dengan teman sekantor yang sudah tak pernah bersua selama 10 tahun lamanya. Juga kembali bersapa dengan rekan-rekan jadul saat saya kuliah di Jogja sekitar 15 tahun silam. Melalui Facebook, saya seperti disatukan kembali dengan serpihan-serpihan masa lalu saya – dan tiba-tiba saya seperti kembali menjadi sangat dekat dengan teman-teman lama saya.</p>
<p>Selamat datang di era web 2.0, sebuah era dimana social and contents sharing sites semacam Facebook, Myspace dan Youtube menyeruak; menyapa ramah setiap penduduk di segenap penjuru jagat, mulai dari anak muda di Chicago hingga remaja di Cimahi, mulai dari pekerja di Los Angeles hingga anak sekolahan di Lenteng Agung. Inilah era online mutakhir, dimana setiap individu kini memiliki kekuatan penuh untuk menyuarakan ide dan gagasannya, serta merayakan apa yang pernah ditulis besar-besar dalam majalah Time : “You. Yes, you control the Information Age. Welcome to Your World”.<br />
<span id="more-464"></span><br />
Melalui gelombang Web 2.0 semacam inilah lalu setiap individu seperti diberdayakan untuk berpartisipasi secara aktif. Interaksi tak lagi bersifat vertikal (seperti jaman internet dulu yang statis); namun bersifat horizontal, dimana setiap orang bebas mengekspresikan gagasan dan opininya. Lalu, bagaimana implikasi dari perubahan ini bagi dinamika dunia bisnis. Dan bagaimana seharusnya para pelaku dunia bisnis merespon perubahan dalam lansekap panggung dunia digital itu?</p>
<p>Yuswohady melalui bukunya yang bertajuk <strong>Crowds – Marketing Becomes Horizontal</strong> mencoba menjawab pertanyaan itu dengan penuh kerenyahan. Yuswohady sendiri merupakan salah satu mastermind kunci dibalik Markplus – sebuah firma konsultasi strategi terkemuka di tanah air. Secara rinci, Yuswo memetakan adanya 11 Manifesto dari konsep Horizontal Marketing yang layak digenggam untuk bisa menari dengan lincah dalam panggung dunia online mutakhir. Disini kita akan mencoba menelisik dua diantaranya.</p>
<p>Manifesto yang pertama yang ingin kita bincangkan adalah ini : Your Customers are Evangelist. Yuswo bilang bahwa dalam dunia online mutakhir, kini setiap orang (atau konsumen) bebas menyuarakan opini mereka tentang suatu produk. Melalui beragam kanal, seperti blog, social sites, atau Youtube, mereka dengan mudah bisa berkomentar tentang pengalaman mereka akan suatu produk tertentu. Sebagai misal, coba Anda ketik kata-kata “manajemen Apple” di Google.co.id, maka diperingkat tiga paling atas Anda akan menemukan seorang blogger terkemuka ditanah air yang memberikan ulasan sangat positif tentang Apple. Ulasan semacan ini, yang akan dicari oleh ribuan orang melalui Google, tentu akan memberikan dampak publikasi gratis yang positif bagi reputasi dan produk-produk Apple. Blogger itu dengan kata lain, telah berperan menjadi evangelist bagi Apple.</p>
<p>Sayang ditanah air belum banyak produsen besar yang dengan sungguh-sungguh mencoba memanfaatkan kekuatan blog dan social sites untuk membangun barisan customer evangelist melalui horizontal connection/communication. Yang mengejutkan, justru ada seorang pedagang warung angkringan kecil yang dengan cerdas memanfaatkan kekuatan blog untuk membangun kekuatan brand-nya (wah, warung angkringan ternyata butuh juga brand…:)). Warung angkringan itu bernama Wetiga, dan melalui blognya, pemilik warung itu dengan sangat cemerlang berhasil membangun puluhan blogger top di tanah air untuk menjadi customer evangelist-nya (termasuk blog yang sedang Anda baca ini tentunya….).</p>
<p>Manifesto yang kedua adalah engange your customers to co-create solutions. Pelanggan yang Anda bina dalam komunitas adalah sumber ide produk yang tak ada habisnya, demikian Yuswo menulis. Karena itu beraliansilah dengan pelanggan dalam mengembangkan produk masa depan. Produsen kopi Starbucks telah mencoba mendemonstrasikan gagasan ini dengan sepenuh hati. Melalui situs komunitas yang dibangunnya, kedai kopi dari kota Seatlle itu mencoba mengajak para pelanggan untuk aktif melakukan brainstorming dan memberikan masukan tentang fitur apa yang layak dikembangkan di masa mendatang.</p>
<p>Secara keseluruhan, buku ini memberikan peta yang komprehensif bagi para pelaku bisnis dalam memahami dan merespon kehadiran gelombang Web 2.0. Dalam menjelaskan sebelas manifestonya, Yuswo juga selalu melengkapinya dengan contoh-contoh aktual yang menarik. Ditulis dengan gaya bahasa yang populer, ringan nan renyah, buku ini rasanya amat layak untuk dinikmati. Dan mungkin akan lebih nikmat jika buku ini dibaca di salah satu sudut warung angkringan Wetiga, sembari ditemani dua porsi nasi kucing dan secangkir wedang jahe. Nyam, nyam, pasti mak nyus rasanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2009/01/12/review-crowd-di-blog-strategimanajemen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review Majalah Marketing Terhadap Buku CROWD</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2009/01/08/review-majalah-marketing-terhadap-buku-crowd/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2009/01/08/review-majalah-marketing-terhadap-buku-crowd/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 21:49:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reader's Comments]]></category>
		<category><![CDATA[crowd]]></category>
		<category><![CDATA[horizontal marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=452</guid>
		<description><![CDATA[Dear Crowdsters,
Berikut ini adalah resensi dari redaksi Majalah Marketing terhadap buku saya CROWD &#8220;Marketing Becomes Horizontal&#8221; diterbitannya edisi 01/IX/Januari 2009.
HORIZONTAL MARKETING
Di zaman web 2.0, konsumen kian mengelompok membentuk suatu komunitas dan berinteraksi dengan semakin intens &#8211; membentuk crowd. Munculnya social media juga sangat mendukung terciptanya komunikasi dan interaksi antarmanusia yang tidak lagi dibatasi oleh jarak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Crowdsters,</p>
<p>Berikut ini adalah resensi dari redaksi <strong>Majalah Marketing</strong> terhadap buku saya CROWD &#8220;Marketing Becomes Horizontal&#8221; diterbitannya edisi 01/IX/Januari 2009.</p>
<p><strong>HORIZONTAL MARKETING</strong></p>
<p>Di zaman web 2.0, konsumen kian mengelompok membentuk suatu komunitas dan berinteraksi dengan semakin intens &#8211; membentuk crowd. Munculnya social media juga sangat mendukung terciptanya komunikasi dan interaksi antarmanusia yang tidak lagi dibatasi oleh jarak dan waktu. Ketika konsumen berubah, maka pendekatan marketing pun harus berubah.</p>
<p>Buku ini menawarkan pendekatan pemasaran yang sama sekali baru &#8211; yang oleh penulisnya disebut &#8220;Horizontal Marketing&#8221; &#8211; untuk merespons perubahan di atas. Dengan analisisnya yang tajam, penulis mencoba menguraikan anatomi dari paradigma pemasaran baru tadi kemudian merumuskannya dalam sebuah formula yang sederhana, yang lebih &#8220;down to earth&#8221; dengan memfokuskan diri pada topik komunitas dan evangelism.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2009/01/08/review-majalah-marketing-terhadap-buku-crowd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review Redaksi Warta Ekonomi terhadap CROWD</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2009/01/04/review-redaksi-warta-ekonomi-terhadap-crowd/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2009/01/04/review-redaksi-warta-ekonomi-terhadap-crowd/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 12:30:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reader's Comments]]></category>
		<category><![CDATA[crowd]]></category>
		<category><![CDATA[horizontal marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[*) Akhir Desembar 2008 lalu saya berkunjung ke redaksi majalah Warta Ekonomi untuk mendiskusikan secara ringan buku saya CROWD &#8220;Marketing Becomes Horizontal&#8221;. Diskusinya santai, seru, tapi tetap serius. Hasil diskusi itu kemudian dirangkum oleh Redaksi Warta Ekonomi rubrik Dari Redaksi. Berikut ini tulisannya:
SANTAI, TAPI SERIUS
Seperti apa wajah bisnis pada tahun-tahun mendatang? Itulah sebagian dari banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>*) Akhir Desembar 2008 lalu saya berkunjung ke redaksi majalah <strong>Warta Ekonomi</strong> untuk mendiskusikan secara ringan buku saya <strong>CROWD &#8220;Marketing Becomes Horizontal&#8221;</strong>. Diskusinya santai, seru, tapi tetap serius. Hasil diskusi itu kemudian dirangkum oleh Redaksi Warta Ekonomi rubrik Dari Redaksi. Berikut ini tulisannya:</p>
<p><strong>SANTAI, TAPI SERIUS</strong></p>
<p>Seperti apa wajah bisnis pada tahun-tahun mendatang? Itulah sebagian dari banyak materi yang kami diskusikan pada Kamis (18/12) petang bersama direktur eksekutif MarkPlus Institute of Marketing (MIM), Yuswohady. Siwo, begitu Yuswohady biasa dipanggil, bukanlah orang baru bagi kami. Ia teman kami&#8230; teman lama. Kolom-kolomnya yang segar secara rutin muncul di Warta Ekonomi, dikemas dengan sudut pandang New Rules of the Game. Sudut pandang inilah yang ternyata sangat mewarnai buku terbaru Siwo, <strong>CROWD: Marketing Becomes Horizontal</strong>, yang diperkenalkan secara khusus kepada kami pada Kamis petang itu.</p>
<div id="attachment_434" class="wp-caption alignleft" style="width: 261px"><img class="size-medium wp-image-434" style="border: 10px white;" title="cover-warta-ekonomi-jan-091" src="http://www.yuswohady.com/wp-content/uploads/2009/01/cover-warta-ekonomi-jan-091-224x300.jpg" alt="cover-warta-ekonomi-jan-091" width="251" height="310" /><p class="wp-caption-text">Warta Ekonomi, 11 januari 2009</p></div>
<p>Buku ini sangat profokatif. Bagian pendahuluannya saja sudah sangat menohok: McCain vertical; Obama horizontal, MTV vertical; MySpace horizontal; Britannica vertical; Wikipedia horizontal, WIndows vertical; Linux horizontal&#8230; dan seterusnya. Anda sudah tahu bukan bagaimana nasib yang vertical, dan seperti apa nasib yang horizontal. Awas!!! Horizontal beats vertical!</p>
<p><span id="more-424"></span>Isi buku ini memang membahas tentang perubahan tren marketing yang bakal terjadi pada tahun-tahun mendatang. Pemicu perubahan adalah konsumen. Kata Siwo, &#8220;Konsumen telah berubah menjadi &#8216;mutan&#8217; yang sama sekali berbeda dengan sebelumnya.&#8221; Pemicu perubahan itu adalah hadirnya teknologi yang berbasis web 2.0 seperti blog, Facebook, tags, chats, RSS, dan sebagainya. Akibatnya, konsumen pun bermetamorfosis menjadi mahluk yang makin mengelompok, berinteraksi intens satu sama lain, dan membentuk komunitas. &#8220;Mereka membentuk crowd. Itu sebabnya buku ini saya beri judul CROWD,&#8221; ucap Siwo.</p>
<p>Lalu formula marketing apa yang cocok untuk menghadapi konsumen yang telah mengalami metamorfosis tersebut?</p>
<p>Pembaca, dalam diskusi yang santai tapi serius itulah Siwo memaparkan formulanya, yang disebutnya merupakan modifikasi dari formulanya Albert Einstein yang E = MC2 menjadi E = wMC2. Ia juga menerjemahkan formula itu ke dalam tataran praktis yang diramunya menjadi 11 manifesto. Apa saja?  Sebanyak 10 Manifesto sudah ditulis secara reguler di Warta Ekonomi. Satunya lagi? Anda bisa langsung membacanya di buku terbaru Siwo.</p>
<p>Pembaca, selamat menikmati liburan akhir tahun.</p>
<p>Selamat Natal, dan selamat menyambut Tahun yang Baru, 2009.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2009/01/04/review-redaksi-warta-ekonomi-terhadap-crowd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
