<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>yuswohady.com &#187; CROWD Book</title>
	<atom:link href="http://www.yuswohady.com/category/crowd-book/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.yuswohady.com</link>
	<description>E=wMC2 &#124; Marketing Becomes Horizontal</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 13:07:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Evangelist</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2010/11/22/evangelist/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2010/11/22/evangelist/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Nov 2010 01:19:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[CROWD Book]]></category>
		<category><![CDATA[WOM Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[evangelist]]></category>
		<category><![CDATA[wom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=749</guid>
		<description><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2010%252F11%252F22%252Fevangelist%252F&title=Evangelist&desc=Harry+Potter+main+lagi.+Kali+ini+sekuel+yang+ke-7%3A+Harry+Potter+and+the+Deathly+Hallows.+Karena+merupakan+penutup%2C+film+pamungkas+ini+dibikin+dalam+dua+bagian.+Hasilnya%2C+kita+semua+penasaran%2C+heboh+pu&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div>Harry Potter main lagi. Kali ini sekuel yang ke-7: Harry Potter and the Deathly Hallows. Karena merupakan penutup, film pamungkas ini dibikin dalam dua bagian. Hasilnya, kita semua penasaran, heboh pun terjadi di mana-mana. Inilah tradisi Harry Potter, buzz “digoreng-goreng” — di blog-blog, di milis-milis, di forum-forum, di Twitter, di Facebook — dan layaknya virus, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2010%252F11%252F22%252Fevangelist%252F&title=Evangelist&desc=Harry+Potter+main+lagi.+Kali+ini+sekuel+yang+ke-7%3A+Harry+Potter+and+the+Deathly+Hallows.+Karena+merupakan+penutup%2C+film+pamungkas+ini+dibikin+dalam+dua+bagian.+Hasilnya%2C+kita+semua+penasaran%2C+heboh+pu&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div><p>Harry Potter main lagi. Kali ini sekuel yang ke-7: <strong>Harry Potter and the Deathly Hallows</strong>. Karena merupakan penutup, film pamungkas ini dibikin dalam dua bagian. Hasilnya, kita semua penasaran, heboh pun terjadi di mana-mana. Inilah tradisi Harry Potter, buzz “digoreng-goreng” — di blog-blog, di milis-milis, di forum-forum, di Twitter, di Facebook — dan layaknya virus, kehebohan ditebar di mana-mana. Dan yang terpenting, kehebohan itu menghasilkan triliunan perak bagi si empunya film.</p>
<p>Percakapan di bawah ini saya kutip dari forum milis www.harrypotterindonesia.com tertanggal 28 Agustus 2009. Atau lebih dari setahun yang lalu:<br />
Adegan apa yang paling seru di film ke 7 nanti?<br />
Pengen liat adegan The Trio sama Griphook membobol Gringotts<br />
Lalu terbang naek naga&#8230; Dan tentu saja, The Battle of Hogwarts<br />
Trus karena rumornya William Arthur Weasley sudah ada pemerannya, maka kita mungkin akan melihat acara pernikahan. Cuman, karena di Pangeran Berdarah Gado-gado  <img src='http://www.yuswohady.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   the Burrow sudah jadi abu, gimana ya visualisasinya?</p>
<p>Bahkan sejak lebih dari setahun lalu para fans Harry Potter sudah mempergunjingkan film ini. Kehadiran media sosial (social media) seperti milis, blog, Twitter, Facebook menjadikan viral Harry Potter merambat demikian cepat, sehingga dalam waktu singkat promosi murah dari mulut ke mulut (word of mouth) menyebar begitu cepat bak wabah kolera. Tak heran jika pas film ini premiere, barisan fans pun mengular di gedung-gedung bioskop seperti kita saksikan 2 minggu lalu.</p>
<p>Itu artinya, tanpa sadar Harry Potter telah menciptakan dan menggerakkan para ”<strong>EVANGELIST</strong>” untuk mempromosikannya. Customer evangelist tak lain adalah pelanggan yang dengan sukarela ”memberitakan kabar baik” dan mempromosikan produk ke pelanggan yang lain. Mereka memberikan referal dan rekomendasi produk ke pelanggan yang lain. Satu hal perlu Anda ingat: referal dan rekomendasi memiliki kekuatan menjual <strong>SERIBU </strong>bahkan <strong>SEJUTA KALI</strong> lebih hebat dibanding ocehan salesman.<span id="more-749"></span></p>
<p><strong>Referral is Your Currency</strong><br />
Inilah kadahsyatan hakiki pemasaran horisontal, yaitu ketika pelanggan bisa Anda dayagunakan menjadi ”jaringan salesman” fanatik yang dengan sukarela menjual dan mempromosikan produk Anda. Ciptakan ”club of evangelist” dan bangunlah kekuatan yang maha dahsyat dengan menjadikan pelanggan sebagai ”salesman” yang jujur, orisinil, natural, dan objektif dalam mempengaruhi konsumen lain.</p>
<p>Jadi dalam pemasaran horisontal tugas Anda sesungguhnya cuma ada dua:<br />
<strong>#1: Build your ”club of evangelists”<br />
#2: Drive them to be your voluntary salesmen.</strong></p>
<p>Robert T Kiyosaki pernah mengatakan: ”Janganlah Anda bekerja keras membanting tulang untung mencari uang, tapi uanglah yang harus Anda suruh bekerja keras untuk Anda”. Mengacu ke Kiyosaki, saya pun mengatakan: ”Janganlah Anda bekerja keras membanting tulang untuk mencari pelanggan, tapi <strong>PELANGGAN </strong>lah yang harus bekerja keras untuk Anda.</p>
<p>Pemasaran yang cerdas bukanlah Anda susah payah menjangkaui 90% konsumen Anda dengan ”ngebom” pakai TVC, iklan di koran-koran besar, atau pasang Billboard di jalan-jalan protokol. Pemasaran yang cerdas adalah bagaimana menemukan 10% saja dari konsumen tersebut kemudian membentuknya menjadi ”club of evangelist”, dan menggerakkan mereka untuk mempengaruhi 90% konsumen yang lain. Inilah pemasaran cerdas di era media sosial. Tak hanya ampuh menggaet konsumen, tapi juga murah-meriah</p>
<p>Dalam pemasaran horisontal, referal dan rekomendasi merupakan penentu kesuksesan Anda.<br />
<strong>Referral is a customer gift!!!<br />
Referral is your key competitive advantage!!!<br />
Referral is your currency of success!!! </strong><br />
Seberapa banyak Anda bisa mendorong pelanggan untuk memberikan referal ke pelanggan lain akan menentukan kemampuan Anda bersaing dan sukses di pasar.</p>
<p><strong>C2C Revolution</strong><br />
Kalau Pelanggan mengambil alih peran sebagai salesman, maka pendekatan pemasaran yang Anda lakukan bukan lagi pendekatan pemasaran tradisional. Pendekatan pemasaran Anda bergeser dari <strong>VERTIKAL </strong>(yaitu dari ”producer to customers”) menjadi <strong>HORISONTAL </strong>(yaitu dari ”customer to customer”). Itu sebabnya saya katakan era horisontal marketing adalah ”era customer to customer (C2C) marketing”. Dan kemudian saya sebut era Twitter dan Facebook adalah era “C2C revolution”</p>
<p>Dulu kekuatan C2C marketing tak ada artinya karena word-of-mouth dan referal tak bisa bebas menyebar dari satu konsumen ke konsumen lain karena si konsumen harus bertemu secara fisik. Tapi kini, ketika blog, milis, podcast, social networking, dan berbagai bentuk media sosial begitu dekat dengan keseharian kita, konsumen bisa berinteraksi dan kongko-kongko satu sama lain secara intens dengan mudah tanpa harus bertemu secara fisik.</p>
<p>Keberadaan media sosial inilah yang memungkinkan. word-of-mouth dan referal menjadi kekuatan pemasaran yang tak ada tandingannya. Seperti kasus Harry Potter di atas, melalui media baru tersebut word-of-mouth dan referal bisa menyebar begitu massif dan menjangkau jutaan konsumen dalam hitungan jam, menit, bahkan detik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2010/11/22/evangelist/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review CROWD di Blog: Strategi+Manajemen</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2009/01/12/review-crowd-di-blog-strategimanajemen/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2009/01/12/review-crowd-di-blog-strategimanajemen/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 07:03:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reader's Comments]]></category>
		<category><![CDATA[crowd]]></category>
		<category><![CDATA[horizontal marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=464</guid>
		<description><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2009%252F01%252F12%252Freview-crowd-di-blog-strategimanajemen%252F&title=Review+CROWD+di+Blog%3A+Strategi%2BManajemen&desc=Dear+Crowdsters%2C%0D%0A%0D%0ABerikut+adalah+review+buku+CROWD%3A+%22Marketing+Becomes+Horizontal%22+oleh+Yodhia+Antariksa+pemilik+blog%3A+Manajemen%2BStrategi%2C+edisi+January+12th%2C+2009%0D%0A%0D%0AFacebook%2C+Web+2.0+dan+Horizonta&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div>Dear Crowdsters,
Berikut adalah review buku CROWD: &#8220;Marketing Becomes Horizontal&#8221; oleh Yodhia Antariksa pemilik blog: Manajemen+Strategi, edisi January 12th, 2009
Facebook, Web 2.0 dan Horizontal Connection
Beberapa mingggu belakangan ini, saya menemui sejumlah kejutan kecil tatkala berkelana dalam situs social networking Facebook. Tiba-tiba saja saya kembali bertemu dengan teman sekantor yang sudah tak pernah bersua selama 10 tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2009%252F01%252F12%252Freview-crowd-di-blog-strategimanajemen%252F&title=Review+CROWD+di+Blog%3A+Strategi%2BManajemen&desc=Dear+Crowdsters%2C%0D%0A%0D%0ABerikut+adalah+review+buku+CROWD%3A+%22Marketing+Becomes+Horizontal%22+oleh+Yodhia+Antariksa+pemilik+blog%3A+Manajemen%2BStrategi%2C+edisi+January+12th%2C+2009%0D%0A%0D%0AFacebook%2C+Web+2.0+dan+Horizonta&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div><p>Dear Crowdsters,</p>
<p>Berikut adalah review buku <strong>CROWD: &#8220;Marketing Becomes Horizontal&#8221;</strong> oleh <strong>Yodhia Antariksa</strong> pemilik blog: <strong>Manajemen+Strategi</strong>, edisi January 12th, 2009</p>
<p><strong>Facebook, Web 2.0 dan Horizontal Connection</strong></p>
<div id="attachment_467" class="wp-caption alignleft" style="width: 121px"><a href="http://www.yuswohady.com/wp-content/uploads/2009/01/yodhia-photo.jpg"><img class="size-medium wp-image-467" title="yodhia-photo" src="http://www.yuswohady.com/wp-content/uploads/2009/01/yodhia-photo.jpg" alt="Yodhia Antariksa" width="111" height="98" /></a><p class="wp-caption-text">Yodhia Antariksa</p></div>
<p>Beberapa mingggu belakangan ini, saya menemui sejumlah kejutan kecil tatkala berkelana dalam situs social networking Facebook. Tiba-tiba saja saya kembali bertemu dengan teman sekantor yang sudah tak pernah bersua selama 10 tahun lamanya. Juga kembali bersapa dengan rekan-rekan jadul saat saya kuliah di Jogja sekitar 15 tahun silam. Melalui Facebook, saya seperti disatukan kembali dengan serpihan-serpihan masa lalu saya – dan tiba-tiba saya seperti kembali menjadi sangat dekat dengan teman-teman lama saya.</p>
<p>Selamat datang di era web 2.0, sebuah era dimana social and contents sharing sites semacam Facebook, Myspace dan Youtube menyeruak; menyapa ramah setiap penduduk di segenap penjuru jagat, mulai dari anak muda di Chicago hingga remaja di Cimahi, mulai dari pekerja di Los Angeles hingga anak sekolahan di Lenteng Agung. Inilah era online mutakhir, dimana setiap individu kini memiliki kekuatan penuh untuk menyuarakan ide dan gagasannya, serta merayakan apa yang pernah ditulis besar-besar dalam majalah Time : “You. Yes, you control the Information Age. Welcome to Your World”.<br />
<span id="more-464"></span><br />
Melalui gelombang Web 2.0 semacam inilah lalu setiap individu seperti diberdayakan untuk berpartisipasi secara aktif. Interaksi tak lagi bersifat vertikal (seperti jaman internet dulu yang statis); namun bersifat horizontal, dimana setiap orang bebas mengekspresikan gagasan dan opininya. Lalu, bagaimana implikasi dari perubahan ini bagi dinamika dunia bisnis. Dan bagaimana seharusnya para pelaku dunia bisnis merespon perubahan dalam lansekap panggung dunia digital itu?</p>
<p>Yuswohady melalui bukunya yang bertajuk <strong>Crowds – Marketing Becomes Horizontal</strong> mencoba menjawab pertanyaan itu dengan penuh kerenyahan. Yuswohady sendiri merupakan salah satu mastermind kunci dibalik Markplus – sebuah firma konsultasi strategi terkemuka di tanah air. Secara rinci, Yuswo memetakan adanya 11 Manifesto dari konsep Horizontal Marketing yang layak digenggam untuk bisa menari dengan lincah dalam panggung dunia online mutakhir. Disini kita akan mencoba menelisik dua diantaranya.</p>
<p>Manifesto yang pertama yang ingin kita bincangkan adalah ini : Your Customers are Evangelist. Yuswo bilang bahwa dalam dunia online mutakhir, kini setiap orang (atau konsumen) bebas menyuarakan opini mereka tentang suatu produk. Melalui beragam kanal, seperti blog, social sites, atau Youtube, mereka dengan mudah bisa berkomentar tentang pengalaman mereka akan suatu produk tertentu. Sebagai misal, coba Anda ketik kata-kata “manajemen Apple” di Google.co.id, maka diperingkat tiga paling atas Anda akan menemukan seorang blogger terkemuka ditanah air yang memberikan ulasan sangat positif tentang Apple. Ulasan semacan ini, yang akan dicari oleh ribuan orang melalui Google, tentu akan memberikan dampak publikasi gratis yang positif bagi reputasi dan produk-produk Apple. Blogger itu dengan kata lain, telah berperan menjadi evangelist bagi Apple.</p>
<p>Sayang ditanah air belum banyak produsen besar yang dengan sungguh-sungguh mencoba memanfaatkan kekuatan blog dan social sites untuk membangun barisan customer evangelist melalui horizontal connection/communication. Yang mengejutkan, justru ada seorang pedagang warung angkringan kecil yang dengan cerdas memanfaatkan kekuatan blog untuk membangun kekuatan brand-nya (wah, warung angkringan ternyata butuh juga brand…:)). Warung angkringan itu bernama Wetiga, dan melalui blognya, pemilik warung itu dengan sangat cemerlang berhasil membangun puluhan blogger top di tanah air untuk menjadi customer evangelist-nya (termasuk blog yang sedang Anda baca ini tentunya….).</p>
<p>Manifesto yang kedua adalah engange your customers to co-create solutions. Pelanggan yang Anda bina dalam komunitas adalah sumber ide produk yang tak ada habisnya, demikian Yuswo menulis. Karena itu beraliansilah dengan pelanggan dalam mengembangkan produk masa depan. Produsen kopi Starbucks telah mencoba mendemonstrasikan gagasan ini dengan sepenuh hati. Melalui situs komunitas yang dibangunnya, kedai kopi dari kota Seatlle itu mencoba mengajak para pelanggan untuk aktif melakukan brainstorming dan memberikan masukan tentang fitur apa yang layak dikembangkan di masa mendatang.</p>
<p>Secara keseluruhan, buku ini memberikan peta yang komprehensif bagi para pelaku bisnis dalam memahami dan merespon kehadiran gelombang Web 2.0. Dalam menjelaskan sebelas manifestonya, Yuswo juga selalu melengkapinya dengan contoh-contoh aktual yang menarik. Ditulis dengan gaya bahasa yang populer, ringan nan renyah, buku ini rasanya amat layak untuk dinikmati. Dan mungkin akan lebih nikmat jika buku ini dibaca di salah satu sudut warung angkringan Wetiga, sembari ditemani dua porsi nasi kucing dan secangkir wedang jahe. Nyam, nyam, pasti mak nyus rasanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2009/01/12/review-crowd-di-blog-strategimanajemen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review Majalah Marketing Terhadap Buku CROWD</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2009/01/08/review-majalah-marketing-terhadap-buku-crowd/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2009/01/08/review-majalah-marketing-terhadap-buku-crowd/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 21:49:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reader's Comments]]></category>
		<category><![CDATA[crowd]]></category>
		<category><![CDATA[horizontal marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=452</guid>
		<description><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2009%252F01%252F08%252Freview-majalah-marketing-terhadap-buku-crowd%252F&title=Review+Majalah+Marketing+Terhadap+Buku+CROWD&desc=Dear+Crowdsters%2C%0D%0A%0D%0ABerikut+ini+adalah+resensi+dari+redaksi+Majalah+Marketing+terhadap+buku+saya+CROWD+%22Marketing+Becomes+Horizontal%22+diterbitannya+edisi+01%2FIX%2FJanuari+2009.%0D%0A%0D%0AHORIZONTAL+MARKETING%0D%0A%0D&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div>Dear Crowdsters,
Berikut ini adalah resensi dari redaksi Majalah Marketing terhadap buku saya CROWD &#8220;Marketing Becomes Horizontal&#8221; diterbitannya edisi 01/IX/Januari 2009.
HORIZONTAL MARKETING
Di zaman web 2.0, konsumen kian mengelompok membentuk suatu komunitas dan berinteraksi dengan semakin intens &#8211; membentuk crowd. Munculnya social media juga sangat mendukung terciptanya komunikasi dan interaksi antarmanusia yang tidak lagi dibatasi oleh jarak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2009%252F01%252F08%252Freview-majalah-marketing-terhadap-buku-crowd%252F&title=Review+Majalah+Marketing+Terhadap+Buku+CROWD&desc=Dear+Crowdsters%2C%0D%0A%0D%0ABerikut+ini+adalah+resensi+dari+redaksi+Majalah+Marketing+terhadap+buku+saya+CROWD+%22Marketing+Becomes+Horizontal%22+diterbitannya+edisi+01%2FIX%2FJanuari+2009.%0D%0A%0D%0AHORIZONTAL+MARKETING%0D%0A%0D&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div><p>Dear Crowdsters,</p>
<p>Berikut ini adalah resensi dari redaksi <strong>Majalah Marketing</strong> terhadap buku saya CROWD &#8220;Marketing Becomes Horizontal&#8221; diterbitannya edisi 01/IX/Januari 2009.</p>
<p><strong>HORIZONTAL MARKETING</strong></p>
<p>Di zaman web 2.0, konsumen kian mengelompok membentuk suatu komunitas dan berinteraksi dengan semakin intens &#8211; membentuk crowd. Munculnya social media juga sangat mendukung terciptanya komunikasi dan interaksi antarmanusia yang tidak lagi dibatasi oleh jarak dan waktu. Ketika konsumen berubah, maka pendekatan marketing pun harus berubah.</p>
<p>Buku ini menawarkan pendekatan pemasaran yang sama sekali baru &#8211; yang oleh penulisnya disebut &#8220;Horizontal Marketing&#8221; &#8211; untuk merespons perubahan di atas. Dengan analisisnya yang tajam, penulis mencoba menguraikan anatomi dari paradigma pemasaran baru tadi kemudian merumuskannya dalam sebuah formula yang sederhana, yang lebih &#8220;down to earth&#8221; dengan memfokuskan diri pada topik komunitas dan evangelism.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2009/01/08/review-majalah-marketing-terhadap-buku-crowd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review Redaksi Warta Ekonomi terhadap CROWD</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2009/01/04/review-redaksi-warta-ekonomi-terhadap-crowd/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2009/01/04/review-redaksi-warta-ekonomi-terhadap-crowd/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 12:30:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reader's Comments]]></category>
		<category><![CDATA[crowd]]></category>
		<category><![CDATA[horizontal marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2009%252F01%252F04%252Freview-redaksi-warta-ekonomi-terhadap-crowd%252F&title=Review+Redaksi+Warta+Ekonomi+terhadap+CROWD&desc=%2A%29+Akhir+Desembar+2008+lalu+saya+berkunjung+ke+redaksi+majalah+Warta+Ekonomi+untuk+mendiskusikan+secara+ringan+buku+saya+CROWD+%22Marketing+Becomes+Horizontal%22.+Diskusinya+santai%2C+seru%2C+tapi+tetap+seriu&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div>*) Akhir Desembar 2008 lalu saya berkunjung ke redaksi majalah Warta Ekonomi untuk mendiskusikan secara ringan buku saya CROWD &#8220;Marketing Becomes Horizontal&#8221;. Diskusinya santai, seru, tapi tetap serius. Hasil diskusi itu kemudian dirangkum oleh Redaksi Warta Ekonomi rubrik Dari Redaksi. Berikut ini tulisannya:
SANTAI, TAPI SERIUS
Seperti apa wajah bisnis pada tahun-tahun mendatang? Itulah sebagian dari banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2009%252F01%252F04%252Freview-redaksi-warta-ekonomi-terhadap-crowd%252F&title=Review+Redaksi+Warta+Ekonomi+terhadap+CROWD&desc=%2A%29+Akhir+Desembar+2008+lalu+saya+berkunjung+ke+redaksi+majalah+Warta+Ekonomi+untuk+mendiskusikan+secara+ringan+buku+saya+CROWD+%22Marketing+Becomes+Horizontal%22.+Diskusinya+santai%2C+seru%2C+tapi+tetap+seriu&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div><p>*) Akhir Desembar 2008 lalu saya berkunjung ke redaksi majalah <strong>Warta Ekonomi</strong> untuk mendiskusikan secara ringan buku saya <strong>CROWD &#8220;Marketing Becomes Horizontal&#8221;</strong>. Diskusinya santai, seru, tapi tetap serius. Hasil diskusi itu kemudian dirangkum oleh Redaksi Warta Ekonomi rubrik Dari Redaksi. Berikut ini tulisannya:</p>
<p><strong>SANTAI, TAPI SERIUS</strong></p>
<p>Seperti apa wajah bisnis pada tahun-tahun mendatang? Itulah sebagian dari banyak materi yang kami diskusikan pada Kamis (18/12) petang bersama direktur eksekutif MarkPlus Institute of Marketing (MIM), Yuswohady. Siwo, begitu Yuswohady biasa dipanggil, bukanlah orang baru bagi kami. Ia teman kami&#8230; teman lama. Kolom-kolomnya yang segar secara rutin muncul di Warta Ekonomi, dikemas dengan sudut pandang New Rules of the Game. Sudut pandang inilah yang ternyata sangat mewarnai buku terbaru Siwo, <strong>CROWD: Marketing Becomes Horizontal</strong>, yang diperkenalkan secara khusus kepada kami pada Kamis petang itu.</p>
<div id="attachment_434" class="wp-caption alignleft" style="width: 261px"><img class="size-medium wp-image-434" style="border: 10px white;" title="cover-warta-ekonomi-jan-091" src="http://www.yuswohady.com/wp-content/uploads/2009/01/cover-warta-ekonomi-jan-091-224x300.jpg" alt="cover-warta-ekonomi-jan-091" width="251" height="310" /><p class="wp-caption-text">Warta Ekonomi, 11 januari 2009</p></div>
<p>Buku ini sangat profokatif. Bagian pendahuluannya saja sudah sangat menohok: McCain vertical; Obama horizontal, MTV vertical; MySpace horizontal; Britannica vertical; Wikipedia horizontal, WIndows vertical; Linux horizontal&#8230; dan seterusnya. Anda sudah tahu bukan bagaimana nasib yang vertical, dan seperti apa nasib yang horizontal. Awas!!! Horizontal beats vertical!</p>
<p><span id="more-424"></span>Isi buku ini memang membahas tentang perubahan tren marketing yang bakal terjadi pada tahun-tahun mendatang. Pemicu perubahan adalah konsumen. Kata Siwo, &#8220;Konsumen telah berubah menjadi &#8216;mutan&#8217; yang sama sekali berbeda dengan sebelumnya.&#8221; Pemicu perubahan itu adalah hadirnya teknologi yang berbasis web 2.0 seperti blog, Facebook, tags, chats, RSS, dan sebagainya. Akibatnya, konsumen pun bermetamorfosis menjadi mahluk yang makin mengelompok, berinteraksi intens satu sama lain, dan membentuk komunitas. &#8220;Mereka membentuk crowd. Itu sebabnya buku ini saya beri judul CROWD,&#8221; ucap Siwo.</p>
<p>Lalu formula marketing apa yang cocok untuk menghadapi konsumen yang telah mengalami metamorfosis tersebut?</p>
<p>Pembaca, dalam diskusi yang santai tapi serius itulah Siwo memaparkan formulanya, yang disebutnya merupakan modifikasi dari formulanya Albert Einstein yang E = MC2 menjadi E = wMC2. Ia juga menerjemahkan formula itu ke dalam tataran praktis yang diramunya menjadi 11 manifesto. Apa saja?  Sebanyak 10 Manifesto sudah ditulis secara reguler di Warta Ekonomi. Satunya lagi? Anda bisa langsung membacanya di buku terbaru Siwo.</p>
<p>Pembaca, selamat menikmati liburan akhir tahun.</p>
<p>Selamat Natal, dan selamat menyambut Tahun yang Baru, 2009.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2009/01/04/review-redaksi-warta-ekonomi-terhadap-crowd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CROWD &#8220;Marketing Becomes Horizontal&#8221; &#8211; Manifesto #11: Engage Your Most Passionate Customers  to CO-CREATE Solutions.</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2008/12/28/e-wmc2-manifesto-11-engage-your-most-passionate-customers-to-co-create-solutions/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2008/12/28/e-wmc2-manifesto-11-engage-your-most-passionate-customers-to-co-create-solutions/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2008 02:12:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chapters]]></category>
		<category><![CDATA[EwMC2]]></category>
		<category><![CDATA[cocreation crowdsourcing CROWD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=392</guid>
		<description><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2008%252F12%252F28%252Fe-wmc2-manifesto-11-engage-your-most-passionate-customers-to-co-create-solutions%252F&title=CROWD+%22Marketing+Becomes+Horizontal%22+-+Manifesto+%2311%3A+Engage+Your+Most+Passionate+Customers++to+CO-CREATE+Solutions.++&desc=Customers+are+not+only+your+salesmen.%0D%0A%0D%0AThey+are+your+INNOVATORS+also.%0D%0AThey+are+your+PRODUCT+DEVELOPERS.%0D%0AThey+are+your+MARKET+RESEARCHERS.%0D%0AThey+are+your+IDEA+GENERATORS.%0D%0A%0D%0AIt%E2%80%99s+the+age+of+PARTI&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div>Customers are not only your salesmen.
They are your INNOVATORS also.
They are your PRODUCT DEVELOPERS.
They are your MARKET RESEARCHERS.
They are your IDEA GENERATORS.
It’s the age of PARTICIPATION.
It’s the age of ENGAGEMENT.
It’s the age of MASS COLABORATION.
Lahirnya web 2.0  tools seperti blogs, wikis, podcast, RSS, Technorati, Feedster, LifeJournal, Tag, Digg telah memungkinkan konsumen terlibat aktif dalam proses [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2008%252F12%252F28%252Fe-wmc2-manifesto-11-engage-your-most-passionate-customers-to-co-create-solutions%252F&title=CROWD+%22Marketing+Becomes+Horizontal%22+-+Manifesto+%2311%3A+Engage+Your+Most+Passionate+Customers++to+CO-CREATE+Solutions.++&desc=Customers+are+not+only+your+salesmen.%0D%0A%0D%0AThey+are+your+INNOVATORS+also.%0D%0AThey+are+your+PRODUCT+DEVELOPERS.%0D%0AThey+are+your+MARKET+RESEARCHERS.%0D%0AThey+are+your+IDEA+GENERATORS.%0D%0A%0D%0AIt%E2%80%99s+the+age+of+PARTI&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div><p>Customers are <strong>not only</strong> your salesmen.</p>
<p>They are your <strong>INNOVATORS</strong> also.<br />
They are your <strong>PRODUCT DEVELOPERS</strong>.<br />
They are your <strong>MARKET RESEARCHERS</strong>.<br />
They are your <strong>IDEA GENERATORS</strong>.</p>
<p>It’s the age of <strong>PARTICIPATION</strong>.<br />
It’s the age of <strong>ENGAGEMENT</strong>.<br />
It’s the age of <strong>MASS COLABORATION</strong>.</p>
<p>Lahirnya web 2.0  tools seperti blogs, wikis, podcast, RSS, Technorati, Feedster, LifeJournal, Tag, Digg telah memungkinkan konsumen terlibat aktif dalam proses penciptaan nilai (co-creation) bagi bisnis Anda. “…thanks to web 2.0 technologies”</p>
<p>Konsumen bisa menjadi pencipta produk masa depan Anda.<br />
Konsumen bisa menjadi kreator iklan Anda.<br />
Konsumen bisa menjadi ”unit R&amp;D” Anda.<br />
Konsumen bisa menjadi arsitek model bisnis Anda.</p>
<p>Kok bisa?<br />
Kuncinnya:<br />
&#8230;invite them to participate.<br />
…encourage them to share experiences.<br />
…support them to collaborate.</p>
<p><span id="more-392"></span>Ingat!!!<br />
The future of marketing is about ENGAGING your customers as CO-CREATOR,<br />
…rather than expecting them to PASSIVELY consume.</p>
<p>Tak percaya?<br />
Silahkan masuk ke blog-nya Starbuck: www.mystarbuckidea.com.  di situ Anda aka melihat bahwa:<br />
Starbucks tak hanya piawai membikin kopi!<br />
Starbucks tak hanya jago menyediakan ”third place” bagi profesional sibuk di Jakarta!<br />
Starbucks tak hanya mahir menciptakan ”see and to bee seen” experience!</p>
<p>Starbucks juga cerdik mengajak pelanggannya (yes, your Most Passionate Customers) menjadi co-creator. Starbucks bilang ke pelanggannya: ”Help shape the future of Starbucks—with your idea.”</p>
<p>Di blog ini siapapun pelanggannya boleh menyumbang ide untuk Starbucks. Berikut ini adalah kata-kata pengantar Starbucks di halaman depan blog-nya:</p>
<p>“You know than anyone else what you want from Starbucks.”<br />
“So tell us. What’s your Starbucks idea?”<br />
“Revolutionary or simple—we want to hear it.”<br />
“Share your idea, tell us what you think of other people’s idea.”<br />
“And join the discussion.”<br />
“We’re here, and we’re ready to make ideas happen.”<br />
“Let’s get start.”</p>
<p>Di dalam blog ini conversations yang intens terjadi antara komunitas pelanggan dengan orang dalam Starbucks mulai dari CEO, direktur, manajer, sampai staf dan bawahan tanpa ada penghalang dan pembatas apapun. Pokoknya semuanya dilakukan secara transparan dan terbuka.</p>
<p>Para pelanggan ini bisa posting ide; memberikan vote kepada ide dari para pelanggan lain; berdiskusi dengan orang dalam Starbucks maupun pelanggan lain mengenai ide yang diusulkan; dan tentu mereka berhak “menagih janji” kepada Starbucks atas diimplementasikannya ide-ide yang sudah mereka usulkan. Dan memang Starbucks sudah berjanji bahwa setiap ide yang di-posting akan di-follow up dan direalisasikan. Mereka bisa memantau realisasi ide itu secara terbuka di blog tersebut.</p>
<p>Karena masing-masing pelanggan bisa memberikan vote kepada ide dari plenggan lain, maka Starbucks bisa dengan mudah menemukan ide-ide terbaik. Ide dengan vote terbanyak tentu saja merupakan ide terbaik karena merupakan ide yang paling diinginkan oleh kebanyakan pelanggan. Itulah “wisdom of crowd”, crowd of customers. Itulah voice of customers. Dan ingat: “suara pelanggan adalah suara Tuhan”.</p>
<p>Melihat kasusu My Starbucks Idea saya jadi sadar sesadar-sadanya bahwa:<br />
Customers are your INNOVATORS.<br />
Customers are your PRODUCT DEVELOPERS.<br />
Customers are your IDEA GENERATORS.</p>
<p>It’s the power of COLLECTIVE WISDOM!!!<br />
It’s the power of CROWD!!!</p>
<p>Crowd for CO-CREATION!!!</p>
<p>Setelah menulis 12 seri kolom E = wMC2 (1 pengantar plus 11 manifesto) akhirnya dengan tulisan manifesto ke-11 ini komplitlah seri kolom tersebut. Indahnya, bersamaan dengan selesainya seri kolom ini bukunya pun meluncur mulus 11 Desember lalu bersamaan dengan event akbar MarkPlus Conference yang dihadiri 5000 marketer dari seluruh tanah air. Mau tahu bukunya? Berikut cover-nya…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2008/12/28/e-wmc2-manifesto-11-engage-your-most-passionate-customers-to-co-create-solutions/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CROWD &#8220;Marketing Becomes Horizontal&#8221; &#8211; Manifesto #9: Your Product and Services Should be CONTAGIOUS</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2008/12/02/manifesto-9-your-product-and-services-should-be-contagious%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2008/12/02/manifesto-9-your-product-and-services-should-be-contagious%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 09:00:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[CROWD Book]]></category>
		<category><![CDATA[Chapters]]></category>
		<category><![CDATA[EwMC2]]></category>
		<category><![CDATA[WOM Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Buzz]]></category>
		<category><![CDATA[word of mouth]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=359</guid>
		<description><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2008%252F12%252F02%252Fmanifesto-9-your-product-and-services-should-be-contagious%25E2%2580%259D%252F&title=CROWD+%22Marketing+Becomes+Horizontal%22+-+Manifesto+%239%3A+Your+Product+and+Services+Should+be+CONTAGIOUS++&desc=Produk+Anda+harus+kayak+flu+burung+atau+kolera.%0D%0A%0D%0ABegitu+meluncur+di+pasar+%28atau+bahkan+jauh+sebelumnya%29+langsung%3A+%E2%80%9CBuzzzzzzzz%E2%80%9D.+Langsung+meledak%21%21%21...+Langsung+mewabah%21%21%21...+Langsung+menjalar+ke&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div>Produk Anda harus kayak flu burung atau kolera.
Begitu meluncur di pasar (atau bahkan jauh sebelumnya) langsung: “Buzzzzzzzz”. Langsung meledak!!!&#8230; Langsung mewabah!!!&#8230; Langsung menjalar ke mana-mana!!!
Sebuah produk atau layanan haruslah memiliki ”efek wabah” yang memicu viral atau ”worth of mouth” alias promosi dari mulut ke mulut yang menyebabkan orang yang menerimanya ”klepek-klepek” nggak tahan.
Saya berani katakan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2008%252F12%252F02%252Fmanifesto-9-your-product-and-services-should-be-contagious%25E2%2580%259D%252F&title=CROWD+%22Marketing+Becomes+Horizontal%22+-+Manifesto+%239%3A+Your+Product+and+Services+Should+be+CONTAGIOUS++&desc=Produk+Anda+harus+kayak+flu+burung+atau+kolera.%0D%0A%0D%0ABegitu+meluncur+di+pasar+%28atau+bahkan+jauh+sebelumnya%29+langsung%3A+%E2%80%9CBuzzzzzzzz%E2%80%9D.+Langsung+meledak%21%21%21...+Langsung+mewabah%21%21%21...+Langsung+menjalar+ke&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div><p>Produk Anda harus kayak flu burung atau kolera.</p>
<p>Begitu meluncur di pasar (atau bahkan jauh sebelumnya) langsung: “Buzzzzzzzz”. Langsung meledak!!!&#8230; Langsung mewabah!!!&#8230; Langsung menjalar ke mana-mana!!!</p>
<p>Sebuah produk atau layanan haruslah memiliki ”efek wabah” yang memicu viral atau ”worth of mouth” alias promosi dari mulut ke mulut yang menyebabkan orang yang menerimanya ”klepek-klepek” nggak tahan.</p>
<p>Saya berani katakan, worth of mouth dari seorang konsumen memiliki daya mempengaruhi SERIBU KALI lipat lebih ampuh dari serangan seorang salesman. ”Your product and services should be CONTAGIOUS”</p>
<p>Steve Jobs tak hanya jago membuat produk yang cool. Ia juga jago membikin produk hebatnya kayak kolera. Buktinya adalah sukses iPhone yang gila-gilaan.</p>
<p>Awalnya, di ajang MacWorld 9 Januari 2007 dia mengumumkan bakal produk tercanggih dan ter-cool dalam sejarah Apple. Dengan gaya flamboyan khas Steve, di situ dia demokan bagaimana teknologi touch screen bekerja. Di situ pula dia tunjukkan tampilan iPone yang cool abis: hitam elegan, tipis, sleek, dan bersih tanpa ada semrawut keyboard, Steve menyebutnya “virtual keyboard.” Gadget lovers di seluruh dunia pun terperangah.</p>
<p>Keesokan harinya video sambutan dan demo iPhone berduarasi 47 menit 29 detik itu beredar di internet. Saya sendiri mendapatkannya kira-kira sebulan setelahnya dari forward-an email seorang teman. Di email tersebut si teman memberikan pesan singkat: “It’s trully revolutionary product!”</p>
<p>Saya jadi penasaran bukan main. Dan betul, begitu saya lihat bagaimana Steve mendemokan teknologi touch screen, saya langsung terkesima dan jatuh cinta dengan gadget ini. Tak berselang lama, 10 email forward-an saya pun meluncur ke 10 teman kantor saya. Pagi saya forward, siangnya pas kongko-kongko di kantin iPhone pun menjadi polemik seru di antara 10 teman. Dalam waktu semalam seluruh dunia pun terjangkit wabah bernama: “kolera iPhone”.</p>
<p>Pertanyaanya, bagaimana produk dan layanan Anda bisa menciptakan wabah buzz? <span id="more-359"></span></p>
<p><strong>Product that Evokes an Emotional Response</strong>. Anda merancang produk atau program pemasaran yang dapat mengaduk-aduk suasana emosional audiens. Tolak Iklan pernah meluncurkan iklan “aji mumpung” untuk merespons aksi sewenang-wenang Malaysia yang “mencuri” warisan kekayaan budaya kita seperti Reog ponorogo, batik, dan angklung. Melalui iklan tersebut, audiens diajak hanyut di dalam suasana emosional kebangsaan dan nasionalisme. Audiens disentuh nurani kebangsaannya sehingga tersadar dan tergerak untuk peduli dan mengambil aksi. Sambil, tentu saja, di penghujung iklan Agnes Monica dengan kemayu bilang: “Orang pintar minum Tolak Angin”.</p>
<p><strong>Product with Extraordinary Performance</strong>. Wabah buzz juga bisa dimunculkan dengan meluncurkan fitur-fitur atau benefit produk yang extraordinary, bahkan kalau bisa belum pernah ada sebelunya. Kekaguman terhadap sebuah fitur atau benefit produk akan menggugah audiens untuk menceritakannya kepada orang lain atau memberikan rekomendasi kepada kolega atau teman. Cara Steve Jobs menyukseskan iPhone di atas menggunakan kiat ini.</p>
<p><strong>Products with Continued Version</strong>. Sebuah produk bisa menimbulkan penasaran jika dibikin secara versioning. Dengan cara semacam ini produk versi berikutnya akan ditunggu-tunggu dan didambakan oleh pelanggan yang sudah terlanjur jatuh cinta dengan versi sebelumnya. Di dunia film dan perbukuan versioning ini sudah menjadi menu baku: Star Wars, Indiana Jones, James Bond 007, Spiderman, Harry Potter. Di dunia perangkat lunak dan komputer juga sama: Windows, Machintos, Blackberry, dan Nokia Communicator dibikin versioning.</p>
<p><strong>Products that Advertise Themselves</strong>. Ada produk-produk yang punya kemampuan spesial mengiklankan dirinya sendiri. Kebanyakan karena by default produk itu mengandung kontroversi dan ketidaklaziman. Karena kontroversial maka orang akan tersulut untuk memperbincangkan. Dan semakin banyak diperbincangkan, maka “self-advertising power” si produk pun dengan cepat menemukan momentumnya. Contohnya: Anthurium, Tukul, film Ayat-Ayat Cinta.</p>
<p><strong>Product that involve users</strong>. Linux, Wikipedia,Firefox menimbulkan buzz di seluruh dunia karena pengembangannya memiliki modus operandi yang sama, yaitu dilakukan secara “horisontal” dengan melibatkan para pemakainya melalui pendekatan free software dan open source. Buzz itu menjadi semakin menggelembung karena langkah mereka dilihat sebagai tindakan seorang “hero”. Siapa musuhnya? Raksasa tambun yang hegemoninya merasuk sampai ke tulang-sungsum: Windows, Ensiklopedia Britanica, Internet Explorer. Mereka adalah pahlawan yang memerdekakan kita semua dalam memanfaatkan keajaiban teknologi: perangkat lunak sistem operasi, mesin pencari dunia maya, dan ensiklopedia.</p>
<p>INGAT!!!<br />
“Your product and services should be CONTAGIOUS”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2008/12/02/manifesto-9-your-product-and-services-should-be-contagious%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CROWD &#8220;Marketing Becomes Horizontal&#8221; &#8211; Manifesto #10 Trust Is the Real Currency. Join the Honest Conversations</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2008/11/15/e-wmc2-manifesto-9-trust-is-the-real-currency-join-the-honest-conversations/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2008/11/15/e-wmc2-manifesto-9-trust-is-the-real-currency-join-the-honest-conversations/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2008 16:45:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chapters]]></category>
		<category><![CDATA[EwMC2]]></category>
		<category><![CDATA[WOM Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[market is conversation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=352</guid>
		<description><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2008%252F11%252F15%252Fe-wmc2-manifesto-9-trust-is-the-real-currency-join-the-honest-conversations%252F&title=CROWD+%22Marketing+Becomes+Horizontal%22+-+Manifesto+%2310+Trust+Is+the+Real+Currency.+Join+the+Honest+Conversations+&desc=%E2%80%9CI+want+to+campaign+the+same+way+I+govern%2C+which+is+to+respond+directly+and+forcefully+with+the+truth.%E2%80%9D++%0D%0ABarack+Obama+%0D%0A%0D%0AKenapa+Barak+Obama+menang+dari+John+McCain%3F++Pakar+politik+tentu+saja+be&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div>“I want to campaign the same way I govern, which is to respond directly and forcefully with the truth.”  
Barack Obama 
Kenapa Barak Obama menang dari John McCain?  Pakar politik tentu saja begitu piawai memberikan berbagai argumentasinya: Karena mesin politiknya, Partai Demokrat demikian solid; karena George W. Bush yang sontoloyo!!!; karena McCain yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2008%252F11%252F15%252Fe-wmc2-manifesto-9-trust-is-the-real-currency-join-the-honest-conversations%252F&title=CROWD+%22Marketing+Becomes+Horizontal%22+-+Manifesto+%2310+Trust+Is+the+Real+Currency.+Join+the+Honest+Conversations+&desc=%E2%80%9CI+want+to+campaign+the+same+way+I+govern%2C+which+is+to+respond+directly+and+forcefully+with+the+truth.%E2%80%9D++%0D%0ABarack+Obama+%0D%0A%0D%0AKenapa+Barak+Obama+menang+dari+John+McCain%3F++Pakar+politik+tentu+saja+be&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div><p style="text-align: left;">“<em>I want to campaign the same way I govern, which is to respond directly and forcefully with the truth</em>.”  <strong></strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>Barack Obama </strong></p>
<p>Kenapa Barak Obama menang dari John McCain?  Pakar politik tentu saja begitu piawai memberikan berbagai argumentasinya: Karena mesin politiknya, Partai Demokrat demikian solid; karena George W. Bush yang sontoloyo!!!; karena McCain yang blunder memilih Palin; atau mungkin karena ke-kulithitam-an Obama. Tapi saya punya argumentasi sendiri: Obama menang karena dia begitu cantik menerapkan formula E = wMC2.</p>
<p>Para pembaca masih ingat dengan rumusan E = wMC2 dari kolom-kolom saya sebelumnya? E dalam rumus itu saya sebut sebagai “energi marketing yang maha dahsyat” sedahsyat bom nuklir. Dan wM adalah = word of mouth, yaitu promosi mulut ke mulut berupa rekomendasi atau referal konsumen baik disampaikan secara fisik maupun berbasis online. Sementara C2 atau (C x C) adalah: C pertama adalah “offline customer Community”; dan C kedua adalah “online customer Community”.</p>
<p>Intinya, rumus tersebut mau bilang bahwa energi marketing sedahsyat bom nuklir akan didapatkan jika Anda mampu menggabung dan menyinergikan dua elemen penting pemasaran masa depan yaitu promosi dari mulut ke mulut dan komunitas yang anda bangun dan fasilitasi. Kalau Anda mampu menyebarkan word of mouth mengenai produk dan layanan Anda, dan word of mouth itu Anda ”kembangbiakkan” di dalam habitat yang namanya komunitas, maka pasti Anda akan mampu menciptakan energi marketing yang demikian dahsyaaaat!<span id="more-352"></span></p>
<p>Langkah cerdas pertama Obama menjalankan strategi kampanye adalah ketika dia menunjuk Chris Hughes—salah satu pendiri Facebook yang sering dijuluki ”online orginising guru”—untuk menjadi ”juru kampanye” di jagat maya internet khususnya melalui media jejaring sosial (social network). Diinspirasi kesuksesan situs jejaring sosial seperti Facebook, MySpace, dan YouTube, Chris merancang My.BarackObama.com (selama kampanye dikenal dengan sebutan seksi ”MyBo”) yang dijadikan epicentrum dari keseluruhan strategi Obama menggaet massa melalui komunitas dunia maya. Melalui situs inilah ”keajaiban Obama” bermula.</p>
<p>Melalui situs ini Obama menghimpun dan memberdayakan para simpatisan dengan memberi mereka web tools dan web enablers untuk membentuk komunitas pemilih lokal; menciptakan event-event dukungan; sampai kepada menggalang dana kampanye melalui situs-situs dan blog-blog pribadi mereka. Melalui situs ini pula Obama menyebarkan video-video pidato politiknya kepada jutaan pemilih Amerika melalui YouTube atau mendistribusikannya secara mobile ke jutaan pengguna Blackberry atau iPhone.</p>
<p>Fantastis!!! Melalui situs ini Obama mampu mengumpulkan hampir semiliar dolar dari jutaan donatur ”gurem” yang bisa menyumbang hanya 5 dolar per-orangnya (wow&#8230; ini namanya ”grass-root marketing”). Yang lebih fantastis lagi, mengikuti formula E = wMC2, Obama mampu menghimpun komunitas jutaan simpatisan yang dengan sukarela menyebarkan word of mouth yang ampuh menggigit. Dengan sukarela para simpatisan ini membentuk komunitas-komunitas ssimpatisan lagi melalui blog-blog atau account mereka di Facebook, MySpace, Digg, Deli.cio.us, atau Twitter, dan dengan semangat empat-lima mereka ”menjual” Obama ke jutaan pemilih Amerika.</p>
<p>Obama juga hadir langsung di situs-situs jejaring sosial di atas untuk mengabarkan setiap detik aktivitasnya secara transparan, berdialog dengan para calon voters secara pribadi, menyebar video pidatonya, dan mendorong simpatisan mengumpulkan dana secara online. Sampai akhir Oktober sebelum detik-detik pemilihan, Obama memiliki lebih dari 1,7 juta sahabat di Facebook, 510.000 teman di MySpace, dan lebih dari 45.000 pengikut di Twitter. Sebaliknya, McCain punya 309.000 teman di Facebook dan 88.000 di MySpace. Harap Anda tahu, pidato kemenangan Obama di Chicago minggu lalu sampai tulisan ini dibikin Minggu siang 9 November 208, yaitu kurang dari satu minggu, sudah mencapai 2.927.355 penonton. Sebuah Angka yang fantastis dan bersejarah.</p>
<p>Tidak seperti pesaingnya McCain, melalui MyBarackObama.com dan situs-situs jejaring sosial Obama menulis email, memberikan tanggapan, dan menympaikan pesan-pesan politiknya secara ”pribadi” dan ekseklusif. Tujuannya jelas, agar dia bisa berdialog, melakukan conversation secara jujur dan transparan. Menggunakan medium blog dan situs jejaring sosial seorang kandidat tak akan mungkin bisa berbohong dan menutupi diri. Ia terpaksa harus telanjang, jujur, terbuka, tak ada satupun yang bisa ditutup-tutupi.</p>
<p>Inilah titik perbedaan kampanye Obama dibanding McCain: Obama menggunakan komunikasi ”horisontal”, McCain ”vertikal”. Obama menggunakan pendekatan komunikasi dua arah, McCain satu arah. Obama berdialog dan melakukan conversation secara terbuka, McCain tertutup.  Singkatnya, Obama menang karena dia berkampanye dengan trust, dengan kejujuran, dengan ketelanjangan. Obama juga menang karena dia ”menyentuh” langsung setiap simpatisannya dengan melakukan dialog dan conversation.</p>
<p>Singkatnya saya ingin mengatakan, kemenangan Obama tidak terlepas dari dua juta simpatisan online yang bertindak sebagai sukarelawan selama masa kampanye. Persis sesuai dengan rumus ampuh E = wMC2, kunci kemenangan Obama terletak pada, pertama, kemampuannya membangun komunitas simpatisan yang fanatik melalui media jejaring sosial. Kedua, mendorong para simpatisan fanatik tersebut untuk ”menjual” Obama kepada jutaan pemilih Amerika dengan menyebarkan word of mouth dan referal.</p>
<p>Sebut saja keajaiban Obama menerapkan rumus E = wMC2 itu dengan istilah seksi ”Facebook Effect”.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2008/11/15/e-wmc2-manifesto-9-trust-is-the-real-currency-join-the-honest-conversations/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CROWD &#8220;Marketing Becomes Horizontal&#8221; &#8211; Manifesto #8: Your Brand Is a CULT. Create Ideology around It and Spread to Your Believers.</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2008/10/29/manifesto-7-your-brand-is-a-cult-create-ideology-around-it-and-spread-to-your-believers/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2008/10/29/manifesto-7-your-brand-is-a-cult-create-ideology-around-it-and-spread-to-your-believers/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 03:55:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[Branding Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[Chapters]]></category>
		<category><![CDATA[EwMC2]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[cult brand]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=338</guid>
		<description><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2008%252F10%252F29%252Fmanifesto-7-your-brand-is-a-cult-create-ideology-around-it-and-spread-to-your-believers%252F&title=CROWD+%22Marketing+Becomes+Horizontal%22+-+Manifesto+%238%3A+Your+Brand+Is+a+CULT.+Create+Ideology+around+It+and+Spread+to+Your+&desc=Cult+brand+adalah+capaian+tertinggi+sebuah+merek.%0D%0AMerek+Anda+boleh+dikenal+di+setiap+jengkal+jagat+ini.%0D%0AMerek+Anda+boleh+mengandung+asosiasi+dan+image+yang+demikian+harum%0D%0AMerek+Anda+boleh+memiliki+&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div>Cult brand adalah capaian tertinggi sebuah merek.
Merek Anda boleh dikenal di setiap jengkal jagat ini.
Merek Anda boleh mengandung asosiasi dan image yang demikian harum
Merek Anda boleh memiliki persepsi kualitas kokoh tak tertandingi.
Atau, merek Anda diloyali begitu rupa.
Tapi semuanya itu belum komplit kalau merek Anda belum menjadi sebuah cult.
Cult brand adalah “ultimate destination of a brand”
Cult [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2008%252F10%252F29%252Fmanifesto-7-your-brand-is-a-cult-create-ideology-around-it-and-spread-to-your-believers%252F&title=CROWD+%22Marketing+Becomes+Horizontal%22+-+Manifesto+%238%3A+Your+Brand+Is+a+CULT.+Create+Ideology+around+It+and+Spread+to+Your+&desc=Cult+brand+adalah+capaian+tertinggi+sebuah+merek.%0D%0AMerek+Anda+boleh+dikenal+di+setiap+jengkal+jagat+ini.%0D%0AMerek+Anda+boleh+mengandung+asosiasi+dan+image+yang+demikian+harum%0D%0AMerek+Anda+boleh+memiliki+&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div><p><strong>Cult brand</strong> adalah capaian tertinggi sebuah merek.<br />
Merek Anda boleh dikenal di setiap jengkal jagat ini.<br />
Merek Anda boleh mengandung asosiasi dan image yang demikian harum<br />
Merek Anda boleh memiliki persepsi kualitas kokoh tak tertandingi.<br />
Atau, merek Anda diloyali begitu rupa.</p>
<p>Tapi semuanya itu belum komplit kalau merek Anda belum menjadi sebuah cult.<br />
Cult brand adalah “ultimate destination of a brand”<br />
Cult brand adalah <strong>UJUNG</strong> pengembarangan sebuah merek menuju kesempurnaan.</p>
<div id="attachment_339" class="wp-caption alignleft" style="width: 274px"><a href="http://www.yuswohady.com/wp-content/uploads/2008/10/apple-cult.jpg"><img class="size-medium wp-image-339" title="apple cult" src="http://www.yuswohady.com/wp-content/uploads/2008/10/apple-cult-222x300.jpg" alt="Apple is a CULT" width="264" height="356" /></a><p class="wp-caption-text">Apple is a CULT</p></div>
<p>Cult brand adalah sebuah capaian di mana merek Anda menjadi sebuah <strong>KEPERCAYAAN</strong>. Sebuah <strong>KEYAKINAN</strong>… sebuah <strong>BELIEF</strong>.<br />
Di mana di atas kepercayaan tersebut terbangun sebuah <strong>IKATAN SPIRITUAL</strong> antara merek dengan pelanggan.<br />
Sebuah ikatan halus yang tak akan bakal memisahkan keduanya… <strong>SELAMANYA</strong>.</p>
<p>Jesper Kunde, seorang pakar merek, menyebutnya: “Brand Religion” – sebuah istilah yang menurut saya berlebihan.<br />
Ya, karena menurutnya merek yang mencapai strata ini mampu mengikat “penganut”-nya dengan BELIEF yang sama.<br />
Sekali lagi, sebuah ikatan spiritual yang begitu kokoh, tak lapuk ditelan jaman.</p>
<p>Ikatan spiritual inilah yang menjadikan pelanggan bisa lantang bilang:<br />
”The brand is me!!!”<br />
”It’s my way of life!!!”<br />
“It’s my reason for being”<br />
Gila, sampai-sampainya pelanggan bilang BRAND merupakan alasan keberadaanya.<br />
Alasan kenapa ia hidup.</p>
<p>Seperti lagunya Bon Jovi: ”It’s my LIFE” <span id="more-338"></span></p>
<p>Harley-Davidson is customer’s LIFE.<br />
Facebook is customer’s LIFE<br />
Whole Food is customer’s LIFE.<br />
Mac is customer’s LIFE.<br />
A Mild is customer’s LIFE.<br />
Slank is fan’s LIFE</p>
<p>Ini adalah definisi sederhana saya mengenai cult brand:<br />
“Sebuah KOMUNITAS, biasanya ekseklusif, di mana para anggotanya mengikatkan diri — sebuah ikatan “spiritual” — dengan kepercayaan, keyakinan, dan ideologi yang sama”</p>
<p>Wow&#8230; cult brand adalah komunitas?<br />
Ya!!! Komunitas, dimana setiap anggota memiliki SENESE OF DIFFERENCE dari dunia “mainstream” di sekitarnya. Karena merasa berbeda, mereka pun merasakan sebagai mahluk paling spesial di muka buni ini.</p>
<p>Komunitas dimana setiap anggota memiliki SENSE OF SECURITY. Mereka merasa aman, tenteram, dan FEEL AT HOME ketika berbaur dengan anggota lain.</p>
<p>Komunitas di mana merek memiliki SENSE OF BELONGING yang tinggi, karena itu mau dan berani berkorban (Jihad?&#8230; Mungkin!) demi tegaknya ideologi yang mereka pegang bersama.</p>
<p>Komunitas dimana mereka memiliki SENSE OF RESPONSIBILITY untuk menjaga nilai-nilai (“common values”) yang menjadi pegangan dan tatanan keluarga besar yang mereka bangun. Secara natural mereka merasakan tanggung-jawab sebagai penjaga tegaknya nilai-nilai bersama tersebut.</p>
<p>Komunitas dimana setiap anggota memiliki SENSE OF MEANING. Bergabung di dalam komunitas berarti memaknai hidup, hidup mereka lebih bermakna dengan bergabung di dalam komunitas, mereka mampu mengekspresikan diri sehingga LEBIH menjadi dirinya sendiri.</p>
<p>Komunitas dimana setiap anggota memiliki SENSE OF DEVOTION. Bergabung di dalam komunitas berarti MEMPERSEMBAHKAN hidup mereka bagi kebaikan dan kebesaran komunitas. Bagi mereka, bergabung di dalam komunitas adalah, Their GREAT DEVOTION.</p>
<p>Komunitas dimana setiap anggota memiliki SENSE OF ACTUALIZATION. Momen-momen bergabung dengan anggota komunitas lain menjadi begitu berharga karena karena di situlah mereka bisa mengaktualisasikan diri. Karena itu cult brand adalah juga media untuk aktualisasi diri, it’s a self-actualization MACHINE.</p>
<p>Ingat, ”6S” di atas adalah “harta karun” terpenting bagi merek Anda.<br />
Saya menyebut ke-6S tersebut: ”Your PASSPORT to Brand Nirvana”.<br />
Kenapa?<br />
Kalau Anda mampu membawa pelanggan Anda merengkuh kelima-limanya, maka jalan merek Anda menuju cult brand bakal terwujud.<br />
Dan ketika itu terjadi, maka sebuah anugerah tak ternilai akan Anda dapatkan …your brand nirvana.</p>
<p>Saat itu juga, barangkali Anda sudah tidak cocok lagi menyebut mereka sebagai PELANGGAN, mereka lebih pas disebut sebagai PENGANUT. They are not CUSTOMERS. They are BELIEVERS.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2008/10/29/manifesto-7-your-brand-is-a-cult-create-ideology-around-it-and-spread-to-your-believers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CROWD &#8220;Marketing Becomes Horizontal&#8221; &#8211; Manifesto #7: AUTHENTICITY Is Your Lifetime Differentiator</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2008/10/14/e-wmc2-manifesto-7-authenticity-is-your-lifetime-differentiator/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2008/10/14/e-wmc2-manifesto-7-authenticity-is-your-lifetime-differentiator/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 11:40:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[Branding Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[Chapters]]></category>
		<category><![CDATA[EwMC2]]></category>
		<category><![CDATA[comunity marketing]]></category>
		<category><![CDATA[word of mouth marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=321</guid>
		<description><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2008%252F10%252F14%252Fe-wmc2-manifesto-7-authenticity-is-your-lifetime-differentiator%252F&title=CROWD+%22Marketing+Becomes+Horizontal%22+-+Manifesto+%237%3A+AUTHENTICITY+Is+Your+Lifetime+Differentiator+&desc=Hard+Rock+Caf%C3%A9+adalah+authentic+brand%0D%0AHarley-Davidson+adalah+authentic+brand%0D%0ACNN+adalah+authentic+brand%0D%0AeBay+adalah+authentic+brand%0D%0ATak+hanya+itu%E2%80%A6+Dji+Sam+Soe+adalah+juga+authentic+brand%0D%0AChris&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div>Hard Rock Café adalah authentic brand
Harley-Davidson adalah authentic brand
CNN adalah authentic brand
eBay adalah authentic brand
Tak hanya itu… Dji Sam Soe adalah juga authentic brand
Chrisye adalah authentic brand
Benyamin S adalah authentic brand
Di tengah persaingan antar merek yang hypercompetitive; di tengah daur hidup merek (brand life cycle) yang kian pendek; di tengah diferensiasi merek begitu gampang dinetralisir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2008%252F10%252F14%252Fe-wmc2-manifesto-7-authenticity-is-your-lifetime-differentiator%252F&title=CROWD+%22Marketing+Becomes+Horizontal%22+-+Manifesto+%237%3A+AUTHENTICITY+Is+Your+Lifetime+Differentiator+&desc=Hard+Rock+Caf%C3%A9+adalah+authentic+brand%0D%0AHarley-Davidson+adalah+authentic+brand%0D%0ACNN+adalah+authentic+brand%0D%0AeBay+adalah+authentic+brand%0D%0ATak+hanya+itu%E2%80%A6+Dji+Sam+Soe+adalah+juga+authentic+brand%0D%0AChris&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div><p><strong>Hard Rock Café</strong> adalah authentic brand<br />
<strong>Harley-Davidson </strong>adalah authentic brand<br />
<strong>CNN</strong> adalah authentic brand<br />
<strong>eBay</strong> adalah authentic brand<br />
Tak hanya itu… <strong>Dji Sam Soe</strong> adalah juga authentic brand<br />
<strong>Chrisye</strong> adalah authentic brand<br />
<strong>Benyamin S</strong> adalah authentic brand</p>
<div id="attachment_324" class="wp-caption alignleft" style="width: 223px"><a href="http://www.yuswohady.com/wp-content/uploads/2008/10/chrisye.jpg"><img class="size-medium wp-image-324" title="chrisye" src="http://www.yuswohady.com/wp-content/uploads/2008/10/chrisye-213x300.jpg" alt="Chrisye-An Authentic Brand" width="213" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Chrisye-An Authentic Brand</p></div>
<p>Di tengah persaingan antar merek yang hypercompetitive; di tengah daur hidup merek (brand life cycle) yang kian pendek; di tengah diferensiasi merek begitu gampang dinetralisir dan dikomoditisasi oleh persaingan; di tengah makin cluttered-nya klaim-klaim dan pesan-pesan promosi; dan kian massif dan sangat beragamnya media pemasaran yang bisa diutilisasi pemasar baik offline maupun online; kini brand authenticity menjadi kian krusial, menentukan keberlangsungan sebuah merek.</p>
<p>Dulu kita hanya mengenal selebaran untuk mengomunikasikan merek, kemudian reklame di surat kabar, kemudian woro-woro melalui radio, kemudian iklan televisi. Tapi kini media komunikasi merek menjadi begitu crowded dan cluttered—bisa melalui email, bisa melalui search engine, bisa melalui blog, bisa melalui podcast, bisa melalui satellite radio, bisa melalui mobile ad dan mobile messaging, bisa melalui instant messaging, bisa melalui mobile community, bisa melalui social networking, dsb-dsb. Pokoknya bejibun, banyak banget.</p>
<p>Apa jadinya kalau media promosi menjadi bejibun? Apa jadinya kalau pesan promosi jadi bejibun? Apa jadinya kalau klaim merek menjadi bejibun? Jadinya, otak konsumen dijejali dengan jutaan, bahkan miliaran, bahkan triliunan (”&#8230;seloroh Thukul”) pesan dan klaim merek. Maunya pemilik merek sih semua pesan dan klaim itu masuk semua ke otak konsumen. Memang  kalau masih puluhan bisa masuk, ratusan masih bisa masuk, seribu dipaksa-paksain masih bisa masuk, lima ribu mulai mabok kepayang, maunya dipaksain terus, tapi makin dipaksain jadinya ”hang”, dan&#8230; byaaar&#8230; hilang semua!!!</p>
<p>Di tengah semua yang serba crowded dan cluttered itu, merek Anda haruslah menjadi ”mutiara dalam lumpur”, harus menjadi crown jewel, harus menjadi ”satu yang terpilih dari sejuta”. Merek Anda haruslah menjadi ”selected few” yang bakal diingat konsumen sepanjang masa.</p>
<p>Kunci untuk itu semua hanya satu: <strong>AUTHENTICITY</strong>. <span id="more-321"></span></p>
<p><strong>It Is Original!!!</strong> Merek dikatakan authentic jika merek tersebut orisinil dan genuine. Orisinil karena konsep merek itu belum pernah dikenal sebelumnya bahkan, tak terpikirkan oleh pemain lain pada masanya. Kenapa Starbuck authentic? Karena konsep “third place”, tempat singgahan ketiga setelah rumah dan kantor, memang orisinil belum ada konsep itu sebelumnya, bahkan tak terpikirkan oleh siapapun pada saat tercipta. Kenapa Southwest Airlines authentic? Karena sebelum Southwest muncul belum pernah ada konsep “low cost airlines”, tanpa nomor kursi, tanpa makan (yes&#8230; only “nuts”), tapi on-time abis. Kenapa “Bukan Basa Basi”-nya AMild authentic? Karena pada saat kampanye iklan “Bukan Basa Basi” itu lahir, tak terpikirkan sama sekali oleh produsen rokok manapun pada waktu itu bahwa iklan rokok bisa senyleneh dan se-out of the box itu.</p>
<p><strong>It Is Inimitable!!!</strong> Karena orisinil dan menjadi thought leader, authentic brand selalu saja ditiru pesaing dan para follower. Tapi percayalah saya, orisinalitas dari sebuah authentic brand tak akan bakal bisa ditiru. Saya tanya&#8230; apa ada merek lain yang bisa meniru Hard Rock Café? Apa ada merek lain yang bisa meniru Harley-Davidson? Apa ada merek lain yang bisa meniru ”Think Different”-nya Apple? Apa ada merek lain yang bisa meniru The Body Shop? Apa ada penyanyi lain yang bisa meniru Chrisye, Iwan Fals, atau Benyamin S? Apa ada pemain lain yang bisa meniru si ahlinya teh, Sosro? Percayalah saya, semakin ditiru dan diikuti pesaing, maka bukanya si authentic brand itu luntur keotentikannya, tapi justru sebaliknya, makin mengkilap dan bersinar otentitasnya.</p>
<p><strong>It Is Honest!!!</strong> Authentic brand selalu jujur kepada stakeholder-nya. Jujur kepada konsumen, jujur kepada karyawan, jujur kepada pemegang saham, dan tentu jujur kepada masyarakat luas. Itu yang menyebabkan track record mereka tanpa cacat. Wal-Mart tak akan pernah menjadi authentic brand karena demi “everyday low price” ia menekan karyawan untuk digaji rendah, ia menekan supplier untuk menggencet harga. Akibatnya, Wal-Mart selalu mendapatkan rapor merah dari stakeholder-nya. Mau bukti? Cek www.walmartwatch.com. Authentic brand bukanlah merek macam Enron, Arthur Andersen, Lehman Brothers, atau Merril Lynch. Karena mereka bukanlah merek yang jujur dan ikhlas. Track record merek-merek tersebut “berlumuran darah”.  Bagi saya authentic brand adalah spiritual brand—merek yang “Al Amin” seperti Nabi Muhammad… dapat dipercaya. Itulah yang menjadi paspor sustainability mereka.</p>
<p><strong>It Is Built to Last</strong>. Terakhir, authentic brand dilahirkan untuk kekal selama-lamanya. Authentic brand tak lekang oleh waktu. Semakin bertambah usia, setahun-dua tahun, belasan tahun, puluhan tahun, bahkan ratusan tahun, keotentikannya semakin menjadi-jadi membentuk sebuah lingkaran keajaiban (virtuous circle). Keorisinilan sebuah authentic brand justru terasah dengan bergulirnya waktu. It is lasting</p>
<p>Gambaran dari sebuah authentic brand di atas demikian ideal dan sempurna. So pasti untuk mencapai kesempurnaan, Anda tak bisa membangunnya dalam semalam. Ingat bahwa, one of the most important principles in authentic branding is “patience”. Anda harus sabar membangun keotentikan merek Anda setahap demi setahap, tahun demi tahun.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2008/10/14/e-wmc2-manifesto-7-authenticity-is-your-lifetime-differentiator/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seth Godin&#8217;s New Book: &#8220;Tribes&#8221;</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2008/10/09/seth-godins-new-book-tribes/</link>
		<comments>http://www.yuswohady.com/2008/10/09/seth-godins-new-book-tribes/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 12:21:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
				<category><![CDATA[Introduction]]></category>
		<category><![CDATA[Yuswohady Book Club]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[seth godin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=289</guid>
		<description><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2008%252F10%252F09%252Fseth-godins-new-book-tribes%252F&title=Seth+Godin%27s+New+Book%3A+%22Tribes%22&desc=Seth+Godin+mengeluarkan+buku+baru+yang+akan+dilaunch+pertengahan+oktober+ini.+Judulnya%2C+Tribes%3A+We+Need+You+to+Lead+Us.+Karena+naskahnya+memang+belum+ada%2C+saya+belum+bisa+meresensinya%2C+namun+saya+mend&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div>Seth Godin mengeluarkan buku baru yang akan dilaunch pertengahan oktober ini. Judulnya, Tribes: We Need You to Lead Us. Karena naskahnya memang belum ada, saya belum bisa meresensinya, namun saya mendapat bocorannya. Berikut ini bocoran buku tersebut, silahkan download.





 Seth Godin&#8217;s new book: &#8220;Tribes&#8221;
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding-top:5px;padding-right:0px;padding-bottom:5px;padding-left:0px;;">
							<iframe
								style="height:25px !important; border:none !important; overflow:hidden !important; width:450px !important;" frameborder="0" scrolling="no" allowTransparency="true"
								src="http://www.linksalpha.com/social?blog=yuswohady.com&link=http%253A%252F%252Fwww.yuswohady.com%252F2008%252F10%252F09%252Fseth-godins-new-book-tribes%252F&title=Seth+Godin%27s+New+Book%3A+%22Tribes%22&desc=Seth+Godin+mengeluarkan+buku+baru+yang+akan+dilaunch+pertengahan+oktober+ini.+Judulnya%2C+Tribes%3A+We+Need+You+to+Lead+Us.+Karena+naskahnya+memang+belum+ada%2C+saya+belum+bisa+meresensinya%2C+namun+saya+mend&fc=333333&fs=arial&fblname=like&fblref=facebook&fbllang=en_US&fblshow=1&fbsctr=1&fbslang=en&twlang=en&twmention=en&twrelated1=en&twrelated2=en&twctr=1&lnkdshow=noshow&lnkdctr=1&buzzctr=1&diggctr=1&stblctr=1">
							</iframe>
						</div><p>Seth Godin mengeluarkan buku baru yang akan dilaunch pertengahan oktober ini. Judulnya, <strong>Tribes: We Need You to Lead Us</strong>. Karena naskahnya memang belum ada, saya belum bisa meresensinya, namun saya mendapat bocorannya. Berikut ini bocoran buku tersebut, silahkan download.</p>
<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_296" class="wp-caption alignleft" style="width: 359px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://www.yuswohady.com/wp-content/uploads/2008/10/seth-godins-book-tribes.jpg"><img class="size-medium wp-image-296" title="seth godin-tribes" src="http://www.yuswohady.com/wp-content/uploads/2008/10/seth-godins-book-tribes-300x300.jpg" alt="Tribes" width="349" height="349" /></a></dt>
</dl>
</div>
<p><a href="http://www.yuswohady.com/wp-content/uploads/2008/10/pdf-icon1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-293" title="pdf-icon" src="http://www.yuswohady.com/wp-content/uploads/2008/10/pdf-icon1-300x300.jpg" alt="" width="22" height="22" /></a><a href="http://www.yuswohady.com/wp-content/uploads/2008/10/tribes-seth-godin1.pdf"> Seth Godin&#8217;s new book: &#8220;Tribes&#8221;</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yuswohady.com/2008/10/09/seth-godins-new-book-tribes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

