E=wMC2 | Marketing Becomes Horizontal
Random header image... Refresh for more!

Category — My Books

Diskusi Buku “Life Science for a Better Life”

Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang tak tertandingi oleh negara manapun di dunia. Dengan sekitar 17.000 jumlah pulau dan 2/3 dari seluruh wilayah merupakan perairan, negeri ini memiliki sekitar 10% spesies tanaman, 12% spesies mamalia, dan 15% terumbu karang yang dimiliki dunia. Indonesia is the mega biodiversity country.

Namun sayang, di tengah kekayaan yang luar biasa tersebut kita justru abai. Kita mengesampingkannya dan cenderung menoleh ke Barat dengan mengembangkan industri otomotif, elektronik, kimia, pesawat terbang, bahkan teknologi nuklir. Seharusnya industri yang kita kembangkan adalah industri yang berbasis life science seperti pertanian, perikanan, peternakan, pariwisata, pengobatan, energi terbarukan, dan lain-lain.

Poster Diskusi & Peluncuran Buku Bio Farma

Buku Life Science for a Better Life (Gramedia Pustaka Utama, 2015) menawarkan Solusi Kemakmuran, yaitu sebuah konsep pengembangan bioproduk (bioproduct), bioindustri (bioindustry), dan bioekonomi (bioeconomy) yang akan menjadi jembatan kemandirian Indonesia. Ide dasar konsep ini adalah memanfaatkan kekayaan sumber daya hayati yang kita miliki dengan mengolahnya menggunakan life science dalam rangka menciptakan kemakmuran dan kemandirian Indonesia di bidang ekonomi, budaya, dan politik.

Dengan konsep Solusi Kemakmuran ribuan desa di tanah air bisa mengembangkan bioproduk unggul yang bersumber dari potensi sumber daya hayati desa melalui konsep OVOB (one village one bioproduct). Kalau itu terwujud, maka negeri ini tak akan tergantung lagi pada daging sapi impor, kedelai impor, buah impor, atau garam impor. Penulis buku ini meyakini Solusi Kemakmuran akan membawa negeri ini mencapai kedaulatan yang hakiki.

Tema yang sangat menarik dan kini menjadi urgensi nasional (di bawah slogan: “Nawa Cita”) di atas akan kita diskusikan dengan nara sumber penulisnya langsung, Iskandar (Direktur Utama Bio Farma), Yuswohady (moderator), dan pembahas Dr. Anton Apriantono (pakar teknologi pangan IPB), dan M.R. Karliansyah, Deputi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sebuah diskusi yang diharapkan mengkristalkan pemikiran, inisiatif, dan sebuah gerakan untuk kemandirian Indonesia.

Waktu: Kamis, 15 Oktober 2015, pukul 08.30 – 12.00 WIB
Tempat: Kembang Goela, Jl. Sudirman Kav. 50, Jakarta
Tema: “Life Science untuk Kemandirian Indonesia”

Yuk ikutan!!!

October 7, 2015   3 Comments

My Brand New Book: “8 Wajah Kelas Menengah”

Alhamdulillah, buku baru saya terbit lagi. Buku berjudul: 8 Wajah Kelas Menengah (Gramedia Pustaka Utama, 2015) ditulis bersama Kemal E. Gani (Pemimpin Umum Majalah SWA) dan tim riset dari majalah SWA dan Inventure. Buku ini rencananya diluncurkan pada gelaran Indonesia Middle Class Forum (MCF) 2015 bertema “Value Innovator” pada tanggal 11 Juni 2015, di Hotel Intercontinental, Jakarta.

Cover 8 Wajah Kelas Menengah - Final

Sesuai judulnya, buku ini membahas 8 sosok konsumen kelas menengah Indonesia yaitu: Expert, Climber, Aspirator, Performer, Trendsetter, Follower, Settler, dan Flow-er. Buku dengan 11 bab ini membahas nilai-nilai dan perilaku dari 8 sosok konsumen kelas menengah berdasarkan survei yang dilakukan Middle Class Institute (MCI) di 9 kota utama Indonesia. Buku ini merupakan buku wajib bagi setiap pemasar dan pebisnis yang ingin menarget pasar paling besar dan paling profitable di Indonesia saat ini yaitu pasar kelas menengah.

Bukunya baru tersedia di toko buku Gramedia sekitar awal bulan Juli, namun sudah bisa dipesan sejak 11 Juni ke: Nurkamalia (@Liamakinuddin): 0857 8078 9897

June 2, 2015   4 Comments

Best Business Book 2014: My Picks

Memasuki tahun 2015, ada baiknya jika kita menengok kembali buku-buku hebat di tahun 2014 yang layak kita baca dan ambil pelajaran-pelajaran yang ada di dalamnya. Berikut ini adalah buku-buku pilihan saya di tahun 2014, semoga bisa menjadi inspirasi Anda di tahun yang baru.

1. Zero to One: Notes on Startups or How to Build the Future, by Peter Thiel, Blake Master (September, 2014)

See the Book: Zero to One, Peter Thiel

“The next Bill Gates will not build an operating system. The next Larry Page and Sergey Brin won’t make a search engine. The next Mark Zuckerber won’t create a social network.” ujar Peter Tiel, pendiri Paypal dan sang penulis, mengawali buku ini. Lanjutnya, jika Anda meniru Gates atau Zuckerberg, maka Anda tak akan belajar dari mereka. Anda tak akan mampu menghasilkan sesuatu yang luar biasa jika hanya menyempurnakan sesuatu yang sudah ada. Anda akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa hanya jika menciptakan sesuatu yang sama sekali baru, aneh, dan fresh. Yang pertama membawa dunia “dari 1 ke n”, sementara yang kedua “dari 0 ke 1”. Sari pati wisdom dari legendary venture capitalist yang ikut membidani PayPal, Facebook, LinkedIn, dan Airbnb. A great book on inventing the next big things.

2. The Second Machine Age: Work, Progress, and Prosperity in a Time of Brilliant Technologies, by Erik Brynjolfsson, Andrew McAfee (Januari, 2014)

The Second Machine Age - Cover 2

Kalau “first machine age” adalah era otomasi pekerjaan-pekerjaan fisik/manual manusia (mesin uap, mobil, pabrik), maka “second machine age” adalah era otomasi pekerjaan-pekerjaan pengetahuan (knowledge works) dengan memanfaatkan big data, algoritma, predictive analytic, machine learning, atau internet of things. Tak pelak lagi teknologi digital menjadi dusruptive technology yang akan memorak-porandakan lanskap bisnis baru yang menghasilkan produk, layanan, pekerjaan, dan ekonomi baru yang tak terbayangkan saat ini. Era “second machine age” itu kini sedang berjalan. Dan, dua profesor dari Center for Digital Business MIT ini mencoba mengidentifikasi strategi terbaik untuk bisa survive di era baru tersebut.

3. Hooked: How to Build Habit-Forming Products, by Nir Eyal (November, 2014)

Hooked - Cover

Lupakan ATL (above the line). Lupakan BTL (below the line). Lupakan kampanye media sosial. Yang sesungguhnya kita butuhkan bukanlah promosi, tapi produk yang menjadikan konsumen keranjingan untuk menggunakannya lagi, lagi, dan lagi. Lihat bagaimana Facebook menjadikan kita keranjingan meng-update status. Lihat bagaimana Instagram menjadikan kita begitu ketagihan meng-upload foto. Atau 7-Eleven menjadikan para ABG demen nongkrong dan kopdar di akhir pekan. Buku ini memberikan insight luar biasa bagi entrepreneur, product manager, designer, marketer, start-up founder, atau siapapun yang ingin menciptkan produk yang membentuk kebiasaan konsumen (habit-forming product). Dengan The Hook Model yang dikembangkan penulis, kita bisa memahami dengan lebih baik bagaiamana kebiasaan konsumen itu terbentuk dan bagaiamana marketer harus menyikapinya.

4. Thrive: The Third Metric to Redefining Success and Creating a Life of Well-Being, Wisdom, and Wonder, by Arianna Huffington (Maret, 2014)

Thrive - Cover

Sebuah refleksi atas pengalaman personal yang sarat pembelajaran setelah sang penulis, Arianna Huffington, pendiri koran online paling berpengaruh di Amerika saat ini, bangkit dari keterpurukan karena terlalu terobsesi mengejar kesuksesan palsu. Berkaca dari pegaalaman personal tersebut, ia merumuskan ukuran kesuksesan baru (the third metric) yaitu: kesehatan lahiriah-batiniah (well-being), ketakjuban (wonder), kearifan (wisdom), dan sikap memberi (giving). Dalam ukuran baru ini sukses haruslah berbanding lurus dengan kebahagiaan; sukses haruslah sebangun dengan kebermaknaan hidup. Sukses adalah jiwa yang terus bertumbuh (thrive).

5. The Promise of a Pencil: How an Ordinary Person Can Create Extraordinary Change, by Adam Braun (Maret 2014)

The Promise of a Pencil - Cover

Sebuah kisah heroik dari anak muda hebat, Adam Braun si penulis, dalam menemukan panggilan hidup membangun ratusan sekolah untuk kaum papa di seluruh dunia dengan hanya bermodal awal $25. Semuanya berawal saat ia berlibur ke India dan mendapati seorang anak jalanan miskin. Ketika ditanya apa keinginan terbesarnya, jawaban si anak singkat: sebatang pensil untuk menulis. Jawaban si anak membawa kegundahan dalam hati Adam. Kegundahan ini mendorongnya keluar dari pekerjaan mapan di sebuah consulting firm di New York dan kemudian mendirikan Pencil of Promise, sebuah LSM yang bermimpi besar memerangi kebodohan melalui pendidikan untuk kaum papa. Sebuah cerita inspiratif mengenai kewirausahaan sosial yang mengubah dunia.

6. Creativity, Inc: Overcoming the Unseen Forces that Stand in the Way of True Inspiration, by Ed Catmull, Amy Wallace (April, 2014)

Creativity Inc - Cover

Selama hampir dua dekade Pixar telah mendominasi jagat film animasi dengan menelorkan blockbusters seperti: Toy Story, Finding Nemo, hingga The Incredibles. Tak hanya sukses komersial, Pixar juga piawai mencipta karya-karya artistik hingga diganjar 27 piala Oscar. Di balik kerja besar Pixar tersimpan harta karun berupa pembelajaran-pembelajaran luar biasa mengenai bagaimana seharusnya organisasi mengelola proses, budaya perusahaan, talenta, dan iklim yang kondusif untuk memompa kreativitas. Di tulis langsung oleh sang pendiri, buku ini mencoba menguak harta karun tak ternilai tersebut.

7. How Google Works, by Eric Schmidt, Jonathan Rosenberg (September, 2014)

How Google Works - Cover

Buku ini menelusuri perjalanan bisnis Google, perusahaan paling sukses abad ini, di masa-masa keemasannya (2001-2011) di bawah sang Nakhoda, Eric Schmidt. Kunci sukses Google menurut penulis ditentukan oleh kepiawaian menghasilkan inovasi-inovasi produk yang luar biasa dan kemampuan menarik talenta-talenta mumpuni, yang di Google di sebut: Smart Creatives. Buku ini menjadi istimewa karena ditulis sendiri oleh sang Nakhoda, Eric Schmidt bersama Senior Vice President (SVP) Produk (sekarang advisor Google). Di tangan mereka Google menghasilkan produk-produk luar biasa seperti: AdSense, AdWords, Gmail, Drive, Docs, Maps, Google+, Chrome, hingga Android dan akuisisi YouTube.

8. The Gen Z Effect: The Six Forces Shaping the Future Business, by Tom Koulopoulos, Dan Keldsen (November, 2014)

The Gen Z Effect - Cover

Salah satu perubahan besar (disruption) dalam bisnis dan sosial-ekonomi adalah munculnya generasi pasca Millenial (Gen Y) yang kini sering disebut sebagai: Gen Z. Generasi yang lahir antara 1995 hingga 2015 ini adalah generasi yang paling socially-connected dalam sejarah umat manusia. Buku ini mengidentifikasi enam kekuatan yang akan memicu disruptive changes yang akan membentuk masa depan bisnis Anda. Pemahaman terhadap keenam kekuatan itu akan menentukan apakah Anda menjadi pemenang atau pecundang di era Gen Z.

9. Show Your Work: 10 Ways to Share Your Creativity and Get Discovered, by Austin Kleon (Maret, 2014)

Show Your Work - Cover

“Crafting something is a long, uncertain process. A maker should show her work,” demikian Austin Kleon, penulis buku ini, mengawali buku ini dengan kalimat yang sekaligus merangkum ide dasar buku. Buku ini mendobrak mitos bahwa karya hebat haruslah diciptakan oleh seorang jenius yang bekerja sendirian (lone genius). Di era connected world, karya-karya kreatif yang mengubah dunia haruslah diciptakan secara berjamaah. Kita harus bergabung dalam apa yang disebut Kleon, “new ecology of talent”. Kata Kleon: “It is about getting found by being findable. It is about being a connector, a teacher, and an open node. You have to be an artist that other artists will steal from.”

10. The Art of Thinking Clearly, by Rolf Dobelli (Mei, 2014)

The Art of Thinking Clearly - Cover

Buku ini secara menarik mengumpulkan 99 jenis bias pikiran (cognitive bias) yang menjadikan kita blunder dalam menentukan pilihan dan mengambil keputusan. Ambil contoh Anda berlibur ke luar kota dan Anda tak tahu mana restoran yang enak. Maka yang Anda lakukan adalah mencari restoran yang terlihat pengunjungnya ramai. Apakah restoran itu benar enak? Belum tentu. Itulah salah satu cognitive bias yang disebut “social proof” (Bab 4). Selesai membaca 99 bab buku ini kita akan menyadari bahwa manusia adalah mahluk lemah yang tak berdaya melawan blunder pikiran.

11. Think Like a Freak: The Authors of Freakonomics Offer to Retrain Your Brain, by Steven Levitt, Stephen Dubner (Mei, 2014)

Think Like  Ffreak - Cover

Sekuel dari Freakonomics dan Superfreakonomics, buku ini mengeksplorasi lebih jauh dua buku bestseller sebelumnya dengan memberikan resep-resep memecahkan masalah dengan pendekatan yang tak biasa. Levitt-Dubner mengajak kita melihat dan memecahkan masalah dengan pendekatan yang seringkali menyimpang dari conventional wisdom. Dengan analisis ekonomi yang kreatif Levitt-Dubner melihat dunia dari kaca mata yang berbeda dari kebanyakan kita. Melalui buku ini mereka berbagi resep bagaimana kita bisa berpikir beda: think like a freak.

Selamat Tahun Baru 2015.

 

See: Best Business Book 2013

See: Best Business Book 2012

January 1, 2015   1 Comment

#Kultwit Revolusi Hijab

Tmn2, sy akan kultwit mgnai REVOLUSI HIJAB di Ind, mengacu buku anyar sy: “Marketing to the Middle Class Muslim

1. #MiddleClassMuslimah beda dg muslimah jmn dulu, kini mrk MODERN, BERWAWASAN GLOBAL, KNOWLEDGEABLE n TECHY

2. #MiddleClassMuslimah jg SOCIALLY-CONNECTED. Mrk aktif bermedia sosial spt ngeblog, Facebook n Twitter

3. #MiddleClassMuslimah jg aktif berkomunitas, itu sebabnya KOMUNITAS HIJABERS tumbuh subur sprti jamur di musim hujan

4.Semakin makmur n berpengetahuan, maka #MiddleClassMuslimah kita mjd semakin RELIGIUS

5.Di tgh gempuran globalisasi, mrk kini makin peduli utk berbusana yg sesuai dg nilai2 Islam, dg mnggunakan hijab penutup aurat

6.Seiring tumbuhnya #MiddleClassMuslimah kini muncul fenomena REVOLUSI HIJAB di Indonesia. Apa itu?

7.Yaitu fenomena dmn menggunakan hijab mjd sebuah tren gaya hidup yang meluas di kalangan #MiddleClassMuslimah Ind.

8.REVOLUSI HIJAB trjadi krn hijab sdh mjd bagian dr gaya hidup, tak hy sekedar mematuhi ketentuan2 agama

9.Klo dl mnggunakan hijab msh dianggap jadul n kampungan, mk kini mjd ssuatu yg FASHIONABLE, COOL n KEREN

10.Dulu #MiddleClassMuslimah ke ktr pakai hijab msh dianggap aneh, mk kini justru membuat mrk bangga n makin pede

11.Memakai hijab merupk bagian dr EKSPRESI DIRI sbg muslimah yg solehah, modern, open mind, knowledgeable, n techy

12.Slh satu driver tren hijab adl byknya SELEBRITI kita yg ramai2 berhijab. Mrk mendorong VIRUS revolusi hijab

13.Contoh HIJABERS CELEBRITY itu adl: Ineke Koesherawati, Zaskia, Marshanda, Dewi Sandra, dll

14.Di samping itu muncul sosok hijabers ROLE MODEL bg #MiddleClassMuslimah sprti Dian Pelangi or Fathin X Factor

15.Mrk mjd PANUTAN sbg sosok hijabers yg CANTIK, SUKSES, KREATIF, KARIR GEMILANG, n tentu SOLEHAH

16.Mrk adl POSTER CHILD bagi pr hijaber di Ind khususnya kalangan muda. Mrk mjd sosok ideal n sosok panutan

17. Revolusi hijab jg didorong oleh munculnya brand2 hijab yg cool sprti: Shafira, Zoya, Rabbani, Dian Pelangi, Irna La Perle dll.

18.Klo dulu muslimah beli hijab tak brmerek berharga murah, kini mrk mulai menyukai hijab brmerek brharga sp jutaan rupiah

19.Kini jg brmunculan HIJAB DESIGERS spt Ida Royani, Dian Pelangi, Irna Mutiara, dll yg kian mnggeliatkan psr hijab

20.Gaya fesyen hijab kini jg beragam dg mengadopsi fesyen modern sprti Threeva Style, Sarangheo Style, n Bergo Eropa Zoya Style

21.Toko Online hijab jg marak. Wajar, krn #MiddleClassMuslimah sdh biasa berselanjar di dunia maya

22.Survei Center for Middle Class Consumer Studies (CMCS): 27% #MiddleClassMuslimah beli hijab scr online

23.Hijabers mnggunakan KOMUNITAS HIJABERS utk brsosialisasi, brbagi informasi, n brbagi pngalaman brhijab

24.Majalah hijab jg tumbuh subur sprti Hijabella, Paras, Noor, Aquila, Laiqa, Khasanah, Muslimah, Mosaicht, dll

25.Di samping TUTORIAL HIJAB di Youtube jg mjd favorit bg #MiddleClassMuslimah utk mengikuti tren gaya hijab

26.Dulu, hijab tak pernah masuk dunia catwalk, kini HIJAB FASHION SHOW massif berlagsung di brbagai kota

27.Kini hampir tiap bln ada HIJAB FASHION SHOW sprti IIFF, IFW, JIFW, dll

28.Ramainya industri, disainer, n event hijab merupk modal bg Ind utk mjd World’s Center of Islamic Fashion

29.Ind berpotensi mjd pusat fesyen muslim dunia krn fesyen muslim kita inklusif n dinamis menyerap pengaruh fesyen global

30.Mari wujudkan Indonesia sbg World’s Center of Islamic Fashion, Bersama kita bisa!!!

July 22, 2014   2 Comments

Pre-Order Buku “Marketing to the Middle Class Muslim”

Buku Marketing to the Middle Class Muslim baru ada di TB Gramedia pada bulan Agustus (sehabis Lebaran) mendatang. Namun bagi yang nggak sabar, temen-temen sekarang bisa mendapatkannya dengan memesan langsung via Lia (0857 8078 9897) or email: nurkamalia.makinuddin@gmail.com. Yang spesial, buku akan ada tanda tangan penulis. Cool euy!!!

July 12, 2014   5 Comments

Martha & Ratna

Hari Sabtu (28/6) kemarin saya meluncurkan buku saya terbaru yang ditulis bersama Samuel Pranata, Direktur Martha Tilaar Group (MTG), dan dua rekan lama saya dari Majalah SWA, Dyah Hasto Palupi dan Teguh S. Pambudi. Buku ini berjudul Martha dan Ratna: Dua Perempuan di Balik Sukses Martha Tilaar Group. Buku ini menarik karena membahas kepemimpinan bisnis perusahaan keluarga dari dua kakak-beradik pendiri MTG yaitu Martha Tilaar sang kakak dan Ratna Pranata.

Kami menyebut kepemimpinan mereka berdua sebagai “Kepemimpinan Yin-Yang”. Ya, karena dua sosok pemimpin hebat ini memiliki karakter yang bertolak belakang, namun mampu saling mengisi dan melengkapi sehingga menghasilkan kesuksesan MTG yang luar biasa selama lebih dari 40 tahun. Sepang terjang mereka yang saling memberi, saling menopang, dan saling menyayangi merupakan role model bagi setiap pemimpin perusahaan keluarga. Harap tahu saja, 70% perusahaan keluarga di seluruh dunia hanya bertahan di generasi pertama. Dan keruntuhan perusahaan keluarga tersebut umumnya disebabkan oleh friksi dan konflik antar anggota keluarga. [Read more →]

June 28, 2014   1 Comment

Beat the Giant: Signature Edition

Temen-temen,

Pas Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei lalu di ajang Indonesia Brand Forum (IBF) 2013 saya meluncurkan buku Beat te Giant: Strategi Merek Indonesia Menandingi Merek Global dan Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri. Rencananya buku tersebut hadir di toko buku Gramedia akhir pada bulan Juni 2013, namun karena edisi launching dicetak terbatas (collector’s item) dan kini telah habis, maka terpaksa buku tersebut baru tersedia di toko buku pada bulan Agustus 2013.

Namun pemesanan buku tersebut bisa dilakukan sekarang disertai dengan tanda tangan dari penulis (signature edition). Pemesanan melalui Lia no. HP: 0857 8078 9897 atau email: Nurkamalia.makinuddin@gmail.com.

May 21, 2013   6 Comments

Life-time Learner Gathering 7

Komunitas Life-time Learner (@LTLearnerID) kembali menggelar #LTLgathering sekaligus acara bukber (buka bersama), Rabu, 8 Agustus 2012, pukul 19.00 WIB, bertempat di kantor Onecomm Indonesia, Dharmawangsa Square lt 3 No. 320 & 323, Jl Dharmawangsa IX/VI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Telp. 021 72780854.

#LTLgathering kali ini nggak serius-serius amat, cuma ngobrolin santai buku baru karya Yuswohady berjudul Consumer 3000: Revolusi Konsumen Kelas Menengah Indonesia (Gramedia Pustaka Utama, 2012). Silahkan datang untuk belajar dan bernetwork ria, gratis. Cuma, mengingat tempatnya terbatas peserta dibatasi sekitar 30 peserta.

Great community, great sharing, great learning!!!

Ayo-ayo-ayo….

August 6, 2012   No Comments

Consumer 3000: The Inside Story

“@yuswohady: Akhirnya BAYI itu lahir juga | #c3000 #MyNewBook

Itu adalah twit saya hari Kamis sore (2/8) lalu, saat buku saya Consumer 3000: Revolusi Konsumen Kelas Menengah Indonesia (Gramedia Pustaka Utama, 261 hlm, 2012) keluar fresh from the oven dari percetakan Gramedia. Bersama twit tersebut saya lampirkan jepretan foto buku yang baru saya terima dua jam sebelumnya. Menyusul twit tersebut, ucapan selamat dari teman-teman Twitter langsung mengular hingga menjelang sahur.

Begitulah penulis, momen-momen buku keluar untuk yang pertama kali dari percetakan adalah momen-momen “kenikmatan” luar biasa yang tak ada tandingannya. Saya sudah menulis lebih dari 40 buku, tapi selalu saja, detik-detik menerima buku untuk pertama kali fresh from the oven dari percetakan adalah pengalaman yang tak terbeli oleh uang 1 triliun sekalipun. It’s a great moment of truth. Kenikmatannya menyamai kenikmatan detik-detik menyongsong bayi anak pertama. Itu sebabnya saya menggunakan “bayi” sebagai ungkapan yang pas untuk menggambarkan kenikmatan tersebut. [Read more →]

August 4, 2012   7 Comments

List of Yuswohady Books

•    Memenangkan Persaingan di Era Krisis — “Best Seller” (1998, Gramedia Pustaka Utama)
•    Bridging to the Network Company: Transformasi PT Pos Indonesia Menuju Perusahaan Kelas Dunia (1999, Gramedia Pustaka Utama)
•    Me-Too Is Not My Style: Hadapi Kesulitan, Terobos Hambatan, Ciptakan Nilai (Editor, 1999, Gramedia Pustaka Utama)
•    Menghadapi Tantangan: Visi, Strategi, Filosofi Bisnis Momofuku Ando Perintis Mie Instan & Pendiri Nissin Food (Editor, 1999, MarkPlus Publication)
•    Repositioning Asia: From Bubble to Sustainable Economy (2000, John Wiley & Sons)
•    MarkPlus on Strategy — “Best Seller” (2001, Gramedia Pustaka Utama)
•    Positioning-Differentiation-Brand — “Best Seller” (2002, Gramedia Pustaka Utama)
•    Hermawan Kartajaya on Marketing (Editor, Gramedia Pustaka Utama)
•    On Becoming a Customer-Centric Company — “Best Seller” (2002, Gramedia Pustaka Utama)
•    Rethinking Marketing: Sustainable Marketing Enterprise in Asia (Editor, 2003, Prentice-Hall, Singapore)
•    Rethinking Marketing: Sustainable Marketing Enterprise in Asia (Editor, 2003, Prenhalindo, Jakarta)
•    Marketing in Venus — “Best Seller” (2003, Gramedia Pustaka Utama)
•    Marketing to Mom in Indonesia (2003, Gramedia Pustaka Utama)
•    4-G Marketing — 90 tahun perjalanan bisnis HM Sampoerna — “Best Seller” (2004, Gramedia Pustaka Utama)
•    Compassionate Marketing — “Best Seller” (2004, MarkPlus&Co.)
•    Marketing Yourself — “Best Seller” (2004, MarkPlus&Co)
•    Metrosexual in Venus: Pahami Perilakunya, Bidik Hatinya, Menangkan Pasarnya (2004, MarkPlus&Co)
•    Land of Golden Opportunity:30 Tahun Perjalanan Summarecon dari Rawa-Rawa menjadi Kota Penuh Warna (2005, MarkPlus&Co)
•    CE-Balance: Road to Seko Bansai (Editor, 2005, MarkPlus&Co)
•    Aa Gym: A Spiritual Marketer — “Best Seller” (2005, MarkPlus&Co)
•    Attracting Tourist, Trader, Investor (2005, Gramedia Pustaka Utama)
•    Transform — 40 tahun perjalanan bisnis Bank Negara Indonesia (2005, MarkPlus&Co)
•    Be a Good Doctor — Marketing for Doctor (2006, MarkPlus&CO)
•    5ife Action to Drive Change on Demand (Editor, 2006, MarkPlus&Co)
•    Marketing in Venus – English Edition (Editor, 2006, MarkPlus&Co)
•    Marketing in Venus Playbook Vol. 1 (2006, Gramedia Pustaka Utama)
•    Marketing in Venus Playbook Vol. 2 (2006, Gramedia Pustaka Utama)
•    Marketing in Venus Playbook Vol. 3 (2006, Gramedia Pustaka Utama)
•    Marketing in Venus Playbook Vol. 4 (2006, Gramedia Pustaka Utama)
•    Advertising that Sells (Editor, 2006, Gramedia Pustaka Utama)
•    Re:Born — Strategy Creative Destruction ADHI Menuju Beyond Construction (2007, MarkPlus, Inc.)
•    MarkPlus on Marketing: The Second Generations (2007, Gramedia Pustaka Utama)
•    Full Circle: Managing through Learning, Leading, Serving (Editor, 2008, Mizan)
•    Advertising that Makes Money (Editor, 2008, Gramedia Pustaka Utama)
•    CROWD: Marketing Becomes Horizontal (2008, Gramedia Pustaka Utama)
•    Making The Giant Leap “Best-Seller” (2009, Gramedia Pustaka Utama)
•    The Dexa Way (2010, PT Dexa Medica)
•    Womanology: The Art of Marketing to Woman (2010, Gramedia Pustaka Utama)
•    IMC that Sells (Editor, 2011, Gramedia Pustaka Utama)
•    Inside the Giant Leap (Editor, 2012, Gramedia Pustaka Utama)
•    Consumer 3000: Revolusi Konsumen Kelas Menengah Indonesia (2012, Gramedia Pustaka Utama)

August 4, 2012   2 Comments