E=wMC2 | Marketing Becomes Horizontal
Random header image... Refresh for more!

Leading Millennials: “Creating Leaders”

Menjadi LEADER bagi milenial tidaklah mudah.

Ya karena sebagai karyawan, milenial memiliki nilai-nilai dan perilaku kerja yang sama sekali berbeda dan sulit di-manage, terutama oleh bos dari latar belakang Gen-X apalagi Baby Boomers.

Mereka adalah generasi yang HYPER-CONNECTED oleh adanya internet, minta diperhatikan dan didahulukan (ENTITLED), multi-tasker namun tidak mudah fokus dan gampang terdistraksi. Dan yang menjadi keluhan banyak bos: mereka TIDAK LOYAL pada perusahaan.

Survei menunjukkan 2-3 TAHUN adalah lama waktu ideal bagi milenial untuk bekerja di satu perusahaan. Artinya, setelah itu mereka resah untuk minta resign dan meloncat ke perusahaan berikutnya.

Leader Creates Leader

Karena itu setiap leader di tempat kerja harus mengubah cara memimpin dan mengelola karyawan milenial.

Milenial tak mau dipimpin oleh pimpinan yang BOSSY. Ia menuntut pemimpinnya berperan sebagai COACH. Dan dengan begitu pendekatannya bergeser dari “command & control” ke “conversations & coaching”.

Ini artinya, dalam setiap assignment yang diberikan, si pemimpin harus melakukan ENGAGEMENT secara personal dan mendalam. Pimpinan harus membimbing dengan intens dan memberikan masukan-masukan setiap saat (instant, continuous feedback).

Milenial tak hanya menuntut kepuasan kerja (job satisfaction), lebih dari itu mereka menginginkan peluang pembelajaran dan pengembangan diri (PERSONAL GROWTH).

Mereka menuntut tak hanya berbagai paket benefit mulai dari gaji, bonus, kantin gratis, atau lingkungan kerja yang fun. Itu hanya jangka pendek. Yang lebih substantif, mereka menuntut tempat kerja sebagai medium untuk mengembangkan diri mereka dengan terus memperbarui knowledge, skill, dan attitude.

Karena itu untuk memimpin milenial di tempat kerja Anda harus membentuk mereka menjadi pribadi yang kian bertumbuh KOMPETENSI dan KARAKTER nya.

Tentu saja milenial bekerja untuk mencari uang, tapi di atas itu, mereka bekerja untuk mengekspresikan PASSION dan mengaktualisasikan LIFE PURPOSE. Itu sebabnya bekerja bagi mereka harus bisa menciptakan makna yang bernilai bagi hidup mereka.

Bekerja tak hanya untuk mendapatkan gaji bulanan atau mengejar karir, tapi juga untuk menghasilkan KONTRIBUSI yang bermakna bagi masyarakat dan umat manusia.

Singkatnya, leader di tempat kerja Anda harus menjadi COACH; menjadi TALENT SCOUT yang mempuni, dan mengarahkan mereka menemukan LIFE PURPOSE.

Dengan kata lain, memimpin milenial Anda harus betul-betul menjadikan mereka true leaders: “Leader MUST create other leaders.”

Berita pahitnya, Anda harus LEGOWO jika si leaders tersebut mungkin tak lagi ada di perusahaan Anda.

Inilah bentuk lain MILLENNIAL DISRUPTION di tempat kerja.

0 comments

There are no comments yet...

Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment