Experiencer
Jangan salah, orang ke mal bukanlah semata untuk membeli barang yang ia butuhkan. Kita ke mal untuk mendapatkan pengalaman luar biasa melihat dan dilihat (see and to be seen) orang lain. Kenikmatan nge-gym di Celebrity Fitness bukanlah untuk mendapatkan kebugaran dan mandi keringat, tapi pengalaman menggairahkan melihat dan dilihat orang lain (yes, itu sebabnya Celebrity Fitness selalu ada di mal dengan kaca etalase yang terbuka lebar). Begitupun orang ke Starbuck atau 7-Eleven bukanlah semata untuk menenggak Espresso Macchiato atau Slurpee. Kenikmatan terbesar mereka diperoleh melalui pengalaman nongkrong di tempat-tempat cool tersebut.
Itulah manusia. Itulah konsumen. Semakin punya banyak duit, semakin otaknya berisi macam-macam, maka kebutuhannya pun menjadi semakin nggak karuan, semakin macam-macam, semakin aneh-aneh. Itu sebabnya setiap kali mertua saya yang sudah kepala 7 saya ceritakan mengenai polah-tingkah konsumen baru Jakarta ini, ia selalu mengelus dada, sambil bergumam: “Apa dunia ini mau kiamat ya?” Hahahaha…!!!
Page 2 of 2 | Previous page
Experiencer « My mind:
March 25th, 2012 at 1:13 pm
[...] Posted: 26 March 2012 in Uncategorized 0 http://www.yuswohady.com/2012/03/24/experiencer/ Share this:Like this:LikeBe the first to like this [...]
seenlook:
March 30th, 2012 at 8:45 am
Betul. Basic need nya sdh trpenuhi yg paling bawah (makan). Tinggal mencari experience. Brarti BBM, sah2 aja dongs naik? *hadoh* ^.^
Kelas Menengah Pemboros Devisa — yuswohady.com:
November 3rd, 2012 at 4:15 am
[...] konsekuensi dari tumbuhnya kelas menengah (“Consumer 3000”) kita yang luar biasa. Dengan meningkatnya pendapatan, kebutuhan mereka juga makin aneh-aneh. [...]