Evangelist
Dulu kekuatan C2C marketing tak ada artinya karena word-of-mouth dan referal tak bisa bebas menyebar dari satu konsumen ke konsumen lain karena si konsumen harus bertemu secara fisik. Tapi kini, ketika blog, milis, podcast, social networking, dan berbagai bentuk media sosial begitu dekat dengan keseharian kita, konsumen bisa berinteraksi dan kongko-kongko satu sama lain secara intens dengan mudah tanpa harus bertemu secara fisik.
Keberadaan media sosial inilah yang memungkinkan. word-of-mouth dan referal menjadi kekuatan pemasaran yang tak ada tandingannya. Seperti kasus Harry Potter di atas, melalui media baru tersebut word-of-mouth dan referal bisa menyebar begitu massif dan menjangkau jutaan konsumen dalam hitungan jam, menit, bahkan detik.
Page 2 of 2 | Previous page
Dwi Wahyu Arif:
November 22nd, 2010 at 9:59 pm
”EVANGELIST” emang mempunyai kekuatan HEBAT, film Harry Potter terbantu oleh bukunya yg sudah laris manis. tapi bagaiamanakah caranya jika kita mempunyai produk/perusahaan baru untuk menciptakan ”EVANGELIST” itu? adkah tretment kshus bang?
matur nuwun
Kalau produk atau perusahaan baru mesti harus dirintis mas, dimulai dengan membentuk komunitas konsumen, pelan-pelan dibentuk komunitas tersebut dengan intensif melakukan engagement dengan mereka, pelan-pelan akan terbentuk emotional connection antara brand dengan konsumen. Biasanya evangelist mudah dibentuk dengan adanya komunitas ini mas. Memang membentuk evangelist itu butuh waktu, nggak bisa instan.
Wahyu Awaludin:
December 4th, 2010 at 11:38 pm
nah, cara membentuk klub evangelist itu gimana??
Evangelist tidak bisa diciptakan kalau brand dengan konsumen tak ada emotional relationship/connection mas; celakanya emotional connection yang intens hanya bisa diwujudkan kalau antar keduanya terjadi engagement dalam kurun waktu lama. Karena itu komunitas merupakan medium paling ampuh untuk membentuk evangelist mas.
Omar:
January 10th, 2011 at 3:33 am
Pondasi awal dari emotional relationship itu apa pak? Apa kita perlu beri insentif utk para evangelist? Atau memang sudah seharusnya free of charge? pls advise
Mestinya mereka tidak dibayar. Evangelism dan advocacy itu muncul karena ada “ikatan spiritual” antara mereka dengan brand. Jadi harusnya yang dibangun adalah ikatan spiritual ini. Karena adanya ikatan spiritual ini maka mereka dengan sukarela dan senang hati membela brand