<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: &#8220;Republik Facebook&#8221;</title>
	<atom:link href="http://www.yuswohady.com/2009/01/31/republik-facebook/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.yuswohady.com/2009/01/31/republik-facebook/</link>
	<description>E=wMC2 &#124; Marketing Becomes Horizontal</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 16:00:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: yuswohady</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2009/01/31/republik-facebook/comment-page-1/#comment-224</link>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 21:53:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=494#comment-224</guid>
		<description>Saya kira bisa dua-duanya mas. Tapi tentu saja yang banyak terjadi adalah produknya sudah ada, lalu untuk memasarkannya dibangunlah komunitas sebagai marketing channel. Kalau yang kedua, kasusnya kita sudah membangun komunitas yang kuat, lalu ita melihat bahwa komunitas tersebut memiliki needs atau problem yang bisa kita penuhi, dari situ muncul opportubity kita menciptakan produk atau solusi tertentu untuk memenuhi komunitas tersebut.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya kira bisa dua-duanya mas. Tapi tentu saja yang banyak terjadi adalah produknya sudah ada, lalu untuk memasarkannya dibangunlah komunitas sebagai marketing channel. Kalau yang kedua, kasusnya kita sudah membangun komunitas yang kuat, lalu ita melihat bahwa komunitas tersebut memiliki needs atau problem yang bisa kita penuhi, dari situ muncul opportubity kita menciptakan produk atau solusi tertentu untuk memenuhi komunitas tersebut.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abdul Aziz</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2009/01/31/republik-facebook/comment-page-1/#comment-223</link>
		<dc:creator>Abdul Aziz</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 17:37:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=494#comment-223</guid>
		<description>maap dalam komen no 19  ada tulisan kebalik

maksud saya, buat komunitas baru produk, atau buat produk baru ciptakan komunitas? thx</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maap dalam komen no 19  ada tulisan kebalik</p>
<p>maksud saya, buat komunitas baru produk, atau buat produk baru ciptakan komunitas? thx</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yuswohady</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2009/01/31/republik-facebook/comment-page-1/#comment-222</link>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 08:59:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=494#comment-222</guid>
		<description>Kalau diberi fee mah bukan horizontal marketing mas. Karena yang namnya horizontal marketing itu customers menjadi &quot;voluntary&quot; sales force.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau diberi fee mah bukan horizontal marketing mas. Karena yang namnya horizontal marketing itu customers menjadi &#8220;voluntary&#8221; sales force.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fikri Rasyid</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2009/01/31/republik-facebook/comment-page-1/#comment-221</link>
		<dc:creator>Fikri Rasyid</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 06:17:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=494#comment-221</guid>
		<description>Ngomong2 mengenai pemasaran horizontal yang menggunakan rekomendasi customer sebagai teknik marketing, bagaimana pendapat Bapak Mengenai berbagai produk kesehatan yang notabene di pasarkan melalui word of mouth konsumen yang diberi fee promosi?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ngomong2 mengenai pemasaran horizontal yang menggunakan rekomendasi customer sebagai teknik marketing, bagaimana pendapat Bapak Mengenai berbagai produk kesehatan yang notabene di pasarkan melalui word of mouth konsumen yang diberi fee promosi?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abdul Aziz</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2009/01/31/republik-facebook/comment-page-1/#comment-219</link>
		<dc:creator>Abdul Aziz</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 22:50:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=494#comment-219</guid>
		<description>rumuskan positioning, bangun komunitas, ciptakan promoter

di mana posisi buat produk mas? maap saya awam banget, buat produk sebelum bangun komunitas atau buat komunitas sambil pasarkan produk?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>rumuskan positioning, bangun komunitas, ciptakan promoter</p>
<p>di mana posisi buat produk mas? maap saya awam banget, buat produk sebelum bangun komunitas atau buat komunitas sambil pasarkan produk?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yuswohady</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2009/01/31/republik-facebook/comment-page-1/#comment-218</link>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 08:05:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=494#comment-218</guid>
		<description>rumusnya sederhana mas, pertama rumuskan positioning nya dulu, kalau sdh jelas, kemudian bangun komunitasnya (salah satunya melalui FB, bisa juga memanfaatkan blog), terus dari situ ciptakan para promoter (baca: evangelists), dan dari situ pelan-pelan minta para promoter itu menebar word of mouth alias berita bagus ke konsumen lain.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>rumusnya sederhana mas, pertama rumuskan positioning nya dulu, kalau sdh jelas, kemudian bangun komunitasnya (salah satunya melalui FB, bisa juga memanfaatkan blog), terus dari situ ciptakan para promoter (baca: evangelists), dan dari situ pelan-pelan minta para promoter itu menebar word of mouth alias berita bagus ke konsumen lain.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abdul Aziz</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2009/01/31/republik-facebook/comment-page-1/#comment-215</link>
		<dc:creator>Abdul Aziz</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 04:55:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=494#comment-215</guid>
		<description>terimakasih diskusinya mas,
gitu ya mas, rencana saya mau buat penerbit sih, menyalurkan hobi sambil aktualisasi diri pd bidang itu (wah mulai ketularan narsis) 
tapi dinasehatin temen untuk rumuskan dulu positioning sebelum melangkah, karena jangka panjangnya itu lbh bagus, krn ada positioning, mungkin mau fokus dulu ke satu segmen atau satu genre, maka langsung saja membidik segmen itu.

Energi marketing yang dahsyat, maksudnya iklan gencar atau energi marketing dahsyat itu berupa word of mouth? atau bagaimana? thx</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terimakasih diskusinya mas,<br />
gitu ya mas, rencana saya mau buat penerbit sih, menyalurkan hobi sambil aktualisasi diri pd bidang itu (wah mulai ketularan narsis)<br />
tapi dinasehatin temen untuk rumuskan dulu positioning sebelum melangkah, karena jangka panjangnya itu lbh bagus, krn ada positioning, mungkin mau fokus dulu ke satu segmen atau satu genre, maka langsung saja membidik segmen itu.</p>
<p>Energi marketing yang dahsyat, maksudnya iklan gencar atau energi marketing dahsyat itu berupa word of mouth? atau bagaimana? thx</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yuswohady</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2009/01/31/republik-facebook/comment-page-1/#comment-210</link>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 11:07:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=494#comment-210</guid>
		<description>nggak rugi mas, malah untungnya bejibun. Berbagi ilmu itu untungnya berlimpah ruah... hehehe. Tapi barangkali ini juga bagian dari marketing gaya horizontal.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nggak rugi mas, malah untungnya bejibun. Berbagi ilmu itu untungnya berlimpah ruah&#8230; hehehe. Tapi barangkali ini juga bagian dari marketing gaya horizontal.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ricky Maulana Muchtar</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2009/01/31/republik-facebook/comment-page-1/#comment-209</link>
		<dc:creator>Ricky Maulana Muchtar</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 07:56:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=494#comment-209</guid>
		<description>Terus Mas Siwo...
apakah mas ga rugi tuh isi bukunya secara perlahan-lahan di post di blognya...
Apakah ga takut ntar orang baca blognya aja..
atau memang sengaja sebagai bagian dari Marketing buku Crowd Marketing becomes Horizontal???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terus Mas Siwo&#8230;<br />
apakah mas ga rugi tuh isi bukunya secara perlahan-lahan di post di blognya&#8230;<br />
Apakah ga takut ntar orang baca blognya aja..<br />
atau memang sengaja sebagai bagian dari Marketing buku Crowd Marketing becomes Horizontal???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yuswohady</title>
		<link>http://www.yuswohady.com/2009/01/31/republik-facebook/comment-page-1/#comment-207</link>
		<dc:creator>yuswohady</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 02:18:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.yuswohady.com/?p=494#comment-207</guid>
		<description>Memang komunitas itu terbentuk kalau ada common interest yang sama mas. Agar pembaca punya common interest yang sama maka scope komunitas yang dibentuk juga harus &quot;pas&quot; nggak boleh terlalu general tapi juga tak boleh terlalu kecil (niche). Idealnya sih scope nya kecil karena makin kecil akan makin solid, tapi persoalannya, komunitas yang harus dibentuk juga akan sangat banyak shg penerbit akan kerepotan. Misalnya komunitas buku non fiksi (cerpen, novel, puisi) mungkin masih bisa dibikin satu saja komunitasnya dengan scope pembaca yang lumayan luas. Terus untuk buku bisnis, pembaca buku marketing, sales, business motivation, entrepreneurship, juga bisa dibikin satu saja komunitasnya dengan scope yang saya kira pas tak terlalu general tapi juga tak terlalu niche. Di penerbit kan biasanya ada bagian atau unitnya (unit buku fiksi, unit buku bisnis, unit buku humaniora, etc.). Mestinya kepala-kepala unit ini yang harus menjadi community activator bagi pembacanya melalui medium online (FB, Blog, etc) maupun offline (diskusi buku, jumpa pengarang, etc).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang komunitas itu terbentuk kalau ada common interest yang sama mas. Agar pembaca punya common interest yang sama maka scope komunitas yang dibentuk juga harus &#8220;pas&#8221; nggak boleh terlalu general tapi juga tak boleh terlalu kecil (niche). Idealnya sih scope nya kecil karena makin kecil akan makin solid, tapi persoalannya, komunitas yang harus dibentuk juga akan sangat banyak shg penerbit akan kerepotan. Misalnya komunitas buku non fiksi (cerpen, novel, puisi) mungkin masih bisa dibikin satu saja komunitasnya dengan scope pembaca yang lumayan luas. Terus untuk buku bisnis, pembaca buku marketing, sales, business motivation, entrepreneurship, juga bisa dibikin satu saja komunitasnya dengan scope yang saya kira pas tak terlalu general tapi juga tak terlalu niche. Di penerbit kan biasanya ada bagian atau unitnya (unit buku fiksi, unit buku bisnis, unit buku humaniora, etc.). Mestinya kepala-kepala unit ini yang harus menjadi community activator bagi pembacanya melalui medium online (FB, Blog, etc) maupun offline (diskusi buku, jumpa pengarang, etc).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

