CROWD
Dear Crowdsters,
Berikut ini adalah artikel saya di Harian Bisnis Indonesia Minggu 9-11, 2009 berjudul CROWD yang diadaptasi dari buku CROWD: “Marketing Becomes Horizontal”.
McCain vertikal; Obama horizontal!!!
Ensiklopedia Britannica vertikal; Wikipedia horizontal!!!
Windows vertikal; Linux horizontal!
Internet Explorer vertikal; Firefox horizontal!!!
Websites vertikal; blog horizontal!!!
Awas…horizontal menggusur vertikal!!!
Obama menggusur McCain;
Wikipedia menggusur Britannica;
Linux menggusur Windows;
Firefox menggusur Internet Explorer;
blog menggusur websites.
Siapa menyusul?
Makin banyaknya ‘korban berjatuhan’ akibat arus besar horizontalization di atas, semakin meyakinkan saya bahwa kita telah memasuki dunia yang sama sekali baru: “A whole new world.” NEW world with NEW rules of the games. NEW world with NEW formula of success.
Sumber malapetaka datang dari konsumen, karena konsumen telah berubah. Konsumen telah berubah menjadi ‘mutan’ yang sama sekali berbeda dengan sebelumnya. Kelahiran web technologies seperti blog, vblog, tags, chat, wikis, RSS, digg, coComment, YM, podcast, social networking telah merubah DNA konsumen. Tools tersebut telah ‘membebaskan’ potensi konsumen untuk berkomunikasi, berinteraksi, berbagi, dan berkomunitas.
Akibatnya, secara natural konsumen pun bermetamorfose menjadi makhluk yang semakin mengelompok, berinteraksi intens satu sama lain, dan berkomunitas-membentuk crowd. Crowd ini bentuknya macam-macam: ada crowd di Facebook; ada crowd di Friendster; ada crowd di YouTube; ada crowd di YM; ada crowd LinkedIn; dan sebagainya.
Ketika konsumen berubah, pendekatan pemasaran juga harus putar haluan. Anda harus bisa menemukan strategi baru dan meramu sumber-sumber kesuksesan baru. Sukses Barack Obama memenangi pemilu di Amerika Serikat adalah salah satu kasus menarik bagaimana dia menerapkan strategi yang lebih ‘horizontal’ dan secara cerdas memanfaatkan ‘crowd’ dari para simpatisannya.
Melalui situsnya MyBarackObama.com, Obama menghimpun dan memberdayakan para simpatisan dengan memberi mereka web tools dan web enablers untuk membentuk komunitas pemilih lokal; menciptakan event-event dukungan; sampai kepada menggalang dana kampanye melalui situs-situs dan blog-blog pribadi mereka. Melalui situs ini pula Obama menyebarkan video-video pidato politiknya kepada jutaan pemilih Amerika melalui YouTube atau mendistribusikannya secara mobile ke jutaan pengguna Blackberry atau iPhone.
Fantastis, melalui situs ini Obama mampu mengumpulkan hampir US$1 miliar dari jutaan donatur ‘gurem’ yang bisa menyumbang hanya US$5 per orang (Ini makanya saya sebut grass-root marketer).
Yang lebih fantastis lagi, Obama mampu menghimpun komunitas jutaan simpatisan yang dengan sukarela menyebarkan word of mouth yang ampuh menggigit. Dengan sukarela para simpatisan ini membentuk komunitas-komunitas simpatisan lagi melalui blog-blog atau account mereka di Facebook, MySpace, Digg, Deli.cio.us, atau Twitter, dan dengan semangat empat-lima mereka ‘menjual’ Obama ke jutaan pemilih Amerika.
Obama juga hadir langsung di situs-situs jejaring sosial di atas untuk mengabarkan setiap detik aktivitasnya secara transparan, berdialog dengan para calon voters secara pribadi, menyebar video pidatonya, dan mendorong simpatisan mengumpulkan dana secara online.
Page 1 of 2 | Next page

