E=wMC2 | Marketing Becomes Horizontal
Random header image... Refresh for more!

Review Majalah Marketing Terhadap Buku CROWD

Dear Crowdsters,

Berikut ini adalah resensi dari redaksi Majalah Marketing terhadap buku saya CROWD “Marketing Becomes Horizontal” diterbitannya edisi 01/IX/Januari 2009.

HORIZONTAL MARKETING

Di zaman web 2.0, konsumen kian mengelompok membentuk suatu komunitas dan berinteraksi dengan semakin intens – membentuk crowd. Munculnya social media juga sangat mendukung terciptanya komunikasi dan interaksi antarmanusia yang tidak lagi dibatasi oleh jarak dan waktu. Ketika konsumen berubah, maka pendekatan marketing pun harus berubah.

Buku ini menawarkan pendekatan pemasaran yang sama sekali baru – yang oleh penulisnya disebut “Horizontal Marketing” – untuk merespons perubahan di atas. Dengan analisisnya yang tajam, penulis mencoba menguraikan anatomi dari paradigma pemasaran baru tadi kemudian merumuskannya dalam sebuah formula yang sederhana, yang lebih “down to earth” dengan memfokuskan diri pada topik komunitas dan evangelism.

9 comments

1 Felix { 01.12.09 at 3:24 am }

Kami baru saja membeli buku anda. Terima kasih telah berbagi ilmu :)
Sukses selalu!

2 Richard Fang { 01.24.09 at 8:02 am }

saya sudah membaca buku anda, dan sangat bagus sekali!

namun ada satu pertanyaan, untuk menjalankan horizontal marketing apakah produknya memang harus bagus dulu?
bagaimana dengan brand yang sudah terlanjur banyak masalah? seperti brand-brand yg sudah lama menjalankan legacy marketing? (tipe bos2 yang sudah tua dan merasa mengetahui segalanya :P)

looking for your next publications! :D

3 yuswohady { 01.24.09 at 5:08 pm }

Memang nggak gampang menjalankan horizontal marketing. Untuk menjalankan pendekatan baru ini maka legacy marketing-nya harus lulus dulu. Positioning-Differensiasi-Brand nya harus beres. Dari buku saya tersirat bahwa untuk menuju horizontal, positioning Anda harus sudah mampu membangkitkan “trust” di antara pelanggan. Sementara dari sisi diferensiasi, diferensiasi yang Anda bangun haruslah memiliki “authenticity” alias orisinil dan sulit ditiru. Dan dengan trust dan authenticity itu, diharapkan brand sebagai resultannya akan mencapai tahapan “cult”. Ini nggak gampang. Tapi mengingat persaingan yang demikian hypercompetitive, mau tak mau Anda harus horizontal. Karena kalau tidak, itu berarti lonceng kematian brand Anda. “Be horizontal, or you will die!!!”

4 Lulu { 01.26.09 at 10:49 pm }

Dear p. Siwo … ,
pa kabarnya … ? sehat ?
saya barusan beres baca buku p. Siwo …, great thinking pak…
keep moving n keep writing ya…

makasih,
L u k

5 yuswohady { 01.27.09 at 4:05 am }

Sip mbak Lulu… of course saya akan nulis terus… karena sudah jadi hobi selama hampir 20 tahun… hehehe

6 henry { 02.28.10 at 10:00 pm }

dear yuswohady,
finally blog ini hidup kembali….. welcome back mas. Mas, aku tertarik sekali dengan artikel mas mengenai buzz marketing. mas bole ngga cerita bagaimana step2 apa saja yang harus dilakukan untuk membuat buzz marketing yang efektif. thx

7 eko marwanto { 08.22.11 at 3:43 pm }

mau baca ah, soalnya mau bikin skripsi tentang komunitas juga nih.. mudah2an dapet ide,, makasih

8 Arma { 03.18.12 at 11:11 am }

mau beli crowd di gramedia mana yaaa??

Kayaknya sudah habis semua :(

9 website developer surabaya { 01.15.14 at 8:06 am }

apa bisa order online?

Leave a Comment